
Reno merasa bersalah kepada Mita, karna ulahnya. Hingga Reno tidak bisa melupakan Mita. Putri berfikir, begitu bahagianya Mita menjadi wanita yang bisa membuat Reno jatuh cinta hingga tidak bisa melupakannya.
Putri kecewa dengan sikap Reno. Putri berusaha melupakan Reno walau sulit. Putri mencari kesibukan untuk melupakannya.
Saat Putri sudah berusaha membuang perasaan itu, tiba-tiba Reno mengechat Putri dan iya curhat. Iya bingung dengan perasaannya.
Kadang Mita ngambek karna tidak di balas chatnya, sehingga membuat Reno bingung harus bagaimana. Di sisi lain Mita sudah punya suami. Putri memberikan jawaban atas kebingungan Reno.
"Lebih baik kamu menghindar, daripada ada yang tersakiti karna hubungan kalian, apa kamu ngk kasian sama suaminya?" kata Putri. "Aku kasian mbk sama suaminya, tapi aku ngk bisa" Kata Reno. "Kalo kasian iya tinggalin dya,ngk pakai alasan, apa kamu ngk takut kalau suatu saat kamu diposisi seperti suaminya Mita? Ketika kamu punya istri, istri kamu masih komunikasi sama mantannya yamg belum kelar" kata Putri. "Benar juga iya mbk" kata Reno.
Putri sudah tidak menaruh harapan lagi kepada Reno karna sudah kecewa dengan Reno, hingga iya bersikap cuek saat bertemu Reno. Semenjak kejadian itu Putri berusaha mencari kesibukan-kesibukan lain dan mencoba membuka hati untuk orang lain yang benar-benar ingin serius dengannya.
Diusia Putri yang beranjak 25 tahun, iya menata hidupnya menjadi lebih baik lagi. Iya lebih selektif mengenal pria yang akan dijadikannya suami. Suatu hari ada pria yang tiba-tiba masuk di kehidupan Putri yaitu Aldi.
Aldi adalah seorang pengusaha depot, walaupun depotnya belum besar tapi cabangnya ada dimana-mana. Putri dan Aldo mengenal dari sosial media.
Putri mencari teman-teman baru supaya iya bisa melupakan Reno.
Aldi merasa nyaman ngobrol dengan Putri. Seperti teman lama yang udah kenal, padahal mereka baru ketemu. Mereka ngobrol berdua sampai lupa akan waktu yang sudah malam. Setelah itu mereka pulang.
Pertemanan mereka berlanjut hingga Aldi jatuh cinta kepada Putri. Aldi berencana akan mengatakan cinta pada Putri di pertemuan berikutnya. Setiap hari mereka saling memberi kabar, walaupun mereka belum pacaran.
Tiba-tiba Aldi video call kepada Putri dengan keadaan mabuk, iya menyuruh Putri untuk datang di tempatnya. Putri berfikir "kok cowo seperti itu iya? nyuruh cewe malam-malam ke tempatnya, dan itu kan ngak beretika".
Putri menghiraukan ajakan Aldi. Keesokan harinya, Putri menanyakan maksud, dan Aldi minta maaf atas kejadian itu karna waktu itu iy sedang mabuk. Dengan enaknya Aldi minta maaf kepada Putri "Aku minta maaf iya, semalam aku mabuk. Jadi aku agak lupa ngomong apa ke kamu". Dengan cuek dan marah Putri menjawab "iya deh, lain kali kamu itu jangan seperti itu, kalo mabuk jangan hubungi aku".
"Iya-iya, ngk kayak gitu lagi. aku janji" kata Aldi.