
Pada malam itu, Putri telah sampai di tempat dimana Reno sudah menunggu. Putri bingung dan jalan terus di keramaian mencari keberadaan Reno. Tiba-tiba telpon Putri berbunyi dan itu dari Reno.
"Halo mbak, mbk mundur saja, aku tadi liyat mbak, aku di dalam mbak" "ohw iya" kata Putri. Akhirnya Putri balik arah dan di ujung meja Putri melihat Reno malambaikan tangan. Putri melihat Reno dengan tersenyum.
Akhirnya mereka bertemu dan ngobrol ber2. "Mas, dari tadi disini?" kata Putri, "iya mbak, temen-temen ngk ada yang kesini, coba mbk hubungi Lina". "Oke, aku chat dulu iya" kata Putri. Lina adalah anggota dari komunitas tersebut.
Putri mulai ngechat Lina "Lin, bisa ngak kesini? aku sama mas Reno disini, di taman". "Maaf mbak, aku ngak bisa, aku ada kondangan, maaf iya mbak". "oh ya ngak apa-apa kok Lin" kata Putri.
Kemudian Putri memberitahukan kepada Reno. "Mas, Lin ngak bisa ikut karna dya ada kondangan" kata Putri. "ohwalah begitu, iya udah mbak biarin saja" kata Reno.
Dalam hati Putri senang sekali saat Lina ngak bisa datang, karna mereka bisa ngobrol ber2. Dan begitu bahagianya Putri bisa ngobrol ber2 bersama Reno karna Reno orangnya jarang sekali pergi ber2 bersama teman komunitasnya.
Reno bercerita tentang keluraganya, tentang mantan kekasihnya, dan banyak lagi. Putri cuman bisa menjawab iya dengan tersenyum. Pada malam itu, perasaan Putri senang sekali, serasa seperti mimpi yang diinginkan semenjak melihatnya.
Mereka ber2 bercanda tawa, hingga mereka tidak sadar kalo hari mulai malam.
Putri hanya memandangnya dengan senyum, walau diajak bicara, Putri tetap senyum dengan jawaban iya. Sungguh sangat bahagia waktu.
Tiba-tiba hujan deras malam itu, Putri duduk di pinggir meja. Reno menawarkan diri untuk pindah tempat duduk. "Mbak, bisa pindah dekat saya, daripada mbk kehujanan loh"kata Reno. "Iya mas, nanti saja, belum deras nih, hehehehe".
"Mas, aku boleh pindah tempat duduk ngk?" kata Putri. "Boleh mbak, silahkan sebelah saya" kata Reno. Mereka ber2 menunggu hujan reda untuk segera pulang. Reno dan Putri ber2an menunggu hujan yang tidak henti.
Putri tidak ingin menyudahi pertemuan tersebut. Dalam hati Putri berbisik "iya Tuhan tolong hentikan waktu ini, aku ingin ber2 seperti ini terus dengan Reno". Waktu itu, Putri benar-benar tidak bisa move on dari peristiwa itu.
Mereka semakin dekat duduknya, sehingga jantung Putri semakin deg-degan waktu itu. Reno menawarkan permen kacang kepada Putri, sambil makan dan bercanda tawa Putri memakannya. Tiba-tiba hujan reda, mereka akan berpamitan pulang.
Ketika Putri mau membayar, Reno menolaknya. "Mbak, ngak usah di bayar, biar aku saja" kata Reno. "oh iya mas, trimakasi" kata Putri. "Iya mbak, sama-sama" Reno membayar semua pesanan mereka. Sambil menunggu penjual memberikan totalan, tiba-tiba di bibir Putri ada bekas permen kacang.
"Mbak, maaf itu" kata Reno sambil menunjuk bibir Putri. "Ada apa sih mas?" kata Putri. Kemudian tangan Reno mengelap bibir Putri. Jantung Putri semakin bedegup kencang. Putri semakin tidak bisa move on atas kejadian itu.
Sampai di kostan, Putri masih teringat kejadian tersebut hingga iya tidak bisa tidur karena kejadian tersebut. Putri tersenyum-senyum sendiri mengingat kejadian itu. Kemana-mana iya tersenyum sendiri.