Mate

Mate
Pack



Daniel Pov


'Valerie Angelica Callista' nama yang sangat indah.


Aku langsung mengetahui bahwa dia seorang werewolf saat mencium wangi wolf yang keluar dari tubuhnya .


Riko, serigalaku terus ingin berganti shift denganku tapi tentu saja aku menolak. Aku ingin menghabiskan waktu bersama mate ku.


Aku langsung mengajakknya ke pack untuk kuperkenalkan ke ayah, ibu, serta adik perempuanku, Karvia.


"Emm......" aku melihat wajahnya yang seperti orang bingung.


"Kenapa? " Dia bertanya dengan suara indahnya yang mengalun indah di telingaku.


"Aku bingung harus memanggilmu apa ? Namamu semuanya bagus. " Jawabku sekenanya.


"Orang biasa memanggilku Valerie wolfku memanggilku Angel. Kau terserah mau memanggilku apa Daniel. " Dia menjawab dengan sangat rinci membuatku tersenyum dan aku melihat dia seperti salting saat aku tersenyum.


*yaampun Dan mate kita sangat menggemaskan. * Riko memindlink ku .


*Tentu saja dia adalah mate kita berdua.* jawab ku.


*Cih, bukannya tadi kau tidak percaya bahwa dia adalah mate mu? * Riko memindlink ku lagi dari suaranya aku bisa mendengar bahwa dia mengejekku.


*Terserah aku lah. * aku memindlink nya lagi lalu aku memutuskan mindlink secara sepihak.


"Baiklah aku akan memanggilmu Vale. " aku berkata kepada nya . Tapi dia tidak menjawab dia terlihat seperti sedang melamunkan sesuatu.


"Vale.......Vale.........Valerie...... hei. " aku mencoba menyadarkan nya.


"Eh...Oh Kenapa? " Dia bertanya.


"Aku bilang aku akan memanggilmu Vale. " jawabku.


"Awww lepaskan sakit Dan. " dia mengadu kepada ku dan memasang puppy eyes yang membuat dia semakin imut dan tentu saja aku tidak tahan melihat itu dan langsung melepaskan cubitan ku di pipinya.


"hahaha kau sangat lucu. Oiya aku mau mengajakmu menemui orang tua ku. " aku melihat dia terbengong melihatku tertawa.


"eh? " dia menjawab setelah sadar dari keterbengongan nya sebelumnya dan seperti bingung dengan perkataan ku.


"Iya. Aku adalah seorang King Alpha. Dan aku baru saja menemukkan mate ku tentu saja aku akan mengajak mate ku menemui orang tua ku. Mereka selalu mendesakku untuk menemukan mate ku." Aku melihat dia terkejut mendengar perkataan ku barusan. Sepertinya dia bingung saat aku bilang aku adalah king Alpha dan itu memanglah kenyataannya.


"Kau seorang king Alpha?" Dia bertanya lagi kepadaku dan aku mengangguk.


"Apa kau kenal dengan ayahku, Alpha Edward ?" Aku melihat dia bertanya kepada ku sambil berkaca kaca. Karena aku mengenal alpha Edward aku mengangguk. Siapa yang tidak kenal dengan Alpha Edward? Dia menjadi seorang alpha saat berumur 17 tahun . banyak prestasi yang telah dicapainya saat di usia yang sangat muda. Eh... tunggu ayah? Aku pun bertanya kepadnya untuk memastikan sesuatu.


"Vale kau anak perempuannya Alpha Edward? " Aku bertanya kepadanya


"Iya. Hiks Tapi hiks , ayahku sudah hiks meninggal di depan hiks mataku sendiri hiks . " Dia mulai menangis sesengukan dan aku sontak memeluknya.


"Tolong jangan menangis itu membuat hati ku sakit. " ucap ku kepadanya tapi dia yetap tidak merespon dan masih menangis.


15 menit kemudian


"Maaf. Aku tiba tiba menangis. " Dia berkata seperti itu dan aku pun menjawab.


"Hati ku sakit saat melihatmu menangis dan untuk kedepannya jadi kan lah aku sebagai pelarian mu. "


"Tidak. Kau adalah mate ku aku tidak akan menjadikan mu pelarian ku. " Ucapnya


"Baiklah. Kalau begitu ayo ke pack ku. " ajakku.


"Hmmmm ayo" Dia menjawab dan kami pun pergi ke Pack milikku untuk menemui keluargaku.