Mate

Mate
Jangan Kabur



Valerie Pov


 


Setelah aku mengenalkan Daniel ke Martha dan sebaliknya, aku berpamitan ke Martha dan pergi keluar kafe di ikuti oleh Daniel.


Kami berdua berjalan berdampingan sambil mengobrol panjang lebar sampai ke rumah. Namun saat sampai di mansion, aku teringat bahwa HPku tertinggal di Kafe.


 


Aku pun pergi ke kafe lagi sendirian sedangkan Daniel aku tinggalkan dimansion.Akupun mengambil HPku dan kembali pulang ke mansion. Namun pada saat sedang berjalan aku ditabrak oleh seseorang.


Brukkkkkkk. Aku terjatuh dan sontak melihat siapa yang menabrakku. Aku terkejut. Sangat sangat terkejut. Tepat sekali. Yang menabrakku tak lain dan tak bukan merupakan kakakku sendiri.


Saat dia mencoba kabur aku langsung mencekal dan memegang tangannya dengan sangat erat. Jika kalian bertanya bagaimana bisa aku mengenalinya?


Aku bisa mengenalinya karena tanda serigala bermahkota dilehernya dan tanda itu hanya dimiliki oleh kami berdua. Pewaris keluarga Valentino.


Tanda itu terdapat kode yang hanya bisa dilihat oleh kami berdua jadi tanda itu tidak bisa ditiru dengan cara apapun. Aku juga memiliki tanda yang sama dileher kiriku.


"Jangan kabur lagi, Kak." Teriakku. Untung saja sedang musim dingin jadi tidak banyak orang yang berlalu lalang di jalan raya tempat kami berada saat ini.


Bahkan hanya kami berdua yang ada di sepanjang jalan ini. Dia hanya memandangku dengan sendu.


"Maafkan Kakak. Kakak tak bisa melindungimu. Kakak minta maaf. Kakak tidak melakukan apapun saat kau disakiti oleh mereka." Lirihnya.


"Tapi....tapi kakak bahkan-" Aku langsung mengarahkan telunjukku ke depan bibir kakakku agar dia tak melanjutka kata katanya.


Aku tau kakak pasti ingin menyalahkan dirinya lagi. Makanya aku langsung mengisyaratkannya untuk diam.


Aku langsung memeluk kakakku dan menangis. Untung saja tidak ada orang disini, mungkin.


"Kakak jangan pergi lagi. Angel takut. Hiks." Aku benar benar menangis kali ini. Aku takut. Sangat takut. Aku takut kakakku pergi lagi.


Aku merasakan ada yang mengelus rambutku dengan lembut. Dan dia pun berkata,"Baiklah. Kakak tak akan pergi lagi."


Aku pun melihat kearahnya lagi dan berkata,"Janji?" sambil mengangkat jari kelingkingku. Dia pun menautkan kelingkingnya ke kelingkingku yang mungil Sambil tersrnyum dan menganggukkan kepalanya.


Akhirnya aku kembali mengangkat suaraku dan berkata, "Kak, ayo ke mansionku."


Lalu diapun menjawab,"Mansion apa markas, Hmmm?" Tanyanya kepadaku. Oh, tidak aku ketahuan.


Akupun hanya cengengesan menanggapi pertanyaannya itu. Sedangkan dia hanya mengacak acak rambutku sampai kusut. Huaaa. Rambutku.


Tapi itu tidak sebanding dengan kegembiraanku hari ini karena dapat bertemu dengannya, Kakakku yang sangat kusayangi.


Kami pun kembali ke mansionku. Tetapi tanpa kami sadari ada yang menatap kami dengan kebencian yang sangat mendalam.


Hey yo whats up kembali lagi dengan aku di ceritaku satu ini. Nah kali ini Valerie udah ketemu nih sama kakaknya. Tapi oh tapi siapakah gerangan yang menatap mereka tadi? Silakan kalian cek di chap selanjutnya. Jangan lupa like dan beri rate untuk cerita ini. Jangan lupa tingalkan komentar kalian ya. Tanpa kalian apa jadinya aku ini. So kalau kalian suka dukung terus ya cerita ini. See you in the next chapter. Byeeeeee.