
Setelah menunggu untuk mengambil obat, giliran Nina di panggil petugas rumah sakit untuk mengambil obatnya. Nina mengambil obat tersebut dan menuju kamar adiknya. Saat waktunya makan siang, Nina pun memberikan obatnya kepada Putri untuk meminumnya. Putri pun mulai meminumnya dan istirahat kembali karna sakit yang di deritanya belum sembuh. Sementara Ibu Rita pergi ke rumah Ibu Ajeng mamanya Keysa untuk arisan. Ibu Rita diantar oleh sopir menuju rumah Ibu Ajeng, saat Ibu Rita nyampai di tempat arisan. Ternyata disana sudah ramai, tiba-tiba ada Ibu Ika yang menanyakan kabar tentang anak mereka yang akan segera tunangan "Bu Ajeng, kapan diresmikan tunangan anaknya?" Kata Ibu Ika. Ibu Ajeng pun menjawab "ngak tau bu Ika, saya terserah anaknya saja yang ngejalani". Ibu Ika pun menjawab "lah kok gitu bu? Emang lagi ada masalah iya". Ibu Ajeng pun menjawab "ngak bisa jawab saya bu, mending tanya saja ke anaknya sendiri". Tiba-tiba Keysa pun muncul dan dipanggil oleh Ibu Ika "Keysa, sini". Keysa pun berjalan menuju perkumpulan arisan tersebut "iya tante" kata Keysa. "Kapan tunangannya sama anaknya Ibu Rita?" Tanya Ibu Ika. Keysa pun menjawab "Ngak jadi tunangan tante". Ibu Ika mulai penasaran dan bertanya "Kenapa key, kok kamu bilang gitu?". Keysa pun menjawab "kita sudah putus tante" Ibu Ika dan ibu-ibu yang lainnya pun terkejut mendengar omongan Keysa. "Oh gitu, maaf iya Key, tante ngak tau". "Iya tante ngak apa-apa" kata Keysa. Keysa pun pergi segera pergi meninggalkan rumah. Ibu Rita sedikit syok mendengar omongan Keysa, tetapi Ibu Rita tidak bisa berkata apa-apa karna yang menjalani mereka berdua. Setelah arisan tersebut selesai, Ibu Rita pun berpamitan untuk pulang dan ia tidak ikut nimbruk seperti biasanya. "Saya balik dulu iya Ibu Ajeng" kata Ibu Rita. Ibu ajeng pun menjawab "Iya bu Rita, kok tumben terburu-buru, biasanya ngobrol-ngobrol dulu" kata Ibu Ajeng. "Iya bu, saya ada urusan di luar" kata Ibu Rita. Ibu Rita pun meninggalkan rumah Ibu Ajeng dan menuju kantor Joe karna di rumah iya kesepian. Waktu menunjukan sudah sore dan meeting Joe pun sudah selesai. Tiba-tiba ibu Rita pun masuk menuju ruangan Joe. Sebelum masuk di ruangan tersebut, ibu Rita pun mengetuk pintu ruangan tersebut "Tok, tok, tok" suara ketukan pintu tersebut. Mendengar pintu tersebut ada yang mengetuk, Joe pun segera membuka dan ternyata mamanya sudah di depan pintu. "Mama, kok tumben sore-sore kesini?" Kata Joe sambil mempersilahkan duduk mamanya. "Iya, mama kesepian dan ngak tau mau kemana, akhirnya mama mutusin kesini deh" Kata mamanya Joe. "Ma, aku mau jenguk Putri, dan mau bayar resep hari ini, mama mau ikut atau disini saja, atau mau pulang?" Kata Joe. "Mama ikut kamu ajah Joe, biar pak sopir suruh pulang ajah" kata mamanya Joe. "Kalau gitu, ayo ma kita berangkat" kata Joe. Saat menuju parkiran mobil, ibu rita menghampiri sopirnya dan menyuruhnya untuk pulang dulu "Pak, bpak pukang dulu, saya mau pergi sama Joe" kata Mamanya Joe. "Iya bu" jawab