My Annoying Star

My Annoying Star
Pemotretan



Ke esokan harinya Jessie terbangun dari tidurnya. Seperti biasa hal pertama yang dia lakukan adalah mengecek ponselnya. Dia melihat ada beberapa pesan masuk, salah satunya dari Edward. Pesan pertama yang Jessie buka tentu saja dari kekasihnya, Edward.


-


"Selamat pagi cintaku"


"Apakah tidurmu nyenyak?"


"Aku sangat merindukanmu"


"Bisakah kita makan malam bersama malam ini?"


-


Seperti itulah pesannya. Jessie pun membalas pesan tersebut.


-


"Selamat pagi juga sayang"


"Tidurku sangat nyenyak sampai aku lupa memimpikanmu"


"Aku juga sangat merindukanmu"


"Aku masih belum tahu, karena hari ini ada pemotretan. semoga saja cepat selesai, nanti aku kabari lagi ya"


Pesan di kirim.


"Kemudian Jessie membuka pesan lain satu per satu dan yang terakhir dia buka adalah pesan dari Bryan.


-


"Hari ini pemotretan di mulai pukul 10.00 pagi"


"Kalau bisa pukul 08.00 sudah ada di lokasi"


-


Jessie menoleh ke jam yang berada di sebelah kanan atasnya yang menunjukan pukul 06.15 lalu menatap layar ponsel lagi.


"Aku masih punya banyak waktu, lagi pula lokasinya Nggak terlalu jauh." kata jessie.


Jessie meletakkan ponselnya lalu pergi mandi dan bersiap-siap. Saat ini pukul 07.00, Jessie terlihat rapi dan siap untuk berangkat.


"Baiklah semua sudah lengkap, saatnya meluncur." kata jessie dengan penuh semangat.


Jessie keluar dari apartmentnya, mengunci pintu lalu menuju lift.


"Ding...dong" lift terbuka, lalu dia pencet lantai G.


Beberapa saat kemudian.


"Ding...dong" lift terbuka, Ia keluar menuju lobby. Disana ada sebuah taxi yang Ia pesan melalui aplikasi sudah menunggunya, jessie pun langsung menaikinya.


Taxi melaju, lalu setelah beberapa menit taxi pun berhenti di tujuan. Jessie pun segera turun setelah dia membayar. Ia lalu berjalan masuk ke dalam studio, ternyata Bryan dan crew lain sudah ada di sana.


"Selamat pagi" sapa Jessie sambil tersenyum.


"Selamat pagi" Jawab semua orang.


Jessie pun menghampiri Bryan yang tengah duduk menikmati secangkir kopi. Bryan berdiri lalu menarik tangan Jessie lalu berjalan ke sebuah ruangan. Ruangan ini sering di gunakan para artis untuk mengganti baju dan merias wajah. Saat sampai di dalam ruangan Bryan langsung menutup pintu, lalu Ia lepaskan tangan Jessie.


Bryan berbalik ke arah Jessie sambil membuka kancing bajunya. Jessie terlihat terkejut lalu menutupi matanya dengan kedua tangan.


"Ma...mau apa kamu? Jangan macam-macam!" kata Jessie yang mulai gugup.


"Hahahahha" tiba-tiba Bryan tertawa.


"Kamu.....kamu seneng banget iseng sih" kata Jessie dengan wajah yang berubah kesal.


"Siapa yang iseng? kamunya saja yang GRan." Jawab Bryan sambil tertawa.


Jessie semakin kesal, lalu dia berjalan ke arah baju-baju yang di gantung di sebelah kanan. Ia memilih beberapa baju yang akan di gunakan Bryan. Ia berjalan ke arah Bryan sambil membawa satu setel baju, menyuruhnya mengenakan baju tersebut. Bryan mengambil baju tersebut dari tangan Jessie lalu dia berbalik dan berjalan ke arah toilet untuk mengganti baju.


"Bagaimana?" tanya Bryan.


"Ah...Bagus" jawab Jessie.


"Coba pakai ini" kata Jessie sambil menyodorkan sepatu berwarna putih yang Ia pilih.


Bryan pun langsung memakainya.


Jessie menatap dari kepala sampai kaki Bryan untuk memastikan semuanya sudah ok. Lalu saat matanya sampai di kaki Bryan, Jessie langsung jongkok sambil menunduk untuk mengikat tali sepatunya. Jessie bangun lalu berjalan memutari Bryan .


"Oke...perfect" kata Jessie.


Bryan berjalan ke arah meja rias lalu duduk di kursi, lalu menoleh ke arah Jessie.


"Apa kau tidak lelah berdiri terus?" katanya.


"Hah?" ucap Jessie.


"Duduklah!" Perintah Bryan.


Jessie pun berjalan ke arah Bryan lalu duduk di kursi sebelahnya.


Bryan memainkan ponselnya lalu menelepon seseorang.


"Masuklah" katanya, lalu menutup panggilan.


"Tok...tok" seseorang mengetuk lalu membuka pintu.


Seorang perempuan yang kira-kira 5 tahun lebih tua dariku masuk dengan membawa sebuah koper. Kemudian dia berjalan ke arah Bryan dan aku yang sedang duduk.


"Sorry ya Bry....aku telat, soalnya jalanan lumayan macet dari arah rumahku." Kata Perempuan tadi.


"Nggak apa-apa kok kak, lagi pula kita masih punya waktu kok." jawab Bryan.


"Oh iya kenalkan ini Kak Samara panggilannya Kak Sam, dia yang bertanggung jawab sama make up sama menata rambutku" kata Bryan.


"Halo Kak Sam....Namaku Jessie" sapa Jessie sambil mengulurkan tangan.


"Hai Jessie....aku sudah banyak mendengar tentangmu dari Bryan." jawab Sam sambil menjabat tangan Jessie.


"Hah? memangnya Bryan cerita apa tentangku? tanya Jessie bingung.


"Ah sial aku lupa memberi tahu kak Sam lagi" bathin Bryan.


Bryan seperti akan menghentikan Sam bicara namun terhenti karena tiba-tiba Jessie menatapnya tajam.


"Ya tentang kamu dan dia yang dulu satu sekolah." lanjut Sam menjelaskan.


Jessie yang mendengarnya pun terkejut, lalu menghampiri Bryan dan menatapnya seolah minta penjelasan.


"Baiklah....aku memang berbohong bahwa aku nggak ingat kamu. Aku cuma mau mengisengi kamu saja karena sudah lama sekali aku tidak mengisengi kamu." Bryan mencoba menjelaskan pada Jessie.


"Kamu tuh jahat banget tahu nggak, aku pikir kamu benar-benar nggak ingat sama aku." kata Jessie sambil memukul-mukul badan Bryan.


Bryan pun berdiri kemudian memeluk Jessie yang masih memukulinya.


"Sudah....sudah....ayo Bry kamu harus make up." kata Sam.


Bryan pun melepas pelukannya, lalu mendudukkan Jessie di kursinya kembali. Kemudian Ia sendiri duduk kembali, lalu Sam mulai merias wajahnya.


Jessie yang duduk menghadap kaca, memiringkan kepalanya sambil menatap wajah Bryan yang sedang di rias. Sesekali tanpa dia sadari bibirnya tersenyum.


Samara selesai merias wajah dan menata rambut Bryan.


Seseorang membuka pintu yang ternyata Ares.


"Bry sudah siap?" tanyanya.


Bryan mengacungkan jempolnya lalu Ares keluar, kemudian Bryan pun berdiri dan menyusulnya keluar untuk memulai pemotretan.


~ Bersambung ~