Married With Sister In Law

Married With Sister In Law
Bercerai



Samuel membuka sebuah amplop yang terletak di meja kerjanya. Tidak ada nama pengirim di sana dan membuatnya menjadi sedikit curiga.


Ketika ia hendak membuka surat tersebut Arga juga sedang masuk ke dalam ruangannya.


"Sebentar lagi ada rapat," ucap Arga untuk memberitahu pada Samuel.


"Oke. Sebentar lagi aku akan ke sana." Samuel nampak sibuk dengan amplop yang ada di tangannya dan membuat Arga menjadi ikut penasaran.


"Dari siapa?" tanya Arga.


Samuel hanya mengangkat kedua pundaknya. Dia juga tidak tahu.


"Gak ada nama pengirimnya dan ini sedikit mencurigakan bukan?" Samuel meminta pendapatnya pada Arga.


"Berhati-hatilah," ucap Arga. Lelaki itu kemudian duduk di depan Samuel dan mengamati temannya itu membuka amplop yang juga membuatnya penasaran.


Ekspresi wajahnya nampak berubah ketika melihat lembaran-lembaran foto yang ia lihat.


Dia juga menemukan sebuah falsdisk yang entah apa isi di dalamnya.


Tanpa menunggu lama ia langsung mencolokkannya pada PC-nya. Dan kali ini wajahnya benar-benar sangat murka.


Arga tidak tahu apa yang sedang terjadi pada lelaki yang ada di depannya itu hingga ia bertanya pada Samuel langsung.


"Kenapa? Ada apa?" tanya Arga.


Samuel melemparkan foto dan flashdisk di depan Arga kemudian meninggalkan lelaki itu sendirian di sana.


Arga yang bingung langsung memunguti foto-foto yang berserakan. Dia sangat terkejut menemukan foto dirinya dan juga Tiara di sana.


Ia mengecek isi dalam flashdisk tersebut dan rekaman selama di rumah sakit benar-benar membuatnya tak percaya.


Siapa yang tega melakukan ini pada Tiara?


Arga langsung berlari ke Samuel. Dia tidak mau ada salah paham antara Samuel dan Tiara.


Ia takut jika hal tersebut bisa beimbas pada kehidupan wanita tersebut.


"Sam! Tunggu dulu!" Arga meraih pundak Samuel tapi langsung ditepis oleh lelaki itu.


"Kamu bisa jelaskan nanti setelah rapat." Samuel masuk ke dalam ruangan rapat dengan suasana hati yang sangat buruk.


Pikirannya melayang ke mana-mana. Hingga tidak fokus pada rapat siang itu. Begitu pula dengan Arga. Sejak tadi dia memperhatikan Samuel yang menahan emosi padanya.


**


"Jadi sebenarnya, apa hubunganmu dengan Tiara? Kenapa ada foto ini dan kamu terlihat peduli padanya?" tanya Samuel ketika berada di sebuah bar.


Sepulang kerja mereka berdua memutuskan untuk membicarakan masalah tersebut di bar. Mereka tidak ingin karyawan kantor tahu jika keduanya sedang ada konflik seperti itu.


"Aku dan Tiara sempat berpacaran beberapa tahun. Tapi tak ada yang tahu," jawab Arga. Ia merasa bersalah pada Samuel saat itu.


"Lalu?"


"Aku memutuskan hubungan dengannya setelah tahu kalau kamu menyukainya. Aku hanya mau Tiara bisa memiliki hidup lebih baik kalau dia menikah denganmu.


Jawaban dari Arga membuat Samuel frustasi. Ini seperti dia ditipu oleh sahabatnya sendiri setelah bertahun-tahun.


"Lalu di rumah sakit?" tanya Samuel lagi.


"Aku hanya ingin menjenguknya. Dan setelah kamu memutuskan untuk menikah dengan Ruby. Aku sering mengunjungi Tiara agar dia tidak kesepian."


Samuel mengembuskan napas beratnya. Dia benar-benar kecewa pada Tiara dan Arga. Mengapa mereka tega melakukan hal ini di belakangnya.


"Kamu masih menyukainya kan?" tanya Samuel pada Arga. Ia menatap wajah Arga dengan dalam dan lelaki itu sudah dapat mendapatkan jawaban bahkan sebelum Arga menjawabnya.


