
Valerie Pov
Aku terkejut saat tahu mateku seorang King. Berarti aku adalah seorang Queen. Monica, serigalaku terus meraung raung dari tadi.
Terlebih lagi dia ingin mengajak ku menemui keluarganya. Aku segera menyuruh Renata, sekretarisku sekaligus kembaran Rinie untuk menghandle semua jadwal meeting ku.
Setelah melakukan semuanya kami pergi ke pack miliknya menggunakan mobil. Setelah menempuh beberapa Km dan hutan yang sangat lebat kami pun sampai di Golden Moon Pack, pack milik Daniel.
"Kita sudah sampai. " Suara seseorang membuyarkan lamunan ku. Ya, orang itu adalah Daniel.
Aku sangat kagum saat melihat milik Daniel karena pack nya bersih, asri, dan enak dilihat. Dan kami pun sampai di sebuah mansion yang terbilang sangat mewah dan elegan. Aku pun diajaknya masuk ke dalam mansion itu.
Saat kami akan masuk tiba tiba ada seorang gadis yang entah muncul dari mana memeluk mate ku sontak aku bingung dan terkejut tapi aku segera mengubah raut ku menjadi datar lagi. Mate ku juga tampak biasa saja bahkan balas memeluk gadis itu.
"Kakak, yang dibelakang kakak siapa? " Gadis itu bertanya ke mate ku dan mate ku hanya tersenyum. Aku kesal sangat sangat kesal. Selama ini tidak ada orang yang mengabaikan ku. Secara aku ini cantik, pintar, serta....... eh tunggu tadi dia bilang apa? Kakak? Apakah dia adik nya?
Aku bingung sangat sangat bingung tapi aku tetap menampilkan wajah datar ku. Sampai akhirnya mate ku menoleh kepada ku dan menyuruh ku memperkenalkan diri ku.
"Saya Valerie Angelica Callista. CEO dari VACTech. Usia saya 21 tahun. " aku hanya mengatakan itu dengan wajah datar, tentu saja.
"Oh perkenalkan nama ku Karvia Chelsea Crost. Adik dari orang ini(sambil menunjuk Daniel). " Oh ternyata benar pikirku.
"Kau siapanya kak Dan? " Dia bertanya kepada ku dan saat aku ingin menjawab ada seorang wanita dan seorang pria paruh baya.
"Siapa yang kau bawa nak? " Tanya wanita paruh baya itu ke Daniel dan sepertinya itu ibunya Daniel.
"Ini mate ku ,Ma." Daniel mengatakannya dengan muka berseri seri dan seketika muka mereka bertiga langsung terlihat sangat senang.
"Wah, benarkah? " Wanita paruh baya itu bertanya ke Daniel dengan wajah yang berseri seri dan aku hanya tersenyum tipis.
"Iya, ma. Aku baru bertemu dengannya tadi pas meeting di kantor. " Jawab Daniel.
"Bukan, Pa. Dia juga werewolf sama seperti kita. Dia juga anak perempuan dari Alpha Edward. " Aku membeku saat mendengar nama Papi ku disebut.
"Siapa namamu nak? " Wanita paruh baya itu bertanya kepada ku .
"Valerie Angelica Callista, tan" Ucapku sambil tersenyum. Entah mengapa saat aku bersama mereka akuseperti merasakan sedang berada di tengah keluarga ku. Aku jadi mudah tersenyum padahal ya kalian tau sendiri lah seberapa datar aku sebelumnya.
"Eh, jangan panggil tan dong. " Sontak aku bingung
"Hahaha muka mu sangat lucu. Tentu saja panggil mama, sayang. " Dia mengatakannya sambil mengelus kepala ku.
"Dan panggil aku papa. " Ucap pria paruh baya itu sambil tersenyum kepada ku
"Kau anak dari Alpha Edward? " Tanya pria paruh baya itu yang kutebak sebagai ayah dari mate ku dan suami dari mama mate ku kepada ku.
"Iya om eh, Pa. " Dia hanya mengangguk mendengar perkataan ku itu dan mempersilakan kami masuk.
Tidak kuduga ternyata keluarga mate ku sangat ramah kepada ku terlebih lagi setelah mengetahui aku anak dari Alpha Edward yaitu sahabat dari papa mate ku.
Sebenarnya aku tidak yakin papi ku bisa meninggal begitu saja tapi semua penyelidikan dan pencarian yang ku lakukan selama ini mengatakan bahwa papa ku meninggal saat penyerangan rogue yang menyelinap ke dalam pack
.
.
.
Segini dulu ya chapter kali ini. Aku minta maaf kalau ada kesamaan nama atau apa pun yang membuat kalian sedikit terainggung baik perkataan atau apa pun itu. Sekian salam dari saya bila ingin bertanya silakan bertanya di kolom komentar. Saya juga minta maaf bila ada kesalahan dalam tulisan (typo). Saya permisi dulu. Byeeeeeeee