
Joe berpamitan meninggalkan Putri untuk membayar biaya rumah sakit "mbak, saya bayar dulu iya, biar mbak segera dipindah kamar vip" kata Joe. Joe pun berjalan dan meninggalkan Putri menuju tempat membayar administrasi. Setelah Joe membayar semua biaya, Joe kembali lagi ke ugd tempat Putri berada. Joe bersama seorang perawat mendatangi Putri untuk dipindahkan ke ruang vip. Setelah Joe dan perawat tiba di ruang ugd, perawat memindahkan Putri ke ruang vip rumah sakit dan Joe mengikutinya.
Putri pun menitihkan air mata. Tiba-tiba Putri kaget melihat kaki dan tangannya di perban. "Mas, ini kaki dan tangan aku harus diperban gini"? kata Putri. Joe pun menjawab iya mbak, mbak rawat inap 1 kurang lebih 1 minggu dan untuk semua biaya biar saya yang bayar" kata Joe. "Saya ngak mikirin itu mas, saya mikirin bagaimana kerja'an saya, saya juga belum ngabari keluarga saya" kata Putri sambil menangis. "Iya udah mbak, besok saya bantu ngobrol ke ortu mbak dan bosnya mbak, sekarang mbak istirahat dulu dan saya yang jagain mbak sekarang disini" Kata Joe. Joe tidur di sofa ruang vip tersebut sambil menjaga Putri. Handphone Joe tiba-tiba berbunyi dan ternyata Keysa yang menelepon. Joe tidak mengangkat karna Joe udah lelah dengan sikap Keysa. Keysa pun mulai chat Joe "sayang, aku udah di lobby rumah sakit, kamu dimana?" chat Keysa. "Kenapa kamu kesini? kan bisa besok, ini udah malam" jawab chat Joe. Keysa pun menjawab "jadi kamu mau menghindar dari aku dan ngak mau nemuin aku? apa kamu bohongi alasan biar bisa selingkuh". Dengan kesalnya Joe pun menjawab "aku ngak selingkuh sayang, aku tuh khawatir sama kamu kalau malam-malam kamu kesini sendirian, kok kamu curiga sama aku sih?". "Kalau kamu khawatir sama aku, kasih tau dimana kamu sekarang" balas Keysa. "Aku sekarang jagain korban yang aku tabrak di ruang vip nomor 21". Dengan kagetnya Keysa menjawab "ha? kok di tempatin diruang vip? kok spesial banget gitu, padahal kan hanya kecelakaan biasa". "Bukan masalah biasa atau ngak, yang namanya kecelakaan itu kita harus tanggung jawab apalagi korbanya retak kaki dan tangan" kata Joe. "Kamu itu kebanyakan alasan, pokoknya sekarang kamu kesini samperin aku" kata Keysa. Joe pun menjawab "iya, aku kesana". Joe berjalan keluar ruangan vip menuju lobby rumah sakit, melewati kamar-kamar di rumah sakit yang nampak sepi di tengah malam. Tiba-tiba Joe nyasar, karna jalan yang dilewati Joe sebelumnya ditutup. Joe terus berjalan dan tiba-tiba Joe telah sampai di depan kamar jenazah. Joe kaget karna iya nyasar sampai di kamar jenazah tersebut. Kemudia suara burung hantu pun berbunyi, menambah suasana yang makin mencekam, tiba-tiba terdengar dari kejauhan suara roda tempat tidur berjalan dan terdengar suara langkah kaki. Joe hanya bisa bingung mencari jalan keluar dari depan kamar jenazah tersebut. Sementara hp Joe mulai berbunyi, ternyata Keysa menelepon "Hallo, sebentar iya, aku lg nyasar daritadi ngak sampai-sampai" kata Joe. "Kamu itu alasan ajah, bilang kalau kamu ngak mau aku temui, ya udah aku pulang, besok ajah aku kesini lagi" katq Keysa.
"Kamu itu gimana sih, katanya disuruh nyamperin, disamperin sekarang pulang, tadi disuruh pulang ajah ngak mau" dengan jengkel dan menbentak Keysa. Keysa pun menjawab dengan membentak "aku itu udah nungguin kamu daritadi, kamunya ngk muncul-muncul, kamu itu paling lagi berdua'an kan sama cewe itu". "Terserah kamu lah mau ngomong apa, yang jelas aku ngak selingkuh dan aku nyari jalan keluar dari tempat ini" Joe pun marah sambil menutup telponnya.
Keesokan harinya, tiba-tiba Putri terbangun dan Joe masih tertidur pulas, Putri tidak berani membangunkan Joe yang tertidur pulas, walau Putri sedang lapar dan ingin makan. Tepat pukul 07.00 wib, suster tiba-tiba masuk ke ruangan Putri untuk memberikan obat dan sarapan pagi. Suster pun meletakkan makanan dan obat di meja Putri. "Mbak saya taruh sini obat dan makanannya" kata suster. "Jangan sus, saya mau makan langsung, tolong meja kecilnya taruh di depan saya" kata Putri. "Iya mbak" jawab suster sambil memindah meja kecil ke dekat Putri. Setelah itu suster berpamitan dan menunjukkan resep yang harus di tebus "mbak, ini resep yang harus diambil, saya pergi dulu iya mbak, kalau nanti mbak ada perlu, mbak bisa tekan tombol yang di sebelahnya mbak ya, kata suster. "Iya sus" jawab Putri. Putri pun melanjutkan sarapan paginya. Tiba-tiba Joe terbangun karna hpnya berbunyi, dan ternyata Ibu Joe yang meneleponnya. "Hallo Joe, kamu ada dimana? mama denger kamu kecelakaan, apa benar?" tanya sang Ibu. "Iya bu, kemarin saya kecelakaan dan nabrak orang" kata Joe. Dengan panik ibunya pun bertanya "Gimana keadaan orang yang kamu tabrak nak?". Joe pun menjawab "orangnya retak tulang tangan dan kakinya, motornya sudah aku bawa ke bengkel nyuruh mas adi membawa" kata Joe. "Trus keadaan kamu bagaimana? korbannya di rawat inap? kata sang Ibu. "Saya ngk kenapa-napa bu, korbannya sekarang di rumah sakit" kata Joe. "Kalau gitu nanti ibu kesana ya Joe" kata Sang Ibu. "Iya bu, udah dulu ya bu, saya mau ambil resep obat dulu" kata Joe. "Iya nak, assalamualaikum" kata Ibu. "walaikumsalam" kata Joe sambil menutup telponnya. Setelah Joe selesai ditelpon ibunya, Joe mengambil resep yang ada di meja. Setelah Joe mengambil resep yang ada di meja, Joe menuju apotik di rumah sakit. "Mbak Put, saya ambil obat dulu ya mbak, apa mbak nitip makanan atau apa gitu?" kata Joe. "Ngak mas, trimaksi" kata Putri. "Ya udah mbak saya mau ambil resep dulu, nanti kalau ada yang nyari'in saya, mbak bilang kalau saya keluar ambil resep" kata Joe. "Iya mas" kata Joe. Joe pun keluar ruang tersebut menuju apotik.