
Pak Parman pun kaget dan berkata "mas Joe ngak apa-apa kan? Apa mamanya mas Joe udah tau?". Joe pun menjawab "saya ngak apa-apa kok pak, mama juga sudah tau kok pak, ya sudah pak saya masuk dulu mau istirahat pak, capek banget". "Iya mas, silahkan" kata pak Parman. Pak parman pun kembali berjaga di pos rumahnya Joe dan Joe masuk kedalam rumah untuk istirahat. Saat Joe masuk kedalam rumah, Joe melihat mamanya sedang menyiapkan makan malam, tetapi Joe tidak begitu selera makan malam itu. Mamanya pun mengajak Joe untuk makan "ayo nak makan dulu, mama masakin makanan kesukaan kamu loh" kata mama Joe. "Joe lagi males makan ma, Joe mau tidur dan istirahat ma, karna besok Joe banyak kerjaan" kata Joe. Mamanya pun ngak bisa memaksa Joe untuk makan. Akhirnya mama Joe makan sendiri di meja makan, semenjak meninggalnya ayahnya Joe, ia makan sendiri jika Joe tidak selera untuk makan. Mama Joe makan sendiri tanpa di temani Joe, kemudian ia berfikir untuk mengajak asisten rumah tangganya untuk menemaninya makan malam. "Mbak Sri, bisa kesini ngak?" Teriak mama Joe memanggil asisten rumah tangganya. Mbak Sri berlari menuju meja makan "iya bu, ada yang bisa saya bantu?" Kata mbak Sri. "Mbak Sri temenin saya makan ya" kata mama Joe. Tanpa menolak ajakan sang majikan asisten rumah tangganya pun menjawab "Iya bu", Mbak Sri mulai duduk di meja makan. Sementara sang majikan mengambilkan makanan di piringnya. Mbak Sri pun bingung dengan tingkah majikannya, iya pun mulai bertanya kepada majikannya "Bu, apa boleh saya tanya sesuatu?", majikannya pun menjawab "iya mbak sri, mau tanya apa?". "Jadi, begini bu, sebelumnya saya minta maaf kalau saya ingin tau kenapa ibu tiba-tiba mengajak saya makan satu meja makan bersama, sedangkan saya kan asisten rumah tangga dan ibu majikan saya" kata mbak sri dengan penasarannya. Ibu pun menjawab dengan senyum "Saya bosen sendiri mbak sri, semenjak suami saya tidak ada, saya makan sendiri, anak saya pun kadang ngk selera makan, padahal saya udah masakin makanan kesukaannya. Mbak sri jangan berfikir kalau mbak sri ngak pantas satu meja makan dan makan bareng sama saya, kita sesama manusia mbak, jadi mbk sri ngak usah sungkan kalau saya yang nyuruh, sebenarnya kalau saya makan sendiri, saya ingin ngajak mbak sri makan bareng, tetapi saya liyat mbak sri sibuk banget jadi saya ngak brani manggil ngajak makan". Mbak Sri pun menjawab "iya bu, kalau ibu ngak ada temannya makan, ibu bisa panggil saya untuk temani ibu". "Iya mbak sri, saya akan panggil mbak sri kalau saya ngak ada temannya makan". Mbak Sri hanya menjawab dengan tersenyum tanda ia menjawab pernyataan majikannya. Mereka melanjutkan makan malamnya, setelah mereka makan, mbak sri membersihkan piring-pring di meja yang kotor dan di bawanya ke belakang untuk di bersihkan. Setelah makan malam, mama Rita membuatkan Joe susu dan mengantarnya ke kamar Joe. Mama Rita mulai masuk kamar Joe dengan mengetuk pintu, tetapi tidak di bukakan oleh Joe. Akhirnya mama Rita masuk ke kamar Joe, dan ia melihat Joe sudah tertidur pulas. Mama Rita tidak berani membangunkan Joe yang sedang tertidur karna Joe terlihat capek sekali, mama Rita tetap menaruh susu tersebut di meja Joe. Setelah Mama Rita menaruh susu tersebut, ia meninggalkan kamar Joe dan ia ke kamarnya sendiri untuk istirahat. Tepat pukul 24.00 wib, tiba-tiba Joe terbangun dan saat terbangun. Joe melihat ada segelas susu di mejanya. Joe pun segera