Me, You, and....

Me, You, and....
Episode 12



Ke esokan harinya Putri berangkat pukul 09.00 Wib ke kantornya. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu tok, tok, tok "assalamualaikum, pemisi". "walaikumsalam, silahkan masuk mbak Yola". "Iya mbak" jawab Yola.


Yola pun mengenalkan adiknya bernama Tika. "Mbak Put, kenalin ini adik aku, namanya Tika". "Hai mbak, aku Tika", sambil mengulurkan tangan. "Aku Putri mbk" jawab Putri sambil memgulurkan tangan. "Mbak, di tunggu sebentar iya, 30 menit lagi bosnya datang". "Iya mbk Put" jawab Yola.


Tepat pukul 10.00 wib, bos Putri tiba di kantor. Bosnya Putri langsung menuju ruangannya. Tiba-tiba telepon berbunyi dari dalam kantor, "Hallo pak, ada yang bisa dibantu?" tanya Putri. "Put, tolong anterin mbak Yola dan adiknya ke ruangan saya" perintah bos Putri. "Iya pak" jawab Putri. Putri menyampaikan pesan bosnya kepada Yola dan adiknya. "Mbak, ayo ikut saya ke ruangannya bapak". "Iya mbak Put". jawab Yola. Putri, Yola dan Tika berjalan menuju ruangan pimpinan. Tepat di depan pintu, Putri pun mengetuk pintu ruangan pimpinannya. Tok, tok, tok "permisi pak, boleh saya masuk" tanya Putri. "Iya Put, masuk saja" jawab bos Putri.


Putri pun masuk dan memberitahukan kedatangan Yola dan Tika "Pak, ini mbk Yola dan adiknya yang mau kerja disini". "oh iya, silahkan duduk mbak". "Pak, saya mau kembali ke meja saya, untuk ngelanjutin pekerjaan saya ya pak". "Iya Put, silahkan" jawab bos Putri.


Putri pun beranjak meninggalkan ruangan pimpinan menuju meja kerjanya. Setelah sampai di meja kerjanya, Putri pun melanjutkan kerjaanya yang belum selesai. Setelah 1 jam Putri mengerjakan pekerjaannya. Tiba-tiba Yola muncul dan berpamitan bersama adiknya. "Mbak Put, saya balik dulu iya, besok adik saya sudah mulai kerja disini" kata Yola. "Iya mbak Yola, see you tomorow ya mbak Tika" kata Putri. "Iya mbak" jawab Tika. "Iya sudah mbak, hati-hati iya, jangan lupa besok iya jam 09.00 wib, jangan sampai telat". "iya mbak" jawab Yola dan Tika.


Ke esokan harinya, Tika memulai hari pertama bekerja, dan Putri menyerahkan pekerjaannya yang telah ia kerjakan semenjak patnernya yang dulu tidak bekerja. "Mbak, ini file yang aku kerjakan biasanya, nanti mbak bisa lanjutin disini" perintah Putri. "Iya mbak" jawab Tika.


Mendengar jawaban Tika yang bisa mengerjakan Putri pun lega dan mengerjakan pekerjaan yang lainnya. Tiba-tiba Tika mengalami kendala. "Mbak Put, ini bagaimana iya mbak, kok file yang saya ketik hilang?" tanya Tika. "Lah gimana bisa hilang mbak, aku ajah dari kapan hari mengerjakan ngak ada yang hilang kok" jawab Putri. "Sini deh mbk lihat sendiri" kata Tika sambil menunjuk komputernya.


Putri beranjak dari tempat duduknya dan menuju komputer Tika. Putri mengecek dan ternyata Tika berada di lembaran sebelahnya yang kosong. "Ya ampun mbak, mbak ini keliru ngeklik, ini mbaknya di lembaran satunya, ya jelas ngk ada lah, lah masuknya kemana di lihat yang mana" jengkel Putri dengan sikap Tika. "Loh, iya ta mbak? tanya Tika.


"Ini lihat baik-baik iya mbak Tika, filenya mbak Tika yang mbak Tika ketik berada di lembaran 1, mbak Tika buka di lembaran 2. Jelas kosonglah mbak" kata Putri yang mulai agak greget. "oh iya mbak, maaf iya mbak Put" Kata Tika.


Putri pun mendiamkan Tika waktu itu dan beranjak menuju kursi tempat ia bekerja.


Putri pun mulai melanjutkan pekerjaannya, dan Putri kecewa dengan pemikirannya tentang Tika yang disangka pintar seperti kakaknya.


