
...MARRIAGE IS A CRAZY LIE...
.
.
.
...Happy Reading...
......................
Malam itu Innara baru saja pulang dari salon dengan wajah lesu, saat tiba di gang Innara menatap ada seorang pria yang berdiri di kontrakan nya dengan beberapa pria berjas hitam.
"Siapa mereka?." pikir Innara
memicingkan matanya sambil menghampiri mereka.
Tubuh tinggi itu langsung