
...MARRIAGE IS A CRAZY LIE...
Aaron Alberntino adalah seorang laki laki berwajah tampan dan gagah, dia adalah seorang anak tunggal dari keluarga Albert Alberntino dan Weena Sechan. Ia berjabat sebagai ceo di perusahaan Emperor Group karena menggantikan ayahnya yang sudah meninggal 5 tahun yang lalu.
Tidak hanya wajah saja yang tampan, ia juga memiliki otak brilian yang sangat cerdas dan cepat dalam mengambil keputusan apapun.
Di usia yang menginjak 28 tahun dia sudah sukses terkenal begelar sebagai Crazy Rich di negara nya.
maka itulah dia selalu menjadi bahan rebutan para kaum hawa. Tapi sayangnya ia memiliki pribadi yang sangat cuek dan arogan terhadap orang orang apalagi terhadap lawan jenisnya.
Sore pukul 15:00 itu matahari masih saja bersinar terik.
"Aaron, ibu mau berbicara padamu." Ucap Weena yang tak lain ibunya baru saja masuk ke dalam kamar anaknya.
"Bicara apa bu? Katakan saja." Sahut Aaron sambil menutup laptopnya, kemudian menghadap ke arah wanita yang sudah sedikit rentan itu.
"Apa kau sudah punya pacar?." Tanya Weena dengan wajah serius
"Memangnya kenapa bu?." Tanya Aaron menaikan sebelah alisnya.
"Hanya bertanya saja kok." Jawab Weena tersenyum.
Aaron menghela nafasnya sambil memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Aku tau ibu pasti akan membujukku agar kembali menerima Liora lagi?." Tanya Aaron karena ia sudah tau tujuan ibunya.
"Aaron, Liora bilang dia masih sayang sama kamu dan dia bilang dia sangat menyesal apa yang ia perbuat, kasih dia kesempatan hadir di dalam hidupmu lagi nak." Ucap Weena sambil memegang tangan Aaron.
"Tidak bu, sampai kapanpun Aaron tidak akan menerima Liora lagi. Lagi pula Aaron sudah tidak cinta lagi sama dia bu." Jelas Aaron
"Tapi ibu menginginkan Liora sebagai menantu ibu, soal cinta pasti akan tumbuh lagi dengan berjalan nya waktu."
"Itu tidak akan bu, kenapa ibu bisa berpikiran ingin menerima Liora kembali padaku? Padahal anakmu pernah dibuat sakit hati oleh nya."
"Ibu tau nak, tapi Liora bilang pada ibu bahwa dia melakukan itu khilaf."
"Khilaf? Liora berselingkuh dengan Calvin bu, sepupu ku sendiri dan dia bilang khilaf? Padahal dia melakukan nya secara tersadar." Ucap Aaron mempertegas.
"Tapi nak, ibu yakin kau pasti bisa memaafkan kesalahan nya dan menerima lagi."
"Aku sudah memaafkan Liora, tapi untuk menerima dia kembali aku sudah tidak bisa bu."
Aaron dan Weena saling menatap kuat.
"Aku lelah bu, melupakan dia bukan hal yang mudah. Tapi setelah aku mencoba mengiklaskan nya dan mulai beradaptasi lagi dengan kenyataan, Liora datang lagi. Apa menurut ibu pantas jika Aaron menerima lagi Liora?."
"Pantas, karena kalian ditakdirkan berjodoh." Tegas Weena
Aaron memiringkan senyuman nya lalu ia bangkit dari duduk dan mengambil kunci mobil di atas meja.
"Aaron kau mau kemana? Ibu belum selesai berbicara padamu."
"Bu, ibu berkata seperti ini bukan hanya sekali dua kali. Dan ibu juga pasti tau apa jawaban aku setiap ibu memintaku kembali pada Liora."
"Ibu akan berusaha agar kau dan Liora bersatu lagi." Ucap Weena dengan mata yang berkaca kaca.
Aaron menatap Weena dengan tatapan tak percaya bahwa ibunya benar benar nekat ingin menyatukan dia lagi dengan wanita masa lalunya, Liora.
"Silahkan bu, tapi itu akan sia sia saja." Ucap Aaron kemudian melenggang pergi meninggalkan Weena begitu saja.
"Aaron tunggu jangan pergi, Aaron!." Teriak Weena beberapa kali, namun Aaron sama sekali tidak menyautnya.
.
.
...****************...
Sore itu Innara sedang mengendalikan sebuah motor dengan kecepatan ringan, ia masih saja memikirkan bagaimana cara nya untuk membayar hutang ke juragan Darma itu apalagi jangka nya sampai besok dan lusa.
Namun tiba tiba saja...
Brak!!!!
Akibat tidak fokus saat berkendara, Innara menabrak sebuah mobil mewah dengan sangat keras hingga mobil itu terlihat lecet dan juga penyok di bagian belakang.
