Mate

Mate
Calon Adik Ipar



Valerie Pov


Aku segera membubarkan anggotaku ke pekerjaan mereka masing masing.


Karena merasa lapar, aku pun pergi olah raga. Eh salah. Pergi makan maksudnya. Hehe. Ngak lucu ya? Ya udah deh.


Aku pun mengajak Daniel ke Cafe di dekat markas yang kebetulan milikku sendiri. Sedangkan Christine dia sedang melepas rindu dengan orang tuanya.


Yah orang tuanya Christine berada di L.A.


Note: Markas ada 4 di masing masing negara dan nama grupnya sama seperti di penjelasan sebelumnya.


Kami pun berjalan kaki karena sedang musim salju. Jadi tak bisa pakai kendaraan apapun.


Kami berdua tak memakai mantel ataupun sarung tangan sama sekali. Kami berdua pun tak gemetaran.


Aku sudah sering berada di tempat yang sangat dingin karena arena latihanku, suhunya bisa mencapai -23° Celcius.


Saat berjalan kami hanya diam saja tanpa berkata apapun. Saat sampai di kafe kami memutuskan duduk di dekat kaca.


Saat masuk ke kafe pun kami disambut oleh para pelayan yang sebenarnya anggota TGW dan mereka menunduk saat aku masuk.


Aku menatap sekeliling dan hanya menganggukan kepalaku dan mengangkat satu tangan untuk memerintahkan mereka berdiri kembali.


Disini lumayan ramai pengunjung jadi mereka semua melihat kearah kami tapi kami berdua mengabaikan mereka dan duduk di tempat yang telah kami putuskan.


Aku segera memesan makanan kesukaanku, spagetthi tentunya. Dan dia memesan steak sapi keju. Yah Amerika terkenal dengan junk foodnya.


Kami berbincang bincang tentang perusahaan.


Note: Dan bila kalian bertanya, gimana pengangkatan gelar lunanya?


Mereka 1 hari disini lalu pulang lagi ke pack lalu keesokan harinya mereka ke LA lagi, bila masih belum bertemu kakaknya Valerie.


Setelah makan aku ke lantai 3 di kafe ini guna menemui manager sekaligus sepupuku yang bernama Martha, adik dari Andy.


Kalau Daniel? Tentu saja kutinggalkan dia sendirian disana. Dia tak mau ikut ke atas. Grogi katanya mau ketemu calon adik ipar.


Martha memang menekuni bidang perkulineran. Bahkan dia menjadi chef yang sangat terkenal sekarang.


Dia berasal dari keluarga Valentino, keluarga terkaya ke-1 di dunia. SetelahKeluarga Valentino baru keluarga Crost A.K.A. keluarganya Daniel yang menempati posisi ke-2.


Dia juga cantik. Jadi yahhh begitulah.





Author Pov


"Martha!" Valerie langsung memanggil sepupunya tersebut dan sepupunya A.K.A. Martha, langdung memeluk Valerie.


"Kak Rie kapan kesininya. Kok ngak ngabarin. Kan bisa Martha jemput di bandara." Ucap Martha dengan manja karena memang selama ini dia yang paling dekat dengan Valerie dan Valerie sangat memanjakannya.


Valerie yang mendengar perkataan Martha hanya tersenyum tipis dan berkata, "Kan Kakak ngak mau ngerepotin kamu. Lagian kamu banyak kerjaan kan?! "


"Hehehe kakak tau aja. Yuk duduk dulu kak." Ucap Martha sambil cengengesan.


Mereka berduapun duduk berdampingan di sofa ruangan manager tersebut. Namun tiba tiba Valerie berkata, "Eh jadi gimana nih, Mar. Kamu udah ketemu mate kamu belom?"


Martha hanya menunduk dengan wajah menyesal.


" Belum, Kak. Masih cari." Kata Martha.


Valerie hanya mengangguk dan tiba tiba Valerie mendapat ide untuk mengenalkan Daniel ke Martha.


"Mar." Panggil Valerie.


"Ya? Kenapa kak?" Tanya Martha.


"Turun yuk! Kakak mau ngenalin seseorang ke kamu!" Ajak Valerie ke Martha dan langsung dijawab anggukan oleh Martha.


Mereka berdua pun turun ke lantai 1 dan berjalan ke meja tempat Valerie bersama Daniel duduk sebelumnya.


"Dan." Panggil Valerie.


Daniel yang fokus pada HPnya sontak melihat ke arah suara yang memanggilnya. Yang tak lain dan tak bukan adalah matenya, Valerie.


Tapi Daniel mengernyitkan alisnya tanda dia bingung melihat seorang perempuan mengenakan kemeja biru garis garis putih serta rok berwarna peach dan tak lupa sepatu high heels lumayan tinggi sekitar 4 Cm berwarna putih.


Valerie yang mengerti dengan raut bingung Daniel langsung menjelaskan.


"Ini sepupuku. Namanya Martha dan dia merupakan manager kafe ini." Ucap Valerie mengenalkan Martha ke Daniel. Daniel hanya menganggukan kepalanya tanda dia mengerti.


"Dan Martha, ini mateku, Daniel." Ucap Valerie lagi tapi kali ini dia berbicara ke Martha. Dan Martha langsung memeluk Valerie.


"Kenapa kakak ngak kasih tau keluarga kita kalau kakak udah ketemu mate?" Tanya Martha ke Valerie sambil mendongakkan kepalanya keatas.


Karena Valerie memang tinggi untuk ukuran perempuan. Valerie hanya tersenyum mendengar pertanyaan Martha dan berkata.


"Kakak mau kasih surprise." Jawab Valerie dan mengelus kepala Martha.


Yoooooooo. Balik lagi nih sama aku. Kangen gak nih sama cerita ini? Hmmmmm. Ya udahdeh segini dulu ya chap kali ini. Jangan lupa follow insta aku @31.lau_ts31dan insta temen ku yang kasih ide buat cerita ini @ctrn.99