
Bagi yang lupa chap kemarin~~~
"Aku akan mengadakan upacara pengangkatan mu sebagai luna ku a.k.a queen luna 3 hari lagi gimana menurutmu?"
"Aku......"
🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣🐣
Author Pov
''Aku.... Aku setuju.'' Jawab Valerie
Setelah mendengar perkataan Valerie, Daniel langsung meloncat-loncat kegirangan. Valerie langsung tercengang.
Karena setahu Valerie, King Alpha itu terkenal dengan tempramen nya yang sangat sangat buruk.
Sebenarnya Valerie juga bimbang. Karena Valerie menyimpan banyak sekali rahasia. Valerie takut Daniel akan menjauhinya jika Daniel mengetahui rahasianya.
Valerie Pov On
Aku benar² bimbang kali ini. Aku lebih baik menyusun strategi perang daripada berpikir mengenai upacara pengangkatan mate.
Jujur saja. Aku ini punya banyak rahasia. Termasuk TGW. Tapi untuk TGW itu pengecualian karena dia sudah tau kalau aku adalah ketua TGW.
Aku memiliki banyak mantan. Tapi tak ada satu pun yang berkesan di hati ku. Aku berpacaran cuma untuk keperluan bisnis.
Di dunia bawah (Dunia Mafia) aku dikenal dengna berbagai macam nama:
-)Bellisimo angelo della morte (malaikat maut cantik)
-)Grim reaper (malaikat maut)
-)Dll
Sebenarnya aku sangat merasa bersalah selama ini.
Aku selalu menyalahkan diriku sendiri atas kematian kedua orang tuaku karena mereka yang menyelamatkanku.
Ibuku terkena racun wolfbone. Racun paling mematikan bagi para werewolf.
Ayahku juga meninggal karena melawan para pengkhianat itu dan akhirnya meninggal.Aku juga masih merasa bersalah kepada kakakku.
Kakakku pergi juga karena dia merasa bersalah yang mendalam karena belum cukup kuat untuk melindungiku.
Aku melamun cukup lama dan tersadar karena ada yang memanggil ku.
Valerie Pov Off
Author Pov
"Ri..Rie....VALERIE" Daniel berteriak dan Valerie pun tersadar dari lamunanya.
"Kenapa?" Valerie bertanya dengan tampan watadosnya.
"Ck...Aku memanggilmu dari tadi tapi kau malah melamun." Ucap Daniel
"Apa sih yang kau pikirkan? Apa itu lebih penting daripada aku?" Sambung Daniel dengan wajah kesal.
"Eh...enggak. Aku ngak ngelamun kok." Elak Valerie.
"Terserahlah." Jawab Daniel.
"Oiya gimana kakimu sekarang? Masih sakit ngak?" Tanya Daniel.
"Udah ngak terlalu sakit sih." Jawab Valerie seadanya.
Valerie pun tampak berpikir sejenak. Dan akhirnya menjawab.
"Aku makan di ruang makan aja sama papa mama. Lagian kakiku sudah baikkan kok." Jawab Valerie.
"Oke. Yuk kebawah. Mau kugendong ngak?" Tanya Daniel sambil menggoda Valerie.
"Ngak usah. Kamu pegangin aja tangan aku." Jawab Valerie sambil mendunduk malu.
(Author : Ciaaa Valerie sok malu padahal mah malu maluin.
Valerie : Idih kayak lu ngak malu maluin aja thor.
Daniel : Yang sesama malu maluin ngak boleh berantem. Dari pada berantem enak kamu main sama aku, Val.
Author : Jijik, Dan. JIJIK.
Daniel : Serah aku lah thor.
Author : Ya. Ya. Netizen maha benar.)
Oke lah Back to Story.
Akhirnya Valerie turun kebawah dengan Daniel yang menggandeng tangannya.
Ruang Makan
"Idih. Si kakak main gandeng² kak Val aja nih. Dunia serasa milik berdua ya, Kak?" Sirik Karvia dengan nada yang bisa buat orang yang dikatain kesel setengah hidup.
"Emang kenapa? Iri ya. Kesian deh lo yang belum ketemu matenya. Hahaha." Balas Daniel dengan ejekan tentunya.
Perkataan Daniel tepat mengenai hati Karvia dan Karvia sontak memegang dadanya seperti sedang sesak nafas dan berkata.
"Teganya kau kak. Tega kau kepada adikmu yang super cantik nan imut ini." Ucap Karvia dengan lebaynya.
(Author : Ewhh ada kantong kresek ngak? Kantong kresek mana? Mau muntah nih.
Karvia : ih kamu jahat deh, Thor. Kan yang buat aku ngomong begitu kamu.
Author : Kan aku yang buat cerita jadi terserah aku lah.
Karvia : Sesuka hatimu lah, Thor.
Author : Hehehe.)
Back to story
"Idih ri..." Ucapan Daniel terhenti begitu saja saat Papa Daniel menyela ucapannya.
"Benar juga sih kata adikmu, Dan. Dia belum menjadi mate mu sepenuhnya." Ucap Papa Daniel.
"Ih, kok Papa gitu sih. Lagian aku tuh gandeng Val karena kaki dia tuh terkilir." Jelas Daniel.
Semua orang di ruang makan hanya mengangguk angguk ria.
"Yaudah sana duduk." Ucap Papa Daniel.
"Val sini duduk sebelah Mama." Ucap Mama Daniel.
"Ok, Ma." Jawab Valerie seraya melepaskan tangannya dari gandengan Daniel karena kakinya sudah tak sakit lagi bahkan sama sekali tidak sakit.
Kaki Valerie sekarang sudah sembuh seperti semula. Benar kata dokter. Regenerasinya terlalu cepat.
Sekian dulu Chapter kali ini jangan lupa like sama vote ya. Byeeee