Me, You, and....

Me, You, and....
Episode 14



Keesokan harinya Putri melanjutkan aktifitas seperti biasanya. Putri berangkat kerja pukul 09.00 wib dan pulang pukul 17.00 wib. Walau keadaan kantor tidak seperti biasanya, tetapi pekerjaannya selalu selesai dengan cepat dan tepat. Setelah pukul 17.00 wib, Putri pun pulang menuju kost, dan diujung jalan kakak Putri sudah menunggu bersama Ibu dan keponakannya yaitu Icha. Icha adalah anak dari Kak Lina, Icha berusia 4 tahun dan mulai sekolah playgrup. Dari kecil Icha tidak selalu di temani sang ayah karna orangtua Icha sudah pisah. Jadi, Kak Lina hidup di desa bersama kak Nina bersama anaknya Dito dan Ibunya. Ketika sampai menuju ujung jalan, Putri mendengar suara Icha memanggil Putri "Tante Putri, ayo pulang" kata Icha. Putri pun menghampiri Icha sambil mencubit pipinya. Setelah itu Putri mencium tangan ibunya. "Ayo kak ikutin aku balik kost" kata Putri. Kakaknya pun mengikuti Putri dari belakang. Setelah sampai di kostan Putri, mereka melewati rumah ibu kost dan berpapasan dengan Ibu kostnya Putri. "Bu, ini orangtua saya dan kakak saya, hari ini mereka menginap disini, dan cuman hari ini ajah kok bu" kata Putri. "Iya Put" kata Ibu kost sambil tersenyum. Putri, Ibu, kak Lina dan Icha menuju kamar Putri.


Ketika mereka sampai di kamar Putri, tiba-tiba Bu Ela dan Nadia keluar mendengar suara mereka. Bu Ela dan Nadia pun tiba-tiba menghampiri dan menyapa mereka. "Ini Ibunya Putri iya" Kata Bu Ela. "Iya Bu saya ibunya Putri" kata Ibu Putri.


Di kostan Putri, Bu Ela adalah penjual nasi, dan penjual kue. Kadang Bu Ela menawarkan ke Putri dagangannya. Ke esokan harinya Bu Ela menawarkan dagangannya kepada Ibu Putri. "Bu, kalo sarapan bisa beli di saya, saya jualan nasi" kata Bu Ela. "Iya Bu, nanti saya ke tempat Bu Ela" Kata Ibunya Putri. Putri tidak begitu suka kepada Bu Ela karna Bu Ela itu adalah sosok Ibu yang bisanya ngegosip dan setiap orang yang curhat ke dia, dia sampaikan ke orang lain, dan lebih tepatnya punya mulut yang ember sekali. Saat Ibu Putri mau ke kamar Ibu Ela untuk membeli makanan, tiba-tiba Putri tidak memperbolehkan ibunya untuk ke tempat Bu Ela. "Ibu mau kemana?" Kata Putri. "Ibu mau beli nasi ke Bu Ela" kata Ibu Putri. "Ibu mending nanti aku beli'in makanan di luar deh, daripada di tempat Ibu Ela" kata Putri. "Kenapa sih Put, kalau Ibu mau beli di Ibu Ela. "Bu Ela itu mulutnya ember bu, mending ibu jangan ngobrol sama dia, daripada diumbar omongan ibu, kan aku ngak enak sendiri bu" Kata Putri. "Iya udah, Ibu cuman beli karna tadi orangnya nawarin ke Ibu" Kata Ibu Putri. "Iya udah deh, kalau Ibu ngak percaya sama Putri" Kata Putri.


