Marriage Is A Crazy Lie

Marriage Is A Crazy Lie
Episode 8



...MARRIAGE IS A CRAZY LIE...


.


.


.


Innara baru saja menyelesaikan ritual mandinya di malam hari karena badan nya terasa lengket.


Innara menatap gaun itu dan mengelusnya, kemudian ia simpan di lemari.


"Sayang sekali aku cuci, takut rusak kain nya. Apalagi aku mengetahui harga gaun ini." Gumam nya kemudian tersenyum.


1 jam berlalu Innara pun sudah terlelap dari tidurnya.


.


.


...****************...


Apartemen Godrest.


"Glenn cepat bawakan aku salep gatal, badan ku sangat gatal dan panas." Pekik Aaron terus saja menggaruk kepanasan.


"Tuan kau makan apa tadi? Kenapa alergimu muncul kembali?." Tanya Glenn sambil membawakan salep gatal di dalam laci.


"Aku memakan kerang siput saat di mansion."


Sahut Aaron dengan wajah yang memerah.


"Apa? Kenapa tuan memakan kerang siput? Bukankah kau tidak boleh memakan nya?." Pekik Glenn sambil mengoleskan bentol bentol merah di tubuh Aaron.


"Aku melakukan ini terpaksa, demi menyelamatkan wanita itu." Ucap Aaron terus mengusap ngusap kulitnya yang terasa gatal.


"Wanita siapa? Innara maksudmu?." Tanya Glenn


"Itulah tidak penting namanya siapa." Sahut Aaron.


"Kenapa tuan melakukan ini demi Innara?." Tanya Glenn.


"Kalau aku tidak memakan nya ibu akan curiga bahwa wanita itu bukan pacarku, karena wanita itu mengambil kerang siput kedalam makanan ku." Ucap Aaron dengan terus menggaruk garuk.


"What? Aku tidak nyangka kau melakukan hal itu tuan demi seorang wanita yang sama sekali tidak tuan kenal." Ucap Glenn menggelengkan kepalanya.


"Glenn jangan banyak tanya, oleskan terus salepnya tubuhku sangat panas dan gatal." Pekik Aaron.


"Ya Tuhan, tuan bentol nya sudah sampai wajah anda." Pekik Glenn bergidik.


"Benarkah Glenn!." Aaron berlari menuju cermin ternyata benar dia kini sudah dipenuhi dengan bentol merah.


"Kau seperti monster tuan." Ucap Glenn bergidik.


"Kau meledekku Glenn!!?." Pekik Aaron


"Tunggu tuan aku akan menghubungi dokter Vano untuk datang kesini sekarang." Glenn segera menghubungi Dokter Vano yang tak lain sepupu Aaron dan termasuk sahabatnya juga.


Setelah beberapa menit Glenn menghubungi Vano akhirnya Vano sedang menuju di jalan.


"Tuan, nyonya besar menelponmu." Ucap Glenn melihat ponsel Aaron berbunyi.


Aaron segera mengangkat nya.


"Hallo bu," ucap Aaron dengan menahan gatal dan panasnya.


"Kau dimana? Kenapa tidak pulang ke mansion ini sudah malam nak." Ucap Weena.


"Iya bu, A-aron malam ini tidur di apartemen karena harus bergadang membereskan pekerjaan kantor." Ucap Aaron dengan menggaruk garuk punggunya.


Aaron memerintah Glenn untuk menggaruk punggungnya yang gatal dengan bahasa isyarat, Glenn pun menuruti menggaruknya.


"Kau di apartemen dengan siapa.?" Tanya Weena


"Aku bersama Glenn." Ucap Aaron tidak kuat menahan tubuhnya.


"Ohh ya sudah boleh ibu video call nak?." Tanya Weena.


"Ahh tidak tidak bu, Aaron sangat sibuk. Aaron tutup telpon nya ya bu, selamat malam." Aaron segera menutup ponselnya.


Aaaghh!! Glenn aku tidak tahan lagi!." Aaron terus saja menggaruk garukan badan nya yang kini sudah melepuh.


"Tuan sudah jangan di garuk terus, kulit anda melepuh dan lecet." Ucap Glenn panik.


"Tapi aku tidak tahan Glenn ini gatal dan panas sekali." Aaron menggaruk garuk lehernya yang sudah memerah.


"Rendem saja pakai air hangat tuan, aku akan menyiapkan nya sampai menunggu dokter Vano datang kesini."


Ucap Glenn kemudian pergi menuju kamar mandi menyalakan water hot nya.


.


.


...****************...


Di tempat sebuah club seorang wanita cantik dan berpakaian seksi sedang duduk di depan bartender dengan meminum sebuah alkohol di tangan nya.


