
"Halo... selamat siang Miss Jessie." ucap Bryan sambil berjalan ke arah Jessie lalu mengulurkan tangannya.
"Halo Mr. Bryan." Jawab Jessie sambil menyalami Bryan.
"Apa-apaan ini kenapa si brengsek ini ada di sini?." tanya Jessie dalam hati.
Kemudian Bryan duduk tepat di sebelah kanan Jessie .
"Apa lagi ini? Kenapa dia duduk di sebelahku?" Bathin Jessie lagi.
Saat ini Jessi benar-benar mati gaya, dia berada di sebuah ruangan dan hanya berdua saja dengan seorang bintang top Bryan collin yang tak lain adalah cinta pertamanya.
"Aahhh ini benar-benar gila, apa yang harus aku lakukan?" lagi-lagi Jessie berkata dalam hatinya, kali ini sambil menggosok-gosokkan tangannya ke paha.
Bryan yang menyadari kalau Jessie sedang grogi pun tertawa, lalu Jessie menatapnya heran.
"Aku tahu kamu grogi, tapi kamu nggak perlu terlalu jelas memperlihatkannya." Ucap Bryan yang menggoda Jessie.
"Grogi? Saya? hahha.... Nggaklah." kata Jessie mencoba menyangkal.
Bryan hanya tersenyum mendengarnya.
Lalu tiba-tiba seseorang membuka pintu dan masuk keruangan, ternyata dia adalah Mr. Alan.
"Terima kasih Tuhan.....Akhirnya engkau menyelamatkanku." kata Jessie dalam hati.
"Maaf saya terlambat Miss Jessie." kata Mr. Alan sambil duduk di sisi lain meja dan menghadap ke jessi dan Bryan.
"Tidak apa-apa kok" Jawab Jessie.
"Baik langsung saja, karena Mr. Bryan punya jadwal lain." kata Mr. Alan.
"Karena akhir-akhir ini Mr. Bryan memiliki jadwal yang sangat padat, selain sebagai seorang aktor beliau juga seorang penyanyi, dan juga penata gaya yang lain sedang sibuk mempersiapkan untuk debut idol baru kami, maka kami memutuskan bahwa mulai hari ini Miss Jessie yang akan bertanggung jawab sebagai penata rias Mr. Bryan collin." lanjutnya menjelaskan.
"Apa?" Jessie yang terkejut mendengarnya langsung berdiri.
Bryan hanya tertawa melihat ekspresi Jessie.
Jessie yang sadar kalau dia berlebihan pun kembali duduk.
"Maksudnya saya harus jadi penata gaya pribadi dia?" tanya Jessie sambil reflek menunjuk Bryan, lalu setelah Ia menurunkan jarinya setelah sadar.
"Kenapa? Apakah anda keberatan nona Jessie?" tanya Bryan.
"Tidak sama sekali." Jawab Jessie tegas.
"Baiklah kalau seperti itu, berarti nona Jessie bisa langsung ikut saya ke lokasi shooting syuting dong hari ini?" ucap Bryan.
"Hah?" Jessie menatap Mr. Alan lalu Ia mengangguk.
Perasaan Jessi benar-benar campur aduk, di satu sisi dia senang bekerja di salah satu perusahaan Entertainment terbaik tapi di satu sisi Ia kesal harus menerima kenyataan kalau artis yang akan dia tangani adalah cinta pertamanya yang bahkan tak ingat padanya.
Jessie beranjak dari kursinya lalu berbalik ke arah Bryan.
"Saya permisi ke toilet dulu" kata Jessie kepada Bryan.
"Silahkan" kata Bryan.
Jessie pun meninggalkan Bryan sendirian dalam ruangan lalu keluar dan menuju toilet.
Sedangkan Bryan yang masih tetap di tempat duduknya senyum-senyum sendiri.
~ Flashback ON ~
Ini adalah hari pertama Jessie ke gedung DS Entertainment untuk tanda tangan kontrak kerja, ya lebih tepatnya kemarin.
Bryan yang bertemu Jessie, mengaku tidak pernah mengenalnya saat Jessie berkata kalau mereka pernah bersekolah di SMP yang sama, Sebenarnya Bryan berbohong.
Setelah berpisah dengan Jessie Bryan pun masuk ke dalam ruang meeting, di sana masih ada Mr. Alan.
"Hyung...gadis yang barusan keluar itu, ada urusan apa kemari." tanya Bryan.
"Oh Miss Jessie? dia akan jadi penata gaya baru di Agency kita." jawab Mr. Alan.
"Boleh nggak kalau dia jadi penata gayaku saja?" tanya Bryan setengah memohon.
"Kamu kan sudah punya penata gaya."
"Tapi kan penata gayaku kadang masih sibuk mengurusi artis lain, hyung. Lagi pula sebentar lagi kan kita mau debutin idol group baru. Biarin saja penata gaya lamaku mengurusi ade-ade yang baru mau debut itu. Jadi biar gadis barusan saja yang jadi penata gaya khususku. ya hyung...please!!!" kali ini dia benar-benar terdengar seperti memohon.
"Jujur deh kamu ada hubungan apa sama Miss Jessie?" tanya Mr. Alan mulai curiga.
"Dia teman sekolahku dulu, tapi hyung pura-pura saja nggak tahu. Karena aku baru saja membohonginya dengan berpura-pura tak mengenalnya." kata Bryan.
"Baiklah kalau begitu" jawab Mr. Alan.
"Berarti deal ya, Jessie jadi penata gayaku?"
"Iya deal"
"Tapi hyung jangan kasih tahu siapa pun termasuk Jessie kalau aku yang minta dia jadi penata gayaku."
"Iya...Iya."
"Terima kasih hyung" ucap Bryan sambil memeluk Mr.Alan.
"Sudah lepaskan!!" kata Mr. Alan sambil menepis Bryan yang kekanak-kanakan.
~ Flashback OFF ~
~ Bersambung ~