Ibunya Putri pun meninggalkan kamar bu Ela dan membawa bungkusan nasi menuju kamar Putri. Setelah sampai di kamar Putri, Ibunya Putri melihat Icha yang sedang ketawa menonton tv. "Ca, tadi Icha nyari'in nenek? kata tante Putri, tadi Icha nangis nyari'in Nenek dan di kira Icha nenek pulang sendiri" kata Ibunya Putri. "Ha, ngak nek, aku tadi ngak nangis kok. aku daritadi nonton tv, nenek di bohongi sama tante Putri tuh" jawab Icha dengan polosnya. Ibunya Putri pun menegur Putri "Put, kamu bohongi Ibu ya"? "Iya bu, aku ngak suka ibu terlalu akrab dengan bu Ela, bu Ela itu orangnya berpura-pura baik di depan kita, tapi di belakang kita jelek-jelekin kita, aku ngak mau kalau ibu di jadi'in bahan omongan sama dia, walaupun baik atau buruk tapi aku ngak suka dengan orang yang seperti itu" kata Putri. Ibunya pun mulai berfikir dan menasihati Putri "Put, jangan buruk sangka dulu sama orang, mungkin kamu salah menilai orang". Putri pun menjawab "aku ngak mungkin salah Put, aku tau orangnya seperti apa, nanti obrolan ibu bakalan di sampai'in ke ibu kost dan yang lainnya". "Kalau mengenai Ibu kost, itu ibu kostmu yang sering curhat, kan belum tentu ngejelekin orang lain" Kata Ibunya Putri. "Bu, orang itu pandai skali memutar balikkan omongan, kok ibu gampang percaya sama dia" Kata Putri. "Bukannya gitu Put, kita kan bertetangga jadi kita harus baik dengan tetangga kita" kata ibu Putri. "Iya tau bu, tapi buat apa kalo tetangganya kayak gitu, ya udah bu, aku mau berangkat kerja dulu. Nanti kalau Ibu pulang, kuncinya titipin sama Bu Ela atau Mbak Nadia ajah" kata Putri. Waktu menunjukan pukul 08.45 dan Putri pun berpamitan ke Ibunya "Bu, aku berangkat dulu ya, assalamualaikum". "Walaikumsalam", jawab ibu Putri. Putri berangkat menuju kantor dengan membawa motornya, sampai di kantor pukul 09.00 wib, karna di jalan tidak macet. Jadi Putri sampai ke kantor dengan tepat. Putri melanjutkan pekerjaannya seperti biasa. Pada siang hari, tiba-tiba hp Putri berbunyi ada chat masuk dari Lala. "Mbak Put, kapan ke gedung kesenian ikut paduan suara,aku kangen, aku tunggu iya besok sabtu, kelasnya di mulai jam 18.15 wib" Chat dari Lala. "Iya la, besok sabtu aku usahain kesana, aku juga kangen sama kamu, see you" Chat dari Putri. "See you mbak" chat dari Lala. Pada esok hari pukul 17.30wib. Putri berangkat menuju Gedung Kesenian, tepat pukul 18.00 wib, Putri sampai di gedung tersebut karna di jalan agak macet jadi perjalanan Putri menuju Gwdung kesenian pun agak lambat. Setelah sampai di sekitar gedung kesenian, Putri tidak melihat kedatangan Lala. Putri menunggu hingga pukul 18.10 wib. Kemudian dari ujung gerbang, Putri melihat Lala dan Lala berteriak memanggil Putri. "Mbak Putri" teriak Lala dari kejauhan. Putri pun tersenyum melihat Lala berlarian menuju dirinya. "Mbak Put, aku kangen, udah lama iya kita ngak ketemu" sambil memeluk Putri. "Iya Put, aku juga kangen sama kamu" kata Putri. "Ayo mbak kita masuk ke dalam, kayaknya pembinanya dan teman-teman lainnya sudah datang" kata Lala. Sambil berjalan menuju ruang latihan tersebut, Lala menceritakan begitu asiknya belajar bernyanyi disitu. Hingga sampailah mereka ke ruang latihan tersebut. Putri melihat 3 orang pembina di sana dan beberapa orang anggota panduan suara tersebut. Para anggota paduan suara tersebut sangat pandai bernyanyi dan suaranya sangat merdu. Putri merasa minder mendengar suara mereka yang sangat merdu. Mereka adalah anak-anak muda yang sangat pandai bernyayi, putri kagum melihat mereka bernyayi. Tiba-tiba ada 1 pembina yang datang telat waktu itu, pembina itu bernama Indra. Indra adalah pembina juga di paduan suara tersebut, usianya setara dengan Putri, dan ia sangat tampan. Saat Putri melihat Indra, ia sangat terkesima tetapi Putri hanya kagum saja dengan talentanya. Indra seorang pianis yang mahir dan tampan. Sedangkan Putri jauh talentnya dari Indra. Sehingga Putri hanya bisa memandangnya, tetapi pandangan Putri tidak menunjukkan kepada yang lainnya jika ia sangat kagum kepada Indra. Putri tidak mau menunjukan karna disitu ada Lala, Putri merasa malu jika Lala mengetahui kalau Putri tiba-tiba kagum dengannya. Tiba-tiba Indra tanya kepada seluruh anggota "Siapa yang belum tau jenis suaranya" kata Indra. Waktu itu anggota yang baru disitu hanya Putri, Putri pun mengangkat tangan. "Mbaknya bisa kesini mbak, kita ambil nada" Kata Indra. Putri pun menghampiri Indra dan mulai menirukan irama nada yang dimainkan oleh Indra. Ketika Indra memainkan nada tinggi, Putri bingung menyuarakan nada tersebut. "Mbak nadanya bisa agak tinggi mbak, dan dengerin nada yang saya mainkan" Kata Indra. Putri pun menuruti apa kata Indra, tapi Putri tidak sampai. Indra pun mencoba sekali lagi "Sekali lagi iya mbak, jangan ragu mbk, langsung saja di bunyikan. Mbak ini sebenarnya bisa, tapi mbak ini ragu, di latih di rumah iya mbak, biar bisa nada tinggi, mbaknya bisa gabung di suara alto iya mbak" kata Indra. Alto adalah suara rendah penyanyi cewe dan suara tingginya yaitu sopran. Di paduan suara tersebut sedang mencari suara sopran, karna suara altonya sudah banyak. Putri pun menganguk dan berjalan bergabung dengan grub alto. Setelah 2 jam lamanya Putri dan Lala latihan di situ, akhirnya mereka selesai latian. Putri berpamitan kepada Lala "Lala aku pulang dulu iya". "Iya mbak Put, hati-hati iya" kata Lala.