
Daniel Pov
Ini sudah pagi matahari sudah nampakin diri di ufuk timur. Aku kebangun gara gara mukaku kepapar sinar matahari pagi yang ngebuat mata aku silau.
Pas aku baru buka mata aku langsung ngeliat muka bidadari di depan muka aku. Dan dia sekarang lagi meluk aku.
Aku langsung shock liat muka dia ada di depan muka aku. Wajahnya begitu damai saat tidur. Aku tergoda pas ngeliat bibirnya yang berwarna ranum itu.
Tapi pas aku lagi ngeliatin muka dia, tiba-tiba dia bangun. Dia natap aku polos banget terus langsung narik tangan dia yang meluk aku tadi.
Terus dia langsung bangkit dari tidurannya terus dia langsung berdiri dan lari tapi naas, kakinya terlilit selimut. Otomatis dia jatuh tersungkur dan langsung duduk.
Aku kaget juga panik takut dia kenapa kenapa. Aku langsung turun dari kasur dan ngehampiri dia yang masih duduk di lantai dengan kepala tertunduk dan melepaskan kakinya dari lilitan selimut.
"Kamu ngak papa?" Tanyaku.
Dia cuma nganggukin kepala dia sebagai jawaban. Aku langsung pegang dagu dia dan angkat keatas supaya aku bisa liat muka dia.
Aku liat mata dia udah berkaca kaca. Aku langsung tanya lagi ke dia.
"Yang mana yang sakit? Sini aku tiupin tapi jangan nangis ya, Sayang. " Ucapku.
Dia cuma ngarahin tangannya terus nunjuk ke kakinya. Dia bilang, "Kaki aku sakit, Dan." Jawabnya dengan nada manja.
"Kaki kamu sakit? Bentar ya, aku panggil dokter dulu." Ucapku.
Dia menganggukan kepalanya. Aku langsung menelepon dokter Masya, dokter pribadi mamaku.
Aku sengaja panggil dokter perempuan karena aku ngak mau ada yang pegang Valerie selain aku.
Habis nelepon Dokter Maya, aku langsung gendong Valerie ke kasur dengan perlahan secara bridal style. (sorry kalau salah tulisan)
Aku nurunin Valerie di tengah kasur dengan perlahan takut dia terluka. Aku langsung duduk di pinggiran kasur dan natap muka dia yang masih nunduk.
"Kenapa kamu nundukin kepala kamu terus, Val?" Tanyaku kepadanya.
"Sakit....Dan...... Hiks.....Hiks...." Jawabnya sambil terisak.
"Sabar ya, Sayang bentar lagi dokternya datang kok." Ucapku.
Aku mengangkat dagunya hingga matanya menghadap mataku. Hati ku seperti ditikam ribuan pedang tajam saat melihatnya menangis.
"Kumohon jangan menangis, Sayang. Itu membuatku sakit" Lirihku.
Lalu 6 menit kemudian Dokter Maya datang.
"Permisi King. Siapa yang akan saya periksa?" Tanya Dokter Maya.
"Dokter Maya tolong periksa kaki Luna ku." Jawabku ke Dokter Maya.
"Baik King." Jawab Dokter Maya.
Dokter Maya segera masuk ke kamarValerie dan mengecek kaki Valerie. Lalu aku pun bertanya, " Jadi gimana, Dok?"
"Kaki Luna hanya terkilir King. Saya akan segera memberikan resep obat penahan rasa sakit. King bisa menebusnya di apotek." Jawab Dokter Maya.
"Luna hanya perlu beristirahat dan kaki Luna akan kembali seperti semula. Karena kemampuan regenerasi Luna sangat hebat, King." Lanjut Dokter Maya.
"Baiklah. Terima kasih, Dok." Ucap Valerie dengan sedikit senyuman.
Kemudian Dokter Maya diantar keluar oleh pembantu yang ada di mansion tersebut.Karena ngak sembarang orang bisa masuk ke mansion mewah ini.
Entah kenapa tapi akhir akhir ini aku dan Valerie jadi sering tersenyum padahal dari data data yang kudapat Valerie merupakan pribadi yang dingin dan kejam.
Tapi jika bersama denganku dia melunak. Aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Valerie.
Aku berjanji pada diriku sendiri bahwa aku ngak akan pernah menyakiti Valerie. Jika hal itu terjadi aku tak akan memaafkan diriku sendiri.
Valerie adalah mateku, pasanganku, takdirku, masa depanku, juga lunaku. Aku akan segera mengangkatnya menjadi queen luna.
Aku segera menelepon Betaku, Darwin untuk segera mempersiapkan pesta pengangkatan lunaku pada saat malam bulan purnama pada bulan ini. Dan ternyata malam terjadi bulan purnama itu 3 hari lagi.
Aku langsung berkata ke Valerie, "Val, aku mau ngomong sesuatu." Valerie pun berkata,
"Ngomong apa, Dan?" Tanya Valerie.
"Begini aku ngadain pesta pengangkatan mu sebagai lunaku a.k.a. queen luna 3 hari lagi. Gimana pendapatmu?" Tanyaku.
"Aku............."
Hayoooo penasaran nih ye. Selamat menebak ya. Kira-kira Valerie jawab apa ya. Hmmmmm.
Hehehe. Silakan tebak sendiri. Sudah dulu ya chapter kali ini. See you next time byeeeeeeeee😉😉😉😉😉😉