My Annoying Star

My Annoying Star
Bertemu Cinta Pertama



Jessi membuka pintu ruang meeting, keluar ruangan dan berjalan ke arah lift sambil memainkan ponselnya. Namun saat baru sampai di depan receptionist dia tidak sengaja bertabrakan dengan seorang pria hingga ponsel dan dompet yang dia pegang itu jatuh berserakan.


"Maafkan aku nona" ucap bryan menyesal.


"Tak apa, maafkan aku juga karena terlalu fokus pada ponsel" jawab Jessie sambil memungut ponselnya lalu menatap wajah lawan bicaranya itu, saat itu dia kaget karena ternyata orang yang di hadapannya adalah Bryan collin teman semasa SMP nya yang tak lain adalah cinta pertamanya.Jennie yang tadi masih agak membungkuk mencoba berdiri tegak. Dia tersenyum tak percaya sedangkan bryan hanya diam terlihat bingung.


"Kamu Bryan kan? Apa kabar ?" Jessie mencoba menyapa teman lamanya itu.


"Iya saya Bryan collin, apa kita pernah kenal sebelumnya?" Tanya Bryan lagi.


"Aku Jessie teman sekolah kamu waktu SMP dulu, kita dulu satu kelas dan lumayan dekat, ingat nggak?" Jessie mencoba menjelaskan.


"Maafkan saya nona, tapi saya tidak ingat pernah punya teman SMP bernama Jessie." kata Bryan.


"Benarkah? Maafkan saya, mungkin saya yang salah ingat,Kalau begitu permisi." Jawab Jessie yang terlihat agak kecewa sambil membalikkan badan untuk pergi.


"Tunggu nona" ucap Bryan yang tiba-tiba menghentikan langkah Jessie.


Jessie yang posisinya memunggungi Bryan pun terhenti, Ia terdiam sambil tersenyum tipis. "Pasti dia udah mulai inget aku" kata Jessie dalam hati, Lalu dia membalikkan badannya ke arah Bryan.


"Ini dompet nona ketinggalan" Bryan memungut dompet dari lantai dan memberikannya ke Jessie.


"Ah...terimakasih" ucap Jessie sambil meraih dompetnya dari tangan Bryan lalu dia pergi begitu saja. Sedangkan Bryan lansung masuk ke ruang meeting.


Jessie pergi dalam suasana hati yang buruk, dia merasa sangat kesal karena Bryan sama sekali tidak mengenalinya. Ia masuk ke dalam lift sambil cemberut hingga sampai di lobby pun masih tetap sama. Tiba-tiba dia seperti memikirkan sesuatu lalu terlihat mencari-cari sebuah nama di daftar kontak di ponselnya, saat muncul nama Tasya langsung memencet tombol panggil.Tasya ini sahabat Jessie sejak kecil, mereka berdua selalu satu sekolah sejak SD sampai kuliah, bisa di bilang soulmatenya.


"tutttt...tutttt...tuttt" telepon di sambungkan tapi tidak di angkat-angkat oleh Tasya. Jessie makin kesal setelah berkali-kali memanggil tapi panggilannya di abaaikan, Ia pun memutuskan untuk pergi ke apartment sahabatnya yang tidak terlalu jauh dari tempatnya berada saat ini. Ia memutuskan pergi dengan menggunakan taxi, setelah beberapa saat akhirnya taxi yang dia tunggu-tunggu pun tiba, Jessie pun langsung naik.


"Ke apartment holland ya pak" Jessie memberitahu sopir taxi alamat yg di tuju.


"Baik" jawab sopir taxi singkat.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang, kebetulan memang tidak macet. Sekitar 10 menit kemudian taxi berhenti di depan apartment, kemudian Jessie membayar dan turun dari taxi. Ia berjalan ke apartment Tasya yang berada di lantai 15, jessie masih merasa kesal sampai-sampai dia melamun dan hampir tak sadar kalau sudah sampai di lantai tujuannya.


"Ampun deh Jess, apa sih yang kamu pikirkan." Jessie mengomel sendiri sambil memukul-mukul kepalanya.


Tasya dan pria yang sedang bercinta dengannya pun kaget namun karena Jessie pergi dan menutup pintu kembali,maka mereka melanjutkan yang mereka sedang lakukan. Baru setelah mereka selesai pria itu memutuskan untuk berpakaian lalu pergi dan Tasya yang sudah berpakaian lagi pergi ke kamar Jessie. Saat Tasya membuka pintu,Jessi yang saat itu sedang duduk di meja rias menengok dan terlihat terkejut. Jessie lalu berdiri lalu berjalan dan memeluk sahabatnya sambil meminta maaf karena telah menyelonong ke kamarnya.


"Sorry...tadi tuh aku lihat kamar berantakan banget, aku takut terjadi sesuatu sama kamu makanya nyelonong saja" kata Jessie yang terlihat menyesal.


"tak apa , kamu ini yg lihat,aku nggak malu kok hehehe..." Jawab Tasya sambil mengelus-elus rambut Jessie.


"Oh iya ... kamu tumben kesini nggak bilang-bilang dulu?" lanjut Tasya sambil berjalan ke dalam kamar Jessie lalu duduk di bibir ranjang.


"Hufft....aku tuh udah telepon kamu berkali-kali nggak di angkat makanya aku memutuskan buat kesini." Jessi mengeluh.


"Maaf ... aku nggak dengar" sambung Tasya.


"Bagaimana mau dengar, orang lagi asik bercinta" saut Jessie dengan nada mengejek yang akhirnya membuat mereka berdua tertawa.


"Oh iya aku kesini tuh mau cerita, kamu tahu kan teman SMP kita Bryan collin yang sekarang jadi actor terkenal itu." kata Jessie


"Cinta pertama kamu kan? tentu saja ingat kita kan dulu lumayan dekat sama dia." jawab Tasya sedikit menggoda sahabatnya.


"Iya iya cinta pertama, aku tuh kesel tau nggak masa aku tadi di DS entertainment ketemu sama dia, dan masa dia nggak kenal sama aku." cerita Jessie yang terlihat sangat kesal.


"Ah masa sih? waktu itu aja yang aku cerita ke kamu ketemu Bryan di pesta, ingat nggak? itu saja dia ingat aku kok, masa sih dia nggak ingat kamu." sambung Tasya yang seakan tak percaya.


"Entahlah, dia bahkan begitu yakin mengatakan kalau nggak pernah punya teman SMP yang namanya Jessie." Jessie makin kesal.


"Ya sudah jangan di pikirin lagi!" Tasya menenangkan Jessie.


"Oh iya nanti aku mau makan malam sama Daren, Ikut yuk." ucap Jessie


"Okay....kamu yang traktir kan?" jawab Tasya.


"Siaappp" saut jessie.


~Bersambung~