
Markas TGW
Valerie dan Daniel sudah sampai di markas TGW. Saat mereka sampai mereka langsung disambut dengan pagar yang menjulang tinggi.
Valerie secepat kilat mengendarai motor dan meloncati gerbang yang tinggi menggunakan motor. Daniel hanya mengeratkan pegangannya ke pegangan belakang motornya.
Mereka pun turun dari motor saat mereka sudah di depan pintu masuk markas. Mereka disambut oleh bawahan Valerie.
Valerie pun masuk ke sebuah mansion mewah dan megah lebih tepatnya markas TGW.
Valerie langsung disambut oleh Rinie dan Renata, sekretaris dan asistennya baik di perusahaan maupun di geng mafianya.
(Rinie dan Renata adalah anak kembar)
Rinie langsung berjalan dengan cepat kearah Valerie.
"Salam ketua. Selamat datang kembali." Ucap semua orang di mansion.
"Ya. Kapan mereka menyerang lagi?" Tanya Valerie.
"Nanti sore ketua. Jam 7 sore." Ucap Rinie.
Valerie pun melihat jam digit yang melingkar indah di tangan kirinya. Disana tertampang angka 17.14 . Yang berarti waktu yang tersisa hanya 1 jam 46 menit lagi.
Valerie pun langsung menyuruh anggotanya bersiap siap. Sebenarnya Daniel sedari tadi menggeram kesal.
Bukan karena Valerie menyembunyikan sesuatu darinya. Bukan juga karena Valerie yang mendiaminya. Tetapi karena pakaian Valerie.
Ya setelan hitam yang dimaksud adalah baju crop top tanpa lengan. Jaket hitam yang di ikat di pinggang juga Celana setengah paha bahan kain seperti legging yang memperlihatkan kaki jenjang Valerie.
Daniel Pov
Ck aku kesel banget hari ini. Vale ngak nyadar lagi banyak yang ngeliatin badan dia. Aku bersumpah ntar malam di kamar bakal ku terkam tuh.
Tapi dia sibuk banget sih kayaknya. Dari tadi dia mondar mandir terus ngurusin pasukan dia.
Tapi masa sih aku di tinggal disini. Disuruh duduk aja ngak. Aku coba panggil dia deh.
Tak selang beberapa lama Vale akhirnya lewat. Aku langsung manggil si Vale keras-keras.
"Kenapa? Kau butuh sesuatu? Kau duduk aja di sofa ntar kalau butuh sesuatu panggil aja yang lain. Aku pergi dulu ya." Ucapnya. Aku kaya nga dianggap tau ngak.
Udahlah yang penting udah di kasih duduk pikirku. Aku pun duduk di sofa. Aku menatap sekelilingku. Aku mencium bau wolf dari setiap orang disini.
π π π π π π π π π π π π π π
Mansion yang mewah dan elegan lumayan cocok buat dijadiin markas. Banyak orang lalu lalang di sekelilingku.
Sampai ada orang menghampiriku. Dia menatapku dengan sinis dan berkata,"Hei, kau ngapain disini sono baris nanti kena marah ketua baru tahu rasa."
Baru kali ini ada yang berani ngomong begitu ke aku. Aku kesal banget karena dia berani ngusir aku tapi aku ikutin aja rencana dia.
Sepertinya semua orang disini belum nyadar karena terlalu sibuk (?) kalau aku ini ketua geng Gold Meteor. Mafia terkejam no.2 di dunia.
Aku pun berdiri dari dudukku dan menghadap ke orang tadi. Ternyata dia pendek banget. Lebih pendek dari Valerie malah.
"Siapa namamu?" Tanyaku karena penasaran. Sedangkan sudah banyak orang yang berkumpul di sekitar kami hanay menatapku sinis.
Aku sontak bingung kenapa mereka melihatku seperti itu. Lalu tiba-tiba orang yang tadi berkata,"Kau ngak kenal aku?"
Aku cuma menggelengkan kepala. Aku melihat Valerie datang pun langsung memanggilnya.
"Vale." OrangΒ² hanya terkejut melihatku.
"Sekuat apapun kau tidak boleh tidak sopan dengan ketua." Ucap seseorang diantara gerombolan orang yang menonton kami.
"Kenapa, sayang?" Tanya Valerie sambil tersenyum kecil dan itu membuat orang di sekitar kami melotot.
Meskipun sudah memakai topeng, kecantikan Valerie ngak bisa di tutupi.
"Sini ikut aku. Aku mau kasih kamu senjata dulu." Ucap Valerie sambil menarik tanganku.
Sedangkan orangΒ² masih di posisi yang sama. Yap tepat sekali. Mereka masih terbengong-bengong ria.
Halo ketemu lagi nih sama aku. Ada yang kangen ngak sama cerita ini ? Kayaknya enggak dehπ’π’π’. Tapi yaudah lah ngak papa. Jadi aku cuma mau ngucapin Selamat Tahun baru imlek 2571. Gong xi fa cai. See you soon. Byeeeeeeeeee.