
Setelah mereka sampai di pantry, mereka pun mencicipi masakan tersebut sebelum memakannya "hmmm, enak banget rasanya" kata Bayu. Ob tersebut juga ikutan mencicipinya "iya mas enak". "Buat aku semua ya, aku lapar nih" kata Bayu. Ob pun menjawab "enak ajah, bagi 2 lah". "Iya deh, ya" jawab mas Bayu. Makanan tersebut dibagi 2 oleh mereka.
Sementara Keisa tiba-tiba di telpon oleh pihak yang merancang rangkaian bunga untuk acara lamarannya dengan Joe "Hallo, apa benar ini dengan mbak Keisa" kata toko bunga dan dekorasi tersebut. Keisa pun menjawab "iya benar, ini darimana dan ada perlu apa ya?". Pihak toko bunga itu pun menjawab "saya dari toko bunga, mau antar bunga mbak, untuk minggu besok acara lamarannya mbak". "Oh gitu, tapi saya ngak pesan bunga loh mas" kata Keisa. "Ini alamat dan nomer telponnya dikirimnya ke alamat mbak loh, dan dekorannya bukan rancangan dari kami, jadi kami mau tanyakan rancangannya apa sesuai dengan gambar yang dikirimkan atau ada lain-lain lagi" kata petugas toko. "Oh gitu ya mas, kalau aku boleh tau siapa yang mendekor ya? Kata Keisa. "Yang mendekor atas nama Joe mbak" kata petugas toko tersebut. Keisa pun kaget mendengarnya "kalau saya boleh tau itu kapan ya ordernya" kata Keisa. "Ini orderannya sekitar kurang lebih 1 minggu yang lalu, kita merangkainya ada nama mbak juga digambar dekorannya, kebetulan baru saja selesai mbak dan sudah dibayar lunas. Sebenarnya sih ini mbak Keisa ngak boleh tau, tapi berhubung mas Joe ngak bisa di hubungi, saya telpon mbak karna mas Joe melampirkan nomer dan alamat rumah mbak" kata petugas toko tersebut. "Saya boleh minta tolong mas" kata Keisa. "Iya boleh ada apa ya mbak" kata petugas tersebut. "Mas, bisa coba skali lagi nelpon ke mas Joe? Kalau mas sudah menelpon, tolong kabari saya kembali bagaimana kelanjutan bunga tersebut, kalau Joe bilangnya buang saja atau dia ngak peduli, mas bisa telpon saya dan saya nanti langsung ke tempatnya mas" kata Keisa. "Iya mbak, saya coba hubungi mas Joe kembali" kata petugas tersebut. Petugas tersebut menghubungi Joe dan akhirnya diangkat oleh Joe "Hallo siang" kata Joe. Petugas tersebut pun menjawab "ya siang, ini dengan mas Joe?". "Iya benar mas, ini darimana ya?" Kata Joe. "Ini saya dari toko bunga yang kapan hari mas pesan dekorasi bunga untuk atas nama Keisa, apa rangkaiannya sesuai dengan yang mas rancang kapan hari atau ada tambahan lagi?" Kata petugas tersebut. Joe pun menjawab "buang saja mas, atau buat apalah terserah, aku udah ngak butuh lagi udah ngak ada gunanya itu mas, saya sudah bayar kan waktu itu". "Oh gitu ya mas, iya mas udah dibayar" kata petugas tersebut. "Buang ajah mas, udah dulu ya mas saya lagi sibuk banyak kerjaan" kata Joe. "Iya mas, maaf saya menggangu" kata petugas toko bunga dan dekorasi tersebut. "Iya mas ngak apa-apa" kata Joe sambil menutup telponnya. Setelah menelpon Joe, pihak dekorasi bunga tersebut menelpon Keisa "hallo". Keisa pun menjawab "iya hallo, gimana mas kelanjutannya". "Jadi gini mbak, mas Joe ngak mau dengan bunga tersebut, dia minta dibuang saja bunga-bunganya" kata petugas dekorasi bunga tersebut. "Oh gitu, saya ke tempatnya mas sekarang bisa? Tolong kirim almat di nomer saya ini" kata Keisa. "Iya mbak, segera saya kirim alamat toko kami". Setelah itu petugas tersebut menutup telponnya dan sms ke nomer Keisa untuk alamat tokonya. Keisa pun menunggu alamat tersebut dikirim ke hpnya dan ia bersiap-siap untuk pergi ke toko tersebut. Tiba-tiba sms masuk berbunyi dan Keisa pun membukanya, ternyata sudah masuk alamat tempat dekorasi bunga tersebut. Keisa pun menjawab sms tersebut "oke trimakasi, saya kesana sekarang". Keisa pun berangkat sendiri menuju alamat toko tersebut. Ia menyetir mobilnya dengan sangat cepat, dan setelah itu ia sampai di alamat tersebut. Keisa pun berlari dari parkiran menuju depan toko tersebut dengan tergesa-gesa. Lalu keisa langsung masuk ke toko tersebut "permisi, saya keisa yang tadi disms alamat ini". Petugas tersebut pun menjawab "iya mbak, silahkan masuk, designnya ada didalam mbak" keisa pun masuk kedalam dan melihat rangkaian bunga berwarna pink yang ia suka. Keisa pun bertanya-tanya "mas, ini bunga kok pink semua trus bunganya indah semua" kata Keisa. "Oh ini, ini yang mau saya siapkan menuju rumahnya mbak, dan warna ini yang memesannya mas Joe" kata petugas tersebut. Mendengar ucapan petugas tersebut, Keisa