"Aduh! Mampus aku, bagaimana ini.." ucap Innara sambil menepuk dahinya.
Tiba tiba saja seseorang keluar dari dalam mobil membuat Innara benar benar ketakutan hingga ia mengigiti kuku jarinya dengan perasaan gelisah.
Tap!
Tap!
Tap!
"Oh my God mobilku!!." Pekik pria bersuara bariton itu saat melihat keadaan mobil sport nya.
Innara segera turun dari motornya dan melepaskan helm lalu menghampiri pria itu sambil menundukan wajahnya.
"M-maafkan saya tuan, saya benar benar tidak sengaja melakukan nya." Ucap Innara dengan memberanikan diri.
Pria itu menatap Innara dari atas hingga bawah dengan tatapan sinis.
"Ohh jadi kamu yang sudah menabrak mobilku?, Kau tau aku baru saja membelinya, dan kau tau berapa harga mobilku ini?." Ucap pria itu dengan nada tinggi karena ia tidak terima.
"S-saya mohon maaf tuan, saya tidak melihat bahwa anda berhenti mendadak." Ucap Innara dengan terbata bata
"Apa? Berhentik mendadak maksudmu?, lihatlah mobilku berhenti di pinggir jalan dan aku sudah memberikan lampu sen nya. Kau saja yang tidak punya mata!."
"Iya tuan memang saya sedang tidak fokus berkendara, lain kali saya akan fokus saat berkendara." Ucap Innara masih menundukan wajahnya.
"Kalau sedang berbicara sama orang lain itu tatap wajahnya, kau pikir wajahku ada di aspal itu?." Ucap pria itu dengan nada tinggi.
Innara menghela nafasnya dengan panjang kemudian ia mengangkat wajahnya untuk menatap pria arogan itu.
Deg!!
Mereka saling menatap beberapa detik.
"M-maafkan aku tuan saya benar benar minta maaf sekali." Ucap Innara dengan suara lembut dan rendah sambil mengantupkan kedua tangan nya.
Kau pikir aku akan memaafkanmu lalu kau bebas begitu saja?." Tanya Pria itu sambil berkacak pinggang.
"Lalu apa kau akan memenjarakan ku?." Tanya Innara dengan ekspresi yang polos menggemaskan.
"Hmm bisa saja begitu." Ucap nya mencoba mengambil suasana untuk mengerjai Innara.
"J-jangan tuan, nanti nasib adik saya bagaimana?." Ucap Innara merengek.
"Kalau begitu apa kau sanggup mengganti kerusakan mobilku ini?." Tanya Pria itu
Innara menatap mobil mewah itu dan berpikir beberapa saat.
"B-berapa memang biaya nya kalau boleh aku tau tuan?." Tanya Innara dengan ragu ragu.
"1,5 Milyar." Sahut pria itu dengan tenang.
"Haa?? 1,5 Milyar?." Ucap Innara menutup mulutnya seolah tak percaya.
"Iyaa dan kau bisa transfer langsung ke rekeningku sekarang." Ucap pria itu dengan masih memasang wajah yang tenang.
"J-jangankan 1,5 Miliar tuan, saya juga lagi mencari 250 juta belum dapat hiks... apalagi aku juga harus mengganti motor temenku yang lecet juga hiks..." ucap Innara merengek.
"Itu aku tidak mau tau karena itu urusanmu! Pokonya kau harus mengganti kerugian mobilku ini." Tegas pria itu tanpa mau di bantah.
"T-tapi tuan saya tidak punya uang." Ucap Innara menghapus air matanya.
Pria itu tidak percaya bahwa Innara tidak punya uang, terlihat dari wajahnya yang sangat cantik dan kulit putih bening serta terawat, juga rambut yang terlihat rapi dan halus seperti kapas yang selalu ke salon setiap hari.
"Mana ktp mu?." Ucap pria itu sambil melentangkan tangan nya.
"Untuk apa tuan?." Tanya Innara.
"Dimana Ktpmu? Cepatlah aku tidak punya banyak waktu."
Innara pun dengan kesal mengambil ktp dari dompetnya lalu menyerahkan ke pria itu.
"Baiklah, Ktp mu saya ambil sebagai jaminan atas kerugian mobilku ini."
"Ehh jangan begitu tuan." Pekik Innara saat ia hendak mengambil ktp nya pria itu langsung mengangkat ktpnya hingga Innara benar benar tidak bisa menangkap nya.
"Kembalikan ktpku! Aku tidak punya uang." Pekik Innara tidak terima.
"Aku akan mengembalikan ktpmu, setelah kau membayar semua kerugian mobilku."
Pria itu kemudian melenggang pergi begitu saja masuk kedalam mobil.
Innara melongo tidak percaya dengan atas apa yang di katakan pria itu.
"T-tapi tuan! Tuan tunggu!." Teriak Innara namun pria itu menghiraukan nya dan meninggalkan Innara di jalan.
.
.
.
Bersambung....