Mate

Mate
Pengangkatan Queen Luna



Hola sorry sudah lama aku ngak up soalnya masih PTS. Jadi baru bisa up sekarang. Soooo happy reading.


Daniel Pov


Karena kakaknya Vale sudah ketemu kami pun kembali ke pack. Untung saja kakaknya Vale ingin ikut ke packku.


Saat sampai kami langsung disambut oleh orang tuaku dan kami pun turun dari mobil dan berjalan ke arah orang tuaku yang sudah berada di depan pintu.


"Bukankah kau sehari disana El?" Ucap mamaku dengan nada lembutnya.


"Kakaknya Vale udah ketemu, Ma." Ucapku.


"Oh ini Nelvin yah?! Masih ingat tante ngak Vin? Ya ampun kamu udah besar aja. Dulu kamu masih 3 tahun dan waktu itu Vale masih 8 bulan kalau ngak salah." Ucap mama panjang lebar.


"Iya tante. Nelvin inget kok. Tante Melviana dan Om Mazquess kan?" Ucap Nelvin sambil tersenyum.


"Hohoho betul banget, Nak. Masih inget aja kamu sama om." Ucap papaku.


"Iya dong, Om. Kan om dulu sering ke pack kami." Ucap Nelvin lagi dengan senyum getir di akhir kalimat.


"Yaudah ngobrolnya lanjut di dalam aja." Jawab mama.


"Oke, Ma. Ayo masuk." Ucap Papa dan kami berlima pun masuk ke dalam mansion. Didalam mansion terlihat banyak maid berlalu lalang untuk menyiapkan pengangkatan luna baru mereka.


Raut wajah Nelvin terlihat bingung. Vale yang sepertinya tahu arti dari raut wajah kakaknya pun langsung menjawab.


"Mereka sibuk untuk acara pengangkatan ku, Kak." Terang Valerie untuk menjawab semua pertanyaan di kepala kakaknya.


Aku pun melihat Nelvin menganggukan kepalanya. Oh iya aku memanggilnya Nelvin bukan kakak ipar karena umur kami sama. 23 tahun.


Setelah itu kami pun bersiap untuk pengangkatan lunaku. Vale memakai dress berwarna ungu pastel dan sepatu high heels 5 Cm dan yah bajunya terlalu terbuka bagiku.





Bayangin aja kemejanya warna ungu pastel ya. Nelvin hanya memakai kemeja warna ungu pastel dengan celana kain warna putih dengan sepatu ungu pastel.


Yah punya Nelvin memang sudah disiapkan sebelum Nelvin ditemukan dan kebetulan ukurannya pas. Tebakan Vale memang tepat.


Kami pun pergi ke aula untuk mengadakan ritualnya. Saat kami di aula, pandangan mata kaum adam mengarah ke arah mateku.


Aku pun merasa cemburu dan reflek aku mengeluarkan aura membunuhku dan akhirnyamereka tak melihat kearah kami berdua lagi.


Acara berjalan dengan lancar hingga Vale resmi menjadi Queen Luna namun...........


DUARRRRR


Muncul bom asap dari atas panggung tepat didepan kami dan itu membuat para tamu pergi berhamburan untuk menyelamatkan diri.


Ayahku juga langsung naik ke atas panggung sedangkan Karvia bersama ibu pergi kembali ke kamar karena diminta oleh ayah


"Hahahaha jangan kau pikir kau dapat lepas dariku, Sayang." Ucap seorang pria bermasker yang keluar dari asap itu dan kulihat Vale menajamkan matanya.


Melihat pria itu keluar dari asap, sontak aku melindungi Vale. Aku melihat Vale mengepalkan tangannya sampai kuku jarinya memutih sedangkan Nelvin langsung berada didepanku.


"Sepertinya Si Cupu ini sudah kembali ya. Bukannya kau mundung lari ke LA gara gara tak bisa melindungi adikmu. Bahkan adikmu yang masih kecil lah yang mengalahkanku." Ucap pria misterius itu.


Aku bingung dong. Lantas aku bertanya kepada pria itu.


"Siapa kau? Beraninya kau mengacaukan acara pengangkatan lunaku. Memangnya kau siapa?" Teriakku


Dan pria itu malah tertawa keras. "Hahaha. Kau tak kenal siapa aku? Kau alpha baru ya?"


Ayahku terkejut mendengar suara itu dan langsung berkata, "Bukankah kau...."


Hola welcome back. Sorry banget aku lama update yang ini soalnya aku ada up cerita lain lagi (Putri yang tak dikenali) aku masih fokus ke yang itu. Soalnya aku juga bingung yang ini mau gimana lagi oh iya jangan lupa baca cerita cerita aku yang lain ya. Buat yang suka genre timetravel bisa baca Putri yang tak dikenali ama Princess in a novel world. Jangan lupa like sama favorite ya. Aku juga mau buat QnA buat perayaan 5K viewers di Princess in a novel world kalian boleh tulis pertanyaan di chap terakhir sooo see you soon. Bueee