"Brengsek! Aku tidak boleh kalah dengan wanita itu, Aaron hanya milikku dia untukku!." Ucap Liora sambil meminum alkohol dengan sedikit sedikit.


"Hai Liora." Sapa Alex menghampiri Liora duduk di bar tender.


"Hai Alex." Sahutnya.


"Sepertinya kau terlihat banyak masalah sekali." Ucap Alex


"Memang hati aku sedang tidak baik baik saja." Ucap Liora terus meneguk minuman nya.


"Yah masalah cinta lagi kan?, dari pada memikirkan nya bagaimana kita menari disana." Ajak Alex menunjuk ke arah depan yang begitu banyak orang orang menari disana


Liora menatap Alex dengan tatapan sayu.


"Come on lah! Kita rayakan bersama jangan bersedih." Bisik Alex .


Liora pun tersenyum dan akhirnya menerima ajakan Alex.


.


.


...****************...


Apartemen Godrest.


"Hahaha.." ucap suara bariton menertawakan Aaron saat Glenn baru saja menceritakan semuanya.


"Jadi kau makan kerang siput hanya demi wanita pacar sewaanmu itu?." Ucap Zino tidak menyangka.


"Berisik kau! Kalau aku tidak melakukan nya, ibu pasti curiga." Ucap Aaron cuek.


"Wow seorang Crazy Rich mempertaruhkan dirinya hanya untuk wanita biasa hahaha amazing." Pekik Vano tertawa sambil bertepuk tangan.


"Aku juga sangat tidak percaya tuan melakukan ini, padahal kerang siput adalah makanan musuhmu." Ucap Glenn tertawa.


"Sepertinya wanita itu bukan sembarang pacar sewaan, pasti nya ada sesuatu makanya kau melakukan hal bodoh ini." Ucap Vano.


"Kau bicara sekali lagi aku timpuk!." Ucap Aaron sambil membawa sebuah benda di dekatnya yang hendak d timpuk.


"Hahaha." Glenn dan Vano tertawa


"Kok aku penasaran dengan wanita itu, tapi syukurlah aku senang karena kau sudah melupakan Liora." Ucap Vano.


"Pergi kau sana cepat pulang, aku ingin beristirahat." Pekik Aaron mendengus kesal.


"Ihh dasar tuan arogan, kau belum berubah." Ucap Vano menggelengkan kepalanya.


"Oh ya, jangan bilang bilang pada ibu bahwa aku terkena alergi." Ucap Aaron.


"Hm, baiklah aman tuan." Sahut Vano.


.


.


...****************...


Keesokan harinya di pagi hari pukul 06.00 pagi cuaca begitu sangat dingin dengan hembusan angin dan embun.


Felix baru saja menginjakan kakinya di apartemen Godrest karena mendapat kabar dari Glenn bahwa Aaron sakit terkena alergi.


"Selamat pagi tuan." Ucap Felix masuk kedalam kabar Aaron.


Aaron saat itu masih terlelap dari tidurnya.


"Biarkan saja dia tidur, dia tidur jam 4 pagi karena gatal yang terus menganggunya." Sahut Glenn tiba tiba datang dari arah pintu.


"Kau menginap disini?." Tanya Felix menoleh Glenn.


"Ya, siapa lagi yang mengurus dia, aku bahkan belum tidur sampai sekarang karena menjaga dia yang repot." Sahut Glenn.


"Huftt! Tapi bagaimana keadaan nya sekarang?." Tanya Felix


"Lebih mendingan karena dokter Vano mengobatinya datang kemari." Ucap Glenn.


Felix menghampiri Aaron yang tengah tertidur pulas kemudian ia memegang tangan Aaron dan menatapnya.


"Kulitnya merah sekali, tapi bentol nya sudah tidak terlalu parah." Ucap Felix memeriksa tangan Aaron yang halus.


"Ya, tapi bagian pahanya ada goresan lecet karena dia terus menggaruknya, jika tidak di cegah olehku mungkin semua kulitnya akan lecet." Ucap Glenn.


Felix menatap Aaron dan memeriksa suhu badan nya.


"Ya sudah biarkan saja dia istirahat, aku akan pergi ke kantor untuk mem backup pekerjaan nya." Ucap Felix beranjak dari duduknya.


"Kabari aku jika tuan ada apa apa." Ucap Felix pun pergi menuju keluar kamar di ikuti Glenn.


"Hati hati di jalan Lix." Ucap Glenn


"Terima kasih, kau juga istirahatlah matamu sudah sayu." Ucap Felix


"Aman." Sahut Glenn.


.


.


.


Bersambung...


Semangat membacanya ya readers🤗🥰