meminumnya, setelah meminumnya ia melanjutkan tidurnya kembali hingga pagi. Pada pukul setengah 5 pagi, adzan subuh pun berkumandang, Joe terbangun dan segera untuk melaksanakan sholat subuh. Mama Rita pun juga terbangun, mereka sholat berjam'ah dengan asisten rumah tangga dan satpam dirumahnya. Setelah mereka mengerjakan sholat, Joe menyiapkan materi meeting dengan kliennya pagi hari itu sebelum ia berangkat kerja. Sedangkan Mama Rita menyiapkan sarapan pagi untuk Joe. Pada pukul 07.00 wib, sarapan sudah tersedia di meja makan, mama Rita memanggil Joe untuk segera sarapan sebelum Joe berangkat kerja. "Nak sarapan dulu, kerjanya dilanjut dikantor ajah nanti" kata mama Rita. Mendengar mamanya memanggilnya Joe pun menjawab "iya ma" Joe segera membereskan pekerjaannya dan ia ganti pakaian untuk persiapan berangkat bekerja. Setelah Joe ganti pakaian, ia menuju meja makan untuk sarapan. Tiba-tiba Joe bilang ke mamanya untuk meminjam mobilnya untuk bekerja karna mobilnya harus di bawa ke bengkel. "Ma, aku boleh pinjam mobilnya ngak? Mobil aku harus ke bengkel ma" kata Joe. Mamanya pun menjawab "tapi hari ini mama ada arisan sama mamanya Keysa, apa kamu diantar sopir dulu ajah?". Joe pun menjawab "iya deh, aku pakai sopir ajah, daripada nanti aku disuruh mama nganter mama dan nungguin mama, mending aku diantar sopir". Joe pun mulai berangkat kerja diantar oleh sopirnya. Didalam mobilnya ia menelpon bengkel untuk ambil mobilnya di rumah, ia tak lupa memberikan kuncinya kepada satpam rumahnya sebelum ia berangkat kerja. Joe pun menelpon bengkel langananya untuk mengambil mobilnya "hallo, ko ini saya Joe yang biasanya langgan service mobil di bengkelnya koko, bisa service tapi ambil mobilnya di rumah saya seperti biasanya?" Kata Joe. "Bisa mas, ini nanti saya langsung ke rumahnya mas Joe, yang perlu di perbaiki yang mana yang mas?". "Bagian bodynya ajah baret, trus tolong dicek sekalian, nanti saya ajah yang ambil mobilnya kalau udah selesai, ngak usah dianter dirumah" kata Joe. "Iya mas" kata pemilik bengkel tersebut. Joe menutup telponya dan telah sampai di kantornya. Di depan halaman kantor, Joe melihat mas Adi sedang menyuci motornya. Kemudian Joe ingat dengan motornya Putri, Joe pun menegur dan bertanya kepada mas Adi "Pagi mas, gimana motornya yang kemarin? Apa sudah bisa diambil? Apa sudah di bayar?" Mas Adi pun menjawab "Motornya belum selesai pak, besok sepertinya selesai, semua belum dibayar pak" "Nanti kalau mas Adi mau ambil, minta uang di bagian accounting daja ya mas" kata Joe. "Iya pak" jawab Adi. Setelah Joe ngobrol dengan Adi, ia pun masuk ke kantor dan melanjutkan materi yang akan di bahas untuk meeting. Tepat pukul 10.00 wib Joe pun mulai untuk meeting dengan kliennya.
Dipagi itu, saat dirumah sakit, Putri kehabisan obat dan harus menebus obat untuk sakitnya. Putri bingung harus bagaimana, dan akhirnya Nina memutuskan untuk langsung mengambil ke apotik. Sebelum mengambil di apotik, Nina pun bertanya kepada bagian administrasi mengenai resep tersebut apakah bisa dibayar nanti atau tidak. Nina pun menemui bagian administrasi. "Mbak, ini saya mau ambil obat, tapi bayarnya nanti bisa ngak mbk? Karna yang tanggung jawab adik saya ini, orangnya masih kerja, kemarin sih bilangnya gitu" kata Nina sambil menyerahkan resep. Petugas rumah sakit tersebut melihat resep dan nama pasien. Setelah di cek, ternyata boleh karna ada pihak yang benar-benar tanggung jawab yaitu Joe.