
Daniel Pov
Sekarang kami berdua sudah ada di Los Angeles, Amerika Serikat. Tujuan kami ke sini tentu saja untuk mencari kakaknya Vale.
Kami pergi ke markas Vale disini. Lalu kami pergi ke kafe. Nah ternyata kafe itu milik Vale. Jaraknya tidak jauh dari markas. Hanya sekitar 300 meter saja.
Kami pun makan di kafe. Setelah makan Vale mengajakku ke lantai 2. Katanya untuk menemui manager kafe ini yang juga sepupunya.
Aku tidak ikut ke atas karena aku masih belum siap bertemu calon adik ipar. Lagipula Vale bilang kalau sepupunya yang satu ini merupakan sepupu kesayangannya.
Meski aku matenya, aku tetap saja takut. Siapa tau terjadi kejadian seperti sinetron Indonesia yang sering aku tonton.
Sinetron yang hubungan laki laki dan permpuan harus tandas karena tidak direstui oleh keluarga.
Siapa tau nanti sepupunya Vale yang inu tidak menyukaiku. Nanti dia meminta Vale merejectku. Oh hell no.
Mana lagi sepupunya satu ini sangat manja pada Vale. At least aku ngak ikut ke atas. Aku duduk aja disitu sambil main game cacing di HPku.
Jujur saja bukannya pamer tapi aku peringkat 1 di game cacing itu. Skorku sangat besar sekitar ratusan ribu hampir 1 juta. Hehehe. Aku hebatkan.
Oke lupakan itu. Aku pun main game cacing itu namun sekitar 20 menit kemudian Vale kembali membawa seorang perempuan.
Sepertinya itu sepupunya. Oh no. Perempuan ini menatapku dengan tajam dan lihatlah sekarang dia bergelayutan manja di lengan Vale.
Oh no. Semoga perkataanku yang tadi tidak jadi kenyataan. Semoga saja. Dan Vale malah memanjakannya.
Vale mengelus rambut perempuan itu. Aku bahkan tak pernah diperlakukan selembut itu olehnya.
Setelah berkenalan kami pun pamit pulang. Ternyata sepupunya Vale itu ramah dan tak seperti yang kupikirkan.
Saat sampai di mansion/markas Vale pun teringat kalau HPnya tertinggal di ruangan manager di kafe tadi.
Akhirnya Vale pergi lagi ke kafe. Namun setelah 20 menitan dia belum kembali. Aku pun pergi keluar guna menyusulnya ke kafe.
Namun di tengah perjalanan aku melihat gadis yang kucintai memeluk seorang pria tampan. Aku....cemburu. Bisa dibilang begitu.
Bahkan wolfku, Rigo hanya diam saja. Sepertinya dia mengetahui sesuatu.
Vale bahkan menangis dipelukan pria itu. Apakah dia tidak ingat kalau matenya menunggunya di mansion. Sedangkan dia?
Pikiran pikiran negatif sudah memenuhi kepalaku. Pada akhirnya aku melabrak mereka.
"Vale." Ucapku dengan nada yang dingin dan datar.
Valerie langsung melepas pelukannya dari pria itu dan langsung melihat kearah ku. Valepun langsung berkata.
"Eh Daniel. Aku mau kenalin seseorang ke kamu." Ucap Valerie sambil memanggilku. Aku datang kesana dengan tatapan tajam ke arah pria itu.
"Dia siapa?" Tanyaku dengan datar dan dingin of course. Akumenunjuk pria itu menggunakan dagu.
Vale pun tersenyum dan berkata, "Ini kakakku yang hilang, Kak Nelvin." Aku hanya melotot karena terkejut sedangkan pria itu yang tak lain calon kakak iparku hanya tersenyum tipis menatapku. Dan Valepun mengenalkanku kepada kakaknya sebagai matenya.
"Kau mate adikku?" Ucap kakaknya Vale. Akupun hanya menganggukkan kepalaku sebagai jawaban. Dia tersenyum dan berkata.
"Kalau begitu tolong jaga adikku ya, King." Aku terkejut. Bagaimana bisa dia tau kalau aku adalah King. Padahal kami berdua tak memberitaunya.
"Kau pasti penasaran kan kenapa aku bisa tau tentang itu." Aku pun hanya mengangguk. Sedangkan Vale? Dia hanya menonton kami berdua berbicara.
"Tentu saja aku tau. Aku adalah alpha dari Golden Eclipse Moon Pack. Pack terkuat ke-2 setelah packmu." ucapnya.
Ternyata aku cuma salah paham. Aduh malu banget.
*Makanya jangan suka nyimpulin sendiri.* Kata Rigo, wolf sial*n itu.
*Ya mana kutau.* Jawabku.
*Kau itu king. Serius kau tak merasakan auranya. Kau kira berapa orang yang memiliki aura sekuat ini, Hah. Dasar bodoh* Jawab Rigo dengan ngegas pastinya.
*jlebbb*
Si Rigo pun langsung memutuskan mindlink setelah mengatakan itu.
Rasanya menusuk di jantungku. Tapi memang benar kata si Rigo.
Padahal auranya tak jauh beda dari Vale. Seketika aku merasa diriku sangat bodoh.
Hello ketemu lagi sama aku di chap kali ini~. Nah di chap kali ini aku sengaja ceritain dari sudut pandangnya si Daniel. Karena memang sengaja dari awal mau ngebuat si Daniel cemburu. Sekian dulu buat chap kali ini. Jangan lupa tambahin ke favorite💓 dan like👍 sebanyak banyaknya. Jangan lupa kasih rating juga ya☺️. Kalau kalian Mau, kalian boleh vote dengan poin atau koin. Sekian dulu dari aku. Byee✌