sopir tersebut. Sopir tersebut akhirnya pulang, Joe dan mamanya pun menuju rumah sakit tempat Putri di rawat. Setelah tiba di parkiran rumah sakit tersebut, Joe dan mamanya menuju kamar tempat Putri di rawat. Joe dan mamanya berjalan melewati lorong-lorong rumah sakit dan sampailah ia ke depan pintu kamar Putri dirawat. Joe mulai mengetuk pintu kamar tersebut "Tok,Tok, Tok" suara ketukan pintu kamar tersebut. Putri, Ibunya, dan Nina mendengar ketukan tersebut, tetapi Nina yang membukakan pintu tersebut dan ternyata di balik luar pintu ada Joe dan mamanya. Nina pun mempersilakan mereka masuk. Setelah Nina mempersilahkan masuk, Nina memberitahukan kepada Joe kalau tadi siang ada resep obat yang harus dibayar olehnya. "Mas Joe, ini ada resep yang harus di bayar" kata Nina sambil menunjukan nota tersebut. "Iya mbak, abis ini saya akan bayar" kata Joe sambil melihat jumlah tagihan tersebut. Setelah Joe melihat jumlah tagihan tersebut, ia segera meninggalkan kamar tersebut dan membayar tagihan ke administrasi rumah sakit tersebut. Joe berjalan keluar menuju tempat administrasi tersebut, setelah sampai ditempat administrasi tersebut Joe menyerahkan nota kepada petugas rumah sakit dan membayar semua biaya resep yang sudah diambil oleh Putri. "Mbak, saya mau membayar tagihan ini" kata Joe sambil meyerahkan nota tersebut kepada petugas rumah sakit. "Saya lihat dulu ya pak, ini bayar tunai atau debit?" Kata petugas rumah sakit. "Pakai debit ajah mbak" kata Joe sambil menyerahkan kartu atmnya. Petugas tersebut mengesekan kartu tersebut, dan mempersilahkan Joe untuk mengetik pin atm tersebut. "Pak, silahkan pinnya" kata petugas rumah sakit. "Iya mbak" kata Joe sambil menekan tombol pin atmnya. Setelah struk keluar, Petugas tersebut menyerahkan atm beserta struk dan tanda terima resep yang sudah di bayar. "Silahkan pak struknya dan kartunya saya kembalikan, trimakasi" kata Petugas Rumah sakit sambil menyodorkan kartu atm dan struk. "Iya mbak, sama-sama" kata Joe sambil menerima kartu atmnya. Setelah Joe menerima atmnya, ia menuju kamar Putri untuk melihat keadaan Putri dan ingin memberitahukan kalau besok motornya sudah bisa diambil. Joe berjalan menuju kamar Putri hingga sampailah ia di kamar Putri. Kamar Putri pun terbuka, jadi Joe langsung masuk. "Permisi, maaf ya Put, saya langsung masuk, tadi kebuka pintunya" kata Joe. Putri pun menjawab "iya mas, ngak apa-apa kok". Joe menanyakan keadaan Putri saat ini "Put, gimana keadaan kamu sekarang, agak membaik atau gimana?" Kata Joe. "Agak lumayan membaik mas, tapi masih sakit" Kata Putri. "Oh gitu, motor kamu yang aku bawa kebengkel sudah selesai, besok ada yang ambil, atau saya yang mengantar?" Kata Joe. "Biar kakak saya yang ambil mas" kata Putri. "Ini kartu nama saya, kakak kamu bisa kesana dan bilang saja kalau disuruh saya ke kantor. Kalau ditanyai buktinya apa, bisa tunjukan kartu nama ini" kata Joe sambil menyerahkan kartu namanya. "Iya pak, nanti saya sampaikan ke kakak saya" kata Putri.