Hari mulai sore, waktu mulai sudah menunjukan pukul 17.00 wib, Putri pulang menuju kostnya. Sementara itu di kostan Putri, ia mempunya tetangga bernama Nadia dan Ibu Ela. Nadia kost disitu bersama dengan suaminya yaitu Dani. Sedangkan Bu Ela adalah teman dari Ibu kost dan ia seorang janda yang tidak mempunyai anak. Nadia adalah seorang pegawai apotik yang tak jauh dari kostnya, ia bekerja shift di apotik tersebut. Suatu hari Ibu dari Nadia datang ke kostan Nadia, ketika itu Nadia tidak bisa menemani sang Ibu di rumah karna bekerja, suaminya pun juga bekerja.


"Di atas kan ada Ibu ku, aku minta tolong jagain ibuku sampai aku pulang kerja nanti iya jam 22.00 wib, jaganya ngak repot kok Put, kalo iya butuh mau apa, tolong kamu benahin, nanti aku traktirin kamu makan" kata Nadia. "Iya mbak aku usahain, mbak ngk usah repot repot beli'in aku makan, aku bisa beli sendiri" kata Putri. "Ngak apa-apa Put, aku berangkat dulu iya Put" kata Nadia. "Iya mbak, hati-hati di jalan" jawab Putri.


Setelah bertemu Nadia di pintu pagar, Putri pun beranjak menuju kamar kost yang letaknya di lantai atas. Setelah sampai di depan kamar Putri, Putri melihat seorang Ibu tua dan Bu Ela sedang ngobrol di teras depan kamar kost Bu Ela. Bu Ela mengetahui kedatangan Put. "Hei Put, mari kesini. ada Ibunya Nadia ini loh" kata Bu Ela. "Iya bu" jawab Putri.


Bu Ela memperkenalkan Ibunya Nadia ke Putri "Put, ini ibunya mbak Nadia, Bu ini Putri teman kostnya mbak Nadia" kata Bu Ela. "Iya Bu, saya Putri" kata Putri.


Mereka pun ngobrol di depan kamar Bu Ela. Hingga waktu adzan magrib pun berkumandang. "Udah waktunya adzan, saya mau sholat dulu iya Bu" kata Putri.


"Iya Put, saya juga mau sholat juga" Kata bu Ela. "Saya juga sholat dulu Put" kata Ibunya Nadia. Putri pun menuju kamar mandi untuk mandi dan kemudia berwudhu. Setelah keluar dari kamar mandi, ia melihat Ibunya Nadia yang sedang mengambil air wudhu. "Bu, saya bantuin ambilin air iya bu" kata Putri. "Iya nak, trimakasi" kata Ibunya Nadia.


Setelah memberikan air kepada Ibunya Nadia, Putri beranjak menuju kamarnya dan mulai sholat.


Sambil menonton tv, tiba-tiba waktu menunjukan pukul 22.30 wib, Nadia mulai datang dan tiba-tiba mengetuk pintu kamar Putri. Tok, tok, tok terdengar suara ketukan pintu. "Put, Putri" kata Nadia. Putri pun beranjak dari tempat tidurnya membuka pintu kamarnya. Setelah Putri membuka pintu kamarnya, ia melihat Nadia membawa bungkusan bakso dan memberikannya kepada Putri. "Apa ini mbak Nad" sambil menerima bungkusan dari Nadia. "Itu bakso Put, ambil saja" kata Nadia. "Iya mbak, trimaksi iya mbak" kata Putri.


Putri pun menutup pintu kamarnya, ia mulai makan bakso dari Nadia. Tiba-tiba terdengar suara Nadia minta tolong kepada Putri untuk membangunkan ibunya yang tidak bisa bangun dari tempat tidurnya kalo tidak dengan bantuan orang lain. "Put, aku minta tolong" teriak Nadia. Putri pun membuka pintu dan menuju kamar Nadia yang tidak di tutup waktu itu. "Iya mbak, minta tolong apa" kata Putri. "Tolong bantu aku menarik tangan ibu aku yang sebelah, ia tidak bisa berdiri sendiri, dari tempat tidur kalo udah tidur kayak gini" kata Nadia. Putri pun membangunkan Ibunya Nadia dari sebelah kiri dan tangan sebelah kanan Nadia. Ibunya Nadia mempunyai postur tubuh yanh besar sehingga Nadia tidak mampu menariknya sendirian. Akhirnya mereka ber2 bisa mengangkat Ibunya Nadia dari tempat tidur.


Hari mulai berganti, dan waktu menunjukan pukul 04.30 wib waktu subuh. Pada waktu Putri keluar dari pintu kamarnya, tiba-tiba berpapasan dengan Nadia yang akan menuju kamar Putri untuk menarikkan ibunya Nadia. "Put, aku minta tolong lagi boleh" kata Nadia. "Iya boleh mbak, apa ya?" jawab Putri. "Tolong bangunkan ibuku kayak semalam Put" kata Nadia.


"Iya mbak" kata Putri. Setelah itu Putri membantu membangunkan Ibunya Nadia.