Arga masih diam tidak menjawab. Sepertinya tidak perlu menjawab Samuel juga tahu jika dirinya masih mencintai Tiara.


Lalu suasana hening di antara mereka tercipta. Samuel terlalu banyak menenggak bir yang ada di depannya. Sedangkan Arga menunggu Samuel hingga perasaannya menjadi sedikit lebih tenang.


"Kalian berdua sama saja. Kalian telah menusukku dari belakang." Samuel sudah mulai mabuk didengar dari cara bicaranya.


"Aku sangat kecewa padamu!" Samuel pergi meninggalkan Arga. Ia memanggil supir pribadinya untuk menjemputnya di bar.


Arga tak bisa berbuat apa-apa. Ia juga merasa bersalah karena telah membohongi Samuel. Namun, apa yang dilakukannya tidak ada apa-apanya dibanding apa yang sudah terjadi dengan Tiara.


Wanita itu sudah terluka karena pernikahanya dengan adik kandungnya sendiri.


Kemudian mereka malah tinggal di satu atap yang sama. Bukankah itu terlalu kejam untuk Tiara?


**


Tiara tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Samuel malam itu. Ia melihat suaminya yang tak biasa mabuk, terkejut mendapati Samuel seperti itu.


Ia membantu Samuel berjalan hingga menuju kamarnya tapi lelaki itu menolak.


"Aku ingin tidur di kamarku sendiri malam ini," ucap Samuel. Ia menatap kecewa pada Tiara.


Wanita itu tidak berpikir macam-macam karena yang ia tahu mungkin Samuel sedang lelah karena pekerjaannya.


Namun sayangnya hal tersebut berulang hingga beberapa hari. Membuat Tiara penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi pada suaminya itu.


Akhirnya malam itu dia memberanikan diri untuk bertanya pada Samuel apa yang sebenarnya terjadi padanya akhir-akhir ini.


"Apa aku sudah melakukan kesalahan padamu?" tanya Tiara yang mendapati suaminya itu bersikap dingin padanya akhir-akhir ini.


"Gak ada," jawab Samuel singkat. Ia menatap layar PC-nya tanpa memedulikan Tiara.


Tiara tak ingin bertanya lagi pada Samuel karena berpikir jika lelaki tersebut sedang dalam suasana hati yang buruk.


Saat Tiara hendak membuka pintu kamar Samuel. Lelaki itu tiba-tiba bertanya pada istrinya, "apa kamu mengenal Arga?"


Tiara berhenti dan membeku di tempatnya berdiri. Wajahnya memucat karena tiba-tiba Samuel tiba-tiba bertanya tentang Arga.


Darimana dia tahu tentang Arga?


"Kenapa diam? Apa kalian ada hubungan yang spesial?" tanya Samuel lagi.


Tiara membalikkan badannya dan memandang wajah Samuel yang marah.


Tak biasanya lelaki itu akan bersikap dingin dan kejam seperti itu pada Tiara.


"Darimana kamu tahu aku dan Arga--"


Samuel membuka lacinya kemudian melemparkan foto dan falsdisk pada Tiara.


Wanita itu langsung tahu jika itu adalah foto lamanya dengan Arga.


"Kenapa gak jawab? Jawab pertanyaanku Tiara!" Suara Samuel meninggi hingga membuat Tiara terkejut dengan sikap lelaki tersebut.


"Aku-- Dan Arga dulu pernah berpacaran," jawab Tiara sedih karena dibentak oleh Samuel seperti itu.


Karena baru pertama kali Samuel meninggikan nadanya pada Tiara.


"Dan dia masih mencintaimu?"


"Aku gak tahu Mas kalau soal itu."


"Jangan berbohong. Dari bukti rekaman dari rumah sakit sudah bisa menjelaskan semuanya."


Tiara menahan air matanya memandang Samuel dengan perasaannya yang hancur. Dalam sekejap lelaki yang lembut itu langsung berubah menjadi kasar padanya.


"Maafkan aku Mas. Tapi aku benar-benar gak tahu."


"Sepertinya lebih baik kita berpisah dan kamu kembalilah dengan Arga. Toh dia sekarang sudah mapan. Berbeda saat ia masih karyawan biasa."


"Berpisah? Maksud kamu?"


"Iya, kita bercerai. Aku sekarang tahu kenapa dulu kamu sangat ingin bercerai padaku, ternyata alasannya adalah ini?"