
Daniel Pov
Kalian tahu sendiri bagaimana susah nya aku mencari mate ku. Apalagi aku di desak oleh orang tua ku. Seperti yang pernah ku katakan aku seorang King of Werewolf. Aku sendiri pernah tinggal di dunia manusia selama 2 tahun. Selama 2 tahun itu aku membangun sebuah perusahaan yang kalian kenal sebagai DCrost Company, perusahaan di bidang desain karena aku menyukai desain.
Aku sudah mengajak mate ku menemui orang tua ku dan ternyata mereka cocok bahkan langsung seperti keluarga. Sekarang Vale sedang berbincang dengan keluargaku dan aku akan mengajak nya untuk tinggal di pack ku.
"Vale, kau harus tinggal di pack ku." Ucapku secara langsung dan membuat Vale tiba² menoleh kepada ku.
"Memangnya kenapa?" Dia bertanya dengan ekspresi polosnya dan membuat ku gemas.
"Kau adalah mate ku tentu saja kau harus tinggal di pack ku." Ucap ku
"Tapi.." Aku langsung memotong perkataan nya.
"Aku akan meminta omega mengurus semua keperluan mu." Potong ku.
"Perusahaan ku?" Dia bertanya.
"Apa kau lebih mementingkan perusahaan dari pada aku?" Aku bertanya dengan nada murung .
Aku melihat dia uring uringan karena perkataan ku tadi.
"eh.. emm ... baiklah." Akhirnya aku mendengar jawaban yang aku inginkan.
Hari sudah malam dan tiba saatnya jam makan malam. Kami makan malam seperti biasa tapi makan malam hari ini sangat spesial karena kami makan di temani oleh mate ku, Vale.
Saat selesai makan kami berbincang bincang seperti biasa dan tiba tiba Vale bertanya.
"Aku tidur di kamar mana?" Dia bertanya ke kami berempat.
"Tentu saja di kamar ku." Aku menjawab dengan tegas dan tidak ingin mendengar bantahan.
"No. No. No. Big no." Aku hanya berdecak kesal saat mendengar adikku ingin membantah perkataan ku.
"Kalian belum terikat hubungan apapun dan kau kak, kau belum mengadakan pengangkatan luna . Kau tidak boleh sekamar dengan kak Angel." Lanjutnya lagi aku tidak terima dan tentu saja aku membantah.
"Sudahlah Karvia. Biarkan kakakmu sekamar dengan mate nya." Akhirnya mama bersuara.
"Tapi.." Karvia ingin membantah lagi tapi langsung dipotong oleh papa.
"Tenanglah Karvia. Kakakmu masih bisa mengontrol nafsunya." Wajah mate ku seketika memerah karna malu.
"Huh, baiklah." Akhirnya penghalang nya pergi.
"Ini sudah malam masuklah ke kamar masing masing." Perintah papa ke kami semua.
Aku dan Vale berjalan berdampingan ke kamar ku ralat kamar kami (uhuy kata kata nya ).
"Aku tidur di sofa." Ucap nya singkat. Sepertinya ini karma ku karna aku terlalu dingin kepada orang lain sebelum nya.
"Ngak. Kamu tidur di kasur." Perintah ku.
"Terus kamu tidur dimana? Masa pemilik kamar tidur di sofa." Dia bertanya dengan wajah polos nya.
Dia terlihat menggemaskan.
"Tentu saja di kasur?" Dia terkejut dengan perkataan ku dan aku hanya memutar mata bosan.
"Kau sendiri yang bilang, pemilik kamar ngak boleh tidur di sofa." Lanjut ku lagi.
"Tapi kita kan belum menikah." Bantah nya.
"Tapi kau adalah mate ku. Dan beberapa hari lagi kita akan menikah dan aku akan mengangkat mu sebagai queen luna." Ucap ku.
"Tapi masih beberapa hari lagi kan. Masih belum. Jadi, kau tidur di sofa ya." Ucap nya sambil tersenyum manis kepadaku.
"Ya udahlah." Aku pun mengalah karna tidak tega dengan senyum manisnya.