
Masih di apartment Bryan.
Jessie yang tadi masih berada di dalam kamar Bryan pun keluar dari kamar, Ia berjalan ke arah dapur lalu membuka kulkas, mengambil sebotol air lalu meneguknya.
Tiba-tiba terdengar suara bel, nampaknya ada tamu yang datang. Bryan yang sedang duduk di ruang tamu bersama Ares beranjak dari tempat duduknya, berniat membuka pintu.
"Biar aku saja yang buka pintu" kata Jessie yang membuat Bryan terhenti lalu kembali duduk.
"ceklek" Jessie membuka pintu.
Seorang wanita cantik yang terlihat tak asing baginya sedang berdiri di depan pintu.
"Brenda lee?" Jessie terkejut.
"Miss Jessie?" sautnya yang tak kalah terkejut.
Mereka berdua sebelumnya pernah bekerja sama, Jessie pernah menjadi penata gayanya saat masih menjadi freelancer. Brenda adalah seorang artis yang cukup terkenal.
"Siapa yang datang Jess?" tanya Bryan sambil berjalan menghampiri Jessie.
"Sayang.....aku kangen banget tau." kata Brenda sambil berjalan melewati Jessie dan langsung memeluk Bryan.
Jessie yang masih berada di depan pintu pun semakin terkejut saat mendengarnya, Ia menutup pintu kemudian berbalik dan berjalan melewati Bryan dan Brenda yang masih berpelukan.
"Kamu kenapa nggak kasih kabar dulu kalau mau datang?." tanya Bryan kepada Brenda sambil melepas pelukan.
"Kan aku mau kasih surprise" jawabnya centil.
Mereka berdua berjalan ke ruang tamu sambil bergandengan tangan.
"Hai Ares, apa kabar?" sapa Brenda.
"Hai...kabar baik kakak ipar." balasnya menyapa.
"uhuk" Jessie yang sedang minum tiba-tiba tersedak.
"You okay?" tanya Bryan sambil menoleh ke arahnya.
Jessie mengangguk kemudian meletakkan botol minumnya di meja.
"By the way....Miss Jessie sekarang kerja sama kamu beb?" tanya Brenda kepada Bryan.
"Lebih tepatnya dia di kontrak oleh DS Entertainment." jawabnya.
"Wah hebat....selamat ya Miss Jessie" kata Brenda sambil tersenyum pada Jessie.
"Terimakasih." jawab Jessie.
"Mr. Bryan , saya sudah menyiapkan Jam tangan dan sepatu untuk anda pakai. Apakah ada lagi yang harus saya siapkan sebelum saya pergi?" kata Jessie.
"Sudah cukup, kamu bisa pergi." jawabnya.
"Baiklah, kalau begitu saya permisi pulang." kata Jessie sambil meraih tasnya yang berada di atas meja ruang tamu.
"Sampai jumpa lagi Miss Brenda, Sampai jumpa Ares."
"Sampai jumpa Miss Jessie" jawab Brenda.
"Sampai besok Jessie" Jawab Ares.
Lalu Jessie pun pergi dengan raut wajah sedikit kesal.
"Sudah cukup , kamu bisa pergi? dia seenaknya membawaku kesini lalu setelah pacarnya datang dia seenaknya menyuruhku pergi? hah...dia pikir siapa dia bertingkah seenaknya begitu" Jessie menggerutu.
Saat ini Jessie sudah berada di dalam taxi menuju apartment nya, tiba-tiba ponselnya berdering dan tertera di layar Bryan collin memanggil.
"Mau apa lagi sih ini orang" bathin Jessie.
Ia pun menjawab panggilan.
"Halo"
"Ada apa?"
"Kamu dimana?"
"Di taxi, kenapa."
"Minta tukang taxi putar balik mobilnya sekarang juga, segeralah kemari! cepatlah !!!"
"Halo"
"Halo"
"tut...tutt...tutt" panggilan berakhir.
Saat ini Jessie terlihat sangat kesal.
"Pak tolong putar balik ke apartment XX lagi ya" kata Jessie pada sopir taxi.
"Baik nona" jawab sopir taxi.
sekitar 15 menit kemudian taxi berhenti di depan lobby apartment, Jessie membayar ongkos taxi. Ia turun dari taxi lalu berlalu ke arah lift.
"Ding...dong" lift terbuka.
"Ding...dong" lift terbuka lagi. Saat ini dia sampai di lantai apartment Bryan. Lalu dia langsung menuju unit Bryan dan memencet bel.
"Ting...tong" Seseorang membuka pintu, ternyata Ares yang membukanya.
"Masuk Jess" ucapnya.
Kemudian Jeasie masuk ke dalam.
"Bryan ada di kamar" kata Ares.
Jessie pun langsung bergegas ke kamar Bryan, namun saat Ia baru memasuki kamar, dia melihat Brenda yang sedang membuka kancing kemeja Bryan. Kemudian Jessie membalikkan badannya membelakangi mereka berdua.
"Miss Jessie jangan salah paham, saya hanya membantunya mengganti baju kok soalnya baju yang tadi ketumpahan Jus." ucap Brenda.
"Kemarilah Jess, pilihkan aku baju yang lain." kata Bryan.
Jessie lalu membalikkan badan dan berjalan ke arah lemari, Ia langsung masuk dan memilihkan baju lalu memberikannya pada Bryan.
"Ada lagi?" tanya Jessie singkat dengan nada agak kesal.
"Sebentar jangan kemana-mana dulu." jawab Bryan.
"Brenda...bisa tolong keluar dulu, biar penata gayaku saja yang membantuku." kata Bryan pada Brenda, lalu Brenda keluar kamar dengan wajah kesal.
Jessie menghampiri Bryan lalu membantunya mengganti kemeja dan memasangkan dasi.
"Kamu kenapa diam saja?" tanya Bryan.
"Nggak apa-apa"
"Kamu kesal ya karena aku suruh balik lagi?"
"Udah tahu ngapain nanya" bathin Jessie kesal.
"Sudah selesai, apakah aku sudah bisa pulang?" tanya Jessie.
"Iya kamu boleh pulang, tapi kalau aku butuh kamu harus datang." jawab Bryan.
Jessie yang semakin kesal dengan jawaban Bryan pun langsung pergi begitu saja, bahkan tanpa berpamitan dengan Brenda dan Ares yang ada di ruang tamu.
"Memangnya aku assisten dia apa, yang harus selalu datang saat dia panggil" Gerutu Jessie yang saat ini sedang menunggu taxi di lobby apartment.
Taxi pun datang, Ia langsung masuk ke dalamnya.Kemudian taxi melaju menuju apartment Jessie.
~Bersambung~