
...MARRIAGE IS A CRAZY LIE...
.
.
Beberapa menit kemudian...
"Apa tuan? Mencari pacar sewaan?." Pekik Glenn tidak percaya.
"Ya kau pikir aku bercanda, ini adalah kesempatan ku agar Liora tidak terus berharap padaku." Ucap Aaron dengan wajah yang serius.
"Ya aku tau tuan, mau tipe wanita seperti apa yang kau mau?." Tanya Glenn.
"Yang terpenting lebih cantik dari Liora dan good attitude. Ibu pasti akan setuju karena ibu menyukai wanita cantik." Ucap Aaron.
Glenn berpikir untuk berusaha mewujudkan apa yang Aaron mau.
Karena sulit baginya mencari wanita yang lebih cantik dari seorang Liora Lovenia yang berprofesi menjadi model international papan atas yang terkenal karena kecantikan dan keseksian tubuhnya.
Maka dari itu Weena menginginkan Liora sebagai menantu nya, apalagi Liora selalu di puji oleh teman teman Weena sehingga Weena sangat bangga jika Liora benar benar menjadi menantunya.
"Baiklah kita cari model model yang sangat cantik dari Queen Entertaiment." Ucap Glenn segera membuka laptopnya kemudian mencari nama nama model serta identitas nya yang tertera di layar laptop untuk Aaron jadikan pacar sewaan.
"Wahh ini sih cantik semua tuan, bahkan aku bingung mau pilih yang mana di antara mereka semua." Sahut Glenn terpukau dengan foto foto cantik nan seksi bak bidadari itu di layar laptop nya.
"Pilihkan saja lah yang menurutmu cocok untukku." Ucap Aaron dengan wajah ekspresi biasa saja bahkan Aaron sama sekali enggan melihat foto foto model itu.
"Baiklah, itu adalah hal yang mudah untukku. Aku akan mencarikan wanita yang sempurna untukmu." Ucap Glenn dengan semangat memilih pacar sewaan untuk Aaron.
Beberapa menit kemudian...
"Vanya Jevira. Wow ini wanita yang cocok untuk menjadikan pacar sewaan menurutku cantik dan seksi." Ucap Glenn dengan mata kegenitan.
"Terserah kau saja, cepatlah aku tidak punya banyak waktu. Kau hubungi langsung dia apakah mau atau tidak menjadi pacar sewaan ku." Ucap Aaron dengan cuek.
"Baiklah aku akan menghubunginya sekarang." Ucap Glenn kemudian mencoba mencatat nomor manager nya terlebih dahulu untuk menghubungi model Vanya Jevira.
Beberapa menit kemudian setelah Glenn berbicara di telepon bersama manager Vanya Jevira, dan akhirnya Vanya Jevira menerima job dari seorang Aaron Alberntino.
Siapa yang tidak mau menjadi wanita pendamping Aaron Alberntino, laki laki tampan rupawan dan kaya raya.
Pasti semua wanita tidak akan menolak kesempatan itu walaupun hanya sebatas pacar sewaan.
"Sudah beres tuan, tinggal kita akan menemui dia di Restoran Eaty's pukul 14:00 siang ini." Ucap Glenn
"Okay masih ada waktu satu jam lagi." Sahut Aaron dengan cuek
.
.
...****************...
Innara baru saja menerima uang gaji lalu menatap sejumlah uang itu di tangan nya sambil berpikir.
"1 juta buat kontrakan, 400rb buat spp sekolah Isyana, sisa tinggal 1 juta buat sehari hari aku dan Isyana dalam satu bulan." Gumam Innara bermonolog.
"Lalu bagaimana caraku bisa melunasi hutang juragan Darma?." Pikir nya dengan raut wajah sedih.
"Aku harus mencari pekerjaan sampingan untuk menambah resiko, karena gaji segini sangat tidak cukup untukku dan Isyana."
Gumam Innara sambil berpikir pekerjaan sampingan seperti apa yang benar benar tercukupi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Eaty's Restaurant
1 jam berlalu Aaron sudah berada di restoran Eaty's . Aaron kini sedang duduk di sofa ruang VVIP dengan bergaya cool yang di hadapan nya kini ada seorang wanita cantik dan seksi yang tak lain Vanya Jevira.
Vanya Jevira sangat terpukau melihat seorang Crazy Rich ada di hadapan nya, hingga air liur nya beberapa kali ia telen, Di matanya Aaron bak dewa yunani yang begitu bersinar hingga Vanya terus saja menatap nya tak lepas.
"Aku sudah berbicara beberapa kali tapi kau sama sekali tidak menyahutku." Ucap Aaron dengan kesal.
Aaron sangat tidak nyaman karena Vanya terus saja menatapnya tanpa berkedip.
"Ahhh maafkan aku tuan, karena aku benar benar terpesona melihatmu secara langsung." Ucap Vanya mengedipkan sebelah mata dengan genitnya.
Aaron memutarkan matanya ke arah lain seolah ia sangat tidak menyukai wanita centil dan genit.
Apalagi dandanan Vanya yang begitu berlebihan sangat menor dengan alis tebal dan lipstik yang merah.
Hingga Vanya juga memakai dress yang begitu sangat seksi yang terlihat belahan dada nya.
"Langsung saja tugasmu adalah.."
"Tunggu tuan kita selfie terlebih dahulu."
Ucap Vanya memotong pembicaraan Aaron.
kemudian Vanya segera mendekati Aaron dan mengambil foto selfie dengan bergaya alay beberapa kali sehingga membuat Aaron sangat tidak nyaman.