langsung kaget dan menyesal. Kemudian ia diajak melihat rangkaiannya yang dikirim di komputer tersebut. "Mbak, jadi seperti ini contoh design yang dikirim oleh mas Joe" kata petugas tersebut sambil menunjukan designnya kepada Keisa. Keisa pun melihat design tersebut dan mengamati sedikit demi sedikit gambar tersebut. Keisa pun merasa menyesal karna egonya, dan tanpa ia sadari air matanya pun jatuh. Petugas toko tersebut pun heran melihat Keisa menangis. "Permisi mbak, mbak kenapa kok tiba-tiba nangis" kata petugas tersebut sambil memberikan kotak tissu. Keisa pun mengambil tissu sambil mengusap air matanya sendiri dan ia menjawab pertanyaan petugas toko tersebut "saya sudah putus mas sama pacar saya beberapa hari yang lalu, tapi ternyata ia beneran sayang sama aku sampai dibelain seperti ini" kata Keisa sambil menangis. Mendengar Keisa bicara seperti itu petugas tersebut kaget. "Yang sabar ya mbak, maaf saya ngak tau" kata petugas tersebut. Keisa pun menjawab "iya mas trimakasi, bisa dikirim gambarnya kepada saya" kata Keisa. "Iya bisa mbak" kata petugas tersebut. "Tolong jangan dibuang dulu ya mas, saya nitip disini dulu, kalau udah siap tempat di rumah saya, saya kabari mas". "Iya mbak, saya simpankan bunganya" kata petugas tersebut. Keisa pun berpamitan balik kepada petugas toko tersebut "mas saya balik dulu, jangan lupa dikirim designnya ke alamat email saya, dan ini alamat email saya" kata Keisa sambil memberikan alamat emailnya di kertas. "Iya mbak, trimakasi, segera saya kirimkan designya" kata petugas tersebut. Keisa pun meninggalkan toko tersebut dan dan menuju mobilnya. Di dalam mobilnya ia menangis sekencang-kencangnya dan menyesali semua perbuatannya. Setelah sampai dirumahnya, ia langsung masuk kekamarnya dan menangis didalam kamarnya. Dari luar kamar terdengar suara tangisan Keisa hingga mamanya Keisa pun mendengar anaknya menangis waktu itu. Mamanya pun penasaran dan mengetuk pintu kamar Keisa "tok,tok,tok" suara pintu tersebut. "Sayang kamu kenapa kok menangis sekencang itu? Ada apa? Buka donk pintunya, siapa tau mama bisa bantu" kata mamanya Keisa.
Saat dikantornya Joe, mamanya Joe belum pulang, dan ia tau kalau Keisa menelponnya. Mamanya Joe pun bertanya kepada Joe "nak, kamu kenapa kok marah-marah gitu? Apa ada masalah?". Joe pun menjawab "ngak ada apa-apa cuman bad mood ajah, barusan Keisa telpon ngajak ketemuan, tapi aku ngak mau ma, aku udah benci banget sama dia dan ngak mau ketemu sama dia". Jangan jahat- jahat gitu nak, ngak baik loh, mungkin dia minta maaf dan menyesal karna perbuatannya sehingga dia ingin ketemu kamu" kata mamanya Joe. "Kalau pun dia menyesal, aku udah ngak peduli lagi ma, jadi buat apa, aku sudah susah-susah move on dari dia, trus sekarang dia seenaknya gitu minta maaf, ngak gampang ma" kata Joe. "Kalau kamu semakin benci, berarti kamu semakin ada perasaan sama dia?" Kata mamanya Joe. Joe pun menjawab "Joe memang masih ada rasa ma, tapi buat apa kalau Joe udah ngak dipercaya lagi, kan mending Joe yang pergi" kata Joe. Mamanya pun menjawab "ya juga joe, ngak salah kamu kalau gitu, kalau emang keputusan kamu gitu ya udah terserah kamu, mama ngak bisa paksa kamu" kata mamanya Joe. Saat Joe dan mamanya asik ngobrol, tiba-tiba hp mamanya Joe berbunyi dan ternyata dari mamanya Keisa. "Joe tante Ajeng nelpon, mama angkat ngak ya?" Kata mamanya Joe. "Angkat ajah ma, tapi kalau ditanya tentang hubungan aku sama Keisa atau ditanya tentang aku, jawab saja ngak tau karna aku terlalu sibuk sampai ngak bisa diajak ngobrol bareng, gitu ajah ma" kata Joe. "Iya udah mama angkat dulu ya Joe" kata mamanya Joe. Mamanya Joe mengangkat telpon dari ibu Ajeng "hallo, assallamualaikum" kata mamanya Joe. "Walaikumsalam" kata mamanya Keisa. "Tumben bu Ajeng telpon saya, apa ada arisan yang belum saya bayar?" Kata mamanya Joe. "Ngak ada bu, cuman saya ingin kerumahnya bu Rita nanti malam, kira-kira bu Rita ada dirumah ngak?" Kata ibunya Keisa. "Saya ada dirumah bu, emang ada perlu bicara apa, kok sampai ke rumah, tumben banget padahal Bu Ajeng jarang sekali main ke rumah saya?" Kata mamanya Joe. "Nanti ajah bu, saya kerumahnya Bu Rita, nanti bu Rita bakalan tau" kata mamanya Keisa. "Oh gitu, ya udah ya bu, saya tunggu kalau mau main ke rumah" kata mamanya Joe. Ibu Ajeng pun menjawab " iya bu, trimakasi, assallamuallaikum". Mamanya Joe pun menjawab "walaikumsalam.