
Valerie's Pov Start
Hari sudah malam sekarang dan aku sedang berdebat dengan mate ku untuk memperebut kan siapa yang tidur di kasur.
Dan tentu saja, aku yang menang. Aku memasang puppy eyes ku dan dia mengalah.
Aku senang karena usaha ku tadi ngak sia-sia.
Pada akhirnya aku tidur di kasur sedangkan Daniel tidur di sofa. Sebenarnya aku sedikit kasihan dengan Daniel. Dia yang punya kamar tapi malah dia yang tidur di sofa.
Karena lelah aku pun tertidur dan aku tiba-tiba terbangun saat tengah malam karena aku sanagt haus. Aku pun mengambil gelas yang ada di atas nakas dan menuang air lalu meminumnya.
*iyalah masa di buang. Ok Back To Story*
Dan karena aku terlanjur bangun aku ngak ngantuk lagi.
Setelah minum aku menoleh ke arah Daniel yang tidur di sofa. Karena ngak tega aku pun mengambil satu bantal kepala, satu bantal peluk, serta selimut.
Aku pun menghampirinya. Aku menatapi wajahnya saat tidur. Wajah yang damai dan tenang. Karena sejak awal dia memang tampan dan lagi sekarang rambutnya berantakan. Itu menambah kesan seksi padanya menurut ku.
Setelah beberapa menit menatapi wajahnya aku pun tersadar dari lamunanku kembali ke dunia nyata. Aku pun mengarahkan tanganku guna memegang kepalanya dan mencoba untuk mengangkatnya namun saat tanganku hendak menyentuh kepalanya, dia mencengkeram kuat tanganku tapi masih menutup matanya dan sontak aku meringis karena aku sudah merasakan tanganku kebas.
Lalu dia langsung membuka matanya saat mendengar ringisanku.
"Eh, maaf sayang. Aku reflek." Dia meminta maaf kepadku dengan wajah yang terlihat menyesal.
"Iya. Gapapa lagian aku yang salah. Aku udah ganggu tidur kamu." Ucapku menyesal.
"Gapapa. Emang kamu mau ngapain tadi?" Daniel bertanya kepadaku dan aku menjawab dengan wajah polosku.
"Oh, itu. Tadinya aku kan kebangun tuh karena haus nah selesai aku minum aku noleh ke kamu karena aku penasaran kamu udah tidur apa belom. Kalau belom kan bisa nemenin aku karena aku ngak ngantuk lagi abis kebangun tadi. Tapi kamunya udah tidur nah aku tuh kasihan liat kamu itu tidur tanpa bantal ataupun selimut jadi aku mau ngasih kamu bantal nah tadi itu aku mau angkat kepala kamu buat taruh bantal kepalanya eh pas tangan aku belum nyampe kamu udah nahan tangan aku duluan." Jelasku panjang X lebar.
Dia hanya mengiyakan karena mereka berdua ngak ngantuk, kamipun sibuk dengan urusan bisnis masing-masing. Daniel mengetik sesuatu di laptopnya sedangkan aku menanda tangani berkas-berkas kerja sama perusahaan ku.
------------------------------------------------------------------------
2 JAM KEMUDIAN
Mereka berdua selesai mengerjakan tugas mereka. Daniel sedang mensave programnya sedangkan Valerie sedang mengembalikan alat tulis yang dia gunakan tadi ke tempatnya semula.
"Dan." Cegat Valerie.
"Kenapa Vale?"Tanya Daniel yang bingung.
*iyalah kalau ngak bingung dia ngak bakalan nanya. Sorry ya teman² saya ini sedikit bar-bar orangnya. Ok Back To Story. Oiya teman² setelah saya pikir² lagi sepertinya Back To Story itu panjang banget jadi saya singkat aja jadi BTS ok👌.*
"Kamu tidur di kasur aja deh." Ucapku dan dia bertanya lagi.
"Terus kamu tidur dimana dong?" Tanyanya kepadaku.
"Di kasur lah masa kamu tega bikin aku tidur di sofa." Ucapku kesal dan dia tiba-tiba tersenyum.
"Tadi kamu mati-matian gak mau tidur sekasur sama aku. Kamu udah berubah pikiran hmmm?" Tanyanya lagi kepadaku untuk memastikan karena tadi aku memang mati-matian menolak untuk tidur sekasur dengannya.
"Ya. Aku kasihan denganmu." Ucapku sejujur-jujurnya.
"Oke lah. Ayo tidur, sini sayang aku peluk." Ucapnya dan aku hanya menuruti kemauannya dan akhirnya kami tertidur dengan posisi Daniel memelukku. Jujur saja, aku belum ngantuk sedangkan Daniel udah tidur dan kali ini tidurnya sangat nyenyak aku sudah mencoba melambai² kan tanganku guna memeriksanya.
Aku harus mendongakan kepalaku untuk melihatnya. Jelas saja karena tingginya beda 20 Cm dariku sedangkan aku ini termasuk sangat tinggi di ukuran perempuan bahkan tinggiku seperti pria normal. Bila aku berdandan sebagai pria mungkin orang akan menganggapku pria cantik.
Aku memandang wajahnya dari dekat dan mencium rahangnya sebentar dan mengucapkan ucapan selamt malam dan aku pun pergi menyusul Daniel ke alam mimpi.
Valerie's Pov End
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Daniel's Pov
Saat aku tertidur, aku merasakan ada tangan yang ingin memegang kepalaku. Biasalah Reflek seorang King Alpha tidak bisa diragukan. Akupun langsung mencengkeram kuat tangan tadi. Aku langsung terbangun saat mendengar Vale meringis.
Aku meminta maaf kepadanya. Akupun terbangun dan tidak bisa tidur lagi karena aku sudah ngak ngantuk lagi. Kami pun sibuk dengan urusan masing². Saat selesai kami membereskan segala sesuatu yang kami gunakan.
Saat aku ingin berbaring Vale mencegatku dan menyuruhku tidur di kasur bersamanya dan tentu saja aku bingung. Tapi aku menuruti kemauannya dan sedikit menggodanag tapi wajahnya tetap datar. Jujur saja aku sedih karena baru kali ini ada orang yang menatapku datar kecuali papaku biasanya orang akan tersenyum bila melihatku.
Akupun pura² tidur karena aku masih belum mengantuk dan kurasakan Vale mendongakkan kepalanya guna menatapku dan secara tiba² dia mencium rahangku dan mengucapkan ucapan selamat malam. Sontak hatiku menghangat karena mendapat perlakuan istimewa secar tiba² dan saat kusadari Vale sudah tidur aku pun tersenyum karena aku punya alasan untuk menggodanya nanti.
Teman² segini dulu ya ceritanya. Saya amat berterima kasih kepada semua orang yang telah meluangkan waktu untuk membaca cerita saya. Ini cerita kedua saya. Saya juga minta maaf bila ada kesamaan nama atau ada perkataan saya yang menyinggung para pembaca. Saya juga tidak terlalu mengerti karena saya baru saja bergabung sebagai penulis disini. Jadi, saya minta kritik dan saran dari seluruh pembaca saya. Oiya saya ingin bertanya. Teman² mau yang 1000 kata tapi lama atau 500 kata² tapi cepat updatenya. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih. Sekian dari saya. Sampai jumpa di chapter selanjutnya.