"Cukup hentikan!. Aku ingin berbicara serius denganmu!." Bentak Aaron tidak terima di perlakukan seperti ini.
Vanya langsung terdiam karena terciutkan nyali nya oleh Aaron yang terlihat sangat marah.
"M-mafkan saya tuan, mari kita lanjut pembicaraan nya." Ucap Vanya langsung saja kembali terduduk di hadapan Aaron dengan gaya elegan dan tersenyum manis.
Aaron menatap Vanya dengan tatapan tajam.
"Kau pikir aku mau melanjutkan nya? Aku sudah sangat ilfeel padamu!. Wanita menjijikan!." Pekik Aaron, kemudian beranjak dari duduknya dan merapihkan jas nya kembali.
"T-tuan kau mau kemana? Maafkan aku kita lanjutkan saja ya?." Ucap Vanya memohon kepada Aaron sambil memegang lengan Aaron.
Ucap Aaron menghempaskan lengan nya, dan mengusap jas hitam yang tidak kotor dengan berlagak sombong.
Vanya seperti tertusuk pisau melihat perlakuan Aaron terhadap nya.
Aaron kemudian pergi meninggalkan Vanya dengan membawa sejuta kekesalan.
****
Sesampai di parkiran Glenn menyambut kedatangan Aaron.
"Bagaimana tuan apakah cocok?." Tanya Glenn dengan wajah yang penasaran.
"Wanita yang sangat buruk attitude!, aku tidak menyukainya."
Ucap Aaron dengan wajah gusar kemudian masuk kedalam mobil sport nya.
"What? Apakah iya.?."
Gumam Glenn tidak percaya karena Vanya Jevira adalah salah satu model berkelas di Queen Entertaiment yang memiliki banyak penghargaan.
Setelah di perjalanan Glenn mengemudikan mobilnya dengan kecepatan ringan.
"Feeling mu ternyata tidak bagus Glenn, aku di buat ilfeel sama wanita itu! Apalagi dandanan nya seperti wanita ******." Ucap Aaron dengan kesal.
"Maaf tuan, tapi saya hanya membaca dari informasi itu bahwa Vanya Jevira model berkelas yang memiliki banyak penghargaan." Jelas Glenn
"Penghargaan apa yang dia dapat? Merayu gadun kah? Wanita sama sekali bukan tipe ku." Ketus Aaron dengan wajah arogan.
"Maaf tuan, saya akan mencari lagi wanita yang lebih baik."
"Kalau kau memilih wanita yang masih bukan kriteria keinginanku! Aku akan memecatmu!." Pekik Aaron.
Glenn seketika menatap Aaron sari kaca spion depan.
"J-jangan tuan, aku akan berusaha." Ucap Glenn memelas.
"Waktunya tidak banyak Glenn." Ucap Aaron
"Saya mengerti tuan."
Aaron menatap setiap jalan kota B yang begitu asri dan tenang, ia tidak sengaja melihat bangunan berbentuk kecil, unik tapi mewah.
"Tempat apa itu?." Tanya Aaron memicingkan matanya saat mobil nya berhenti karena lampu merah.
"Cafe Violets tuan, aku juga belum pernah kesana dan tidak tau rasa kopi nya seperti apa." Ujar Glenn.
"Kita pergi kesana sekarang, putar balik." Titah Aaron.
"Baiklah tuan." Glenn segera putar balik untuk menuju Cafe Violets itu.
.
.
...****************...
Sesampai di Cafe Violets
Glenn memasuki Cafe itu terlebih dahulu untuk menanyakan informasi seputar tentang Cafe ini. Sedangkan Aaron menunggu di mobil, karena Aaron tidak sembarangan memasuki Cafe di kota B tersebut karena banyak yang mengenalinya.
"Selamat datang di Cafe Violet tuan, ada yang bisa saya bantu?." Sapa Giska dengan ramah.
"Apakah di Cafe ini ada ruangan privat?." Tanya Glenn
"Ada tuan, ruang VIP terlentak di lantai 2. Untuk hari apa tuan kalau boleh saya tau?." Tanya Giska.
"Untuk hari ini. Siapkan ruangan nya, karena bos saya akan datang kesini, berikan pelayanan yang terbaik pada nya." Ucap Glenn.
"Siap laksanakan tuan, kami akan segera menyiapkan nya." Sahut Giska dengan tersenyum manis.
"Baik." Ucap Glenn membalas senyuman nya
Glenn kemudian pergi menuju keluar Cafe itu.
Giska tercengang tak percaya bahwa Glenn membalas senyuman kepadanya.
"Giska! Kamu kenapa mangap gitu kaya liat hantu aja." Ucap Via yang baru saja mengantarkan minuman kepada meja customer.
"Memang aku baru saja liat hantu tadi, tapi hantu nya ganteng sekali." Sahut Giska dengan wajah yang masih membayangkan Glenn.
"Iyakah? Dimana hantunya?, memang ada hantu di siang bolong seperti ini?." Tanya Via mengerutkan alisnya.
"Banyak cakap kamu!. Ayo kita siapkan ruang VIP sekarang karena ada tamu istimewa yang akan datang kesini." Ucap Giska.
"Ada reservasi memangnya? Kok aku tidak tahu." Ucap Via
"Reservasi dadakan, ayo cepat siapkan orangnya sudah menunggu di luar."
"Okay siap laksanakan! . Innara!..." teriak Via memanggil Innara.
.
.
.
Bersambung...
Semoga karya pertama author dapat menghibur para readers dan menemani readers sehari hari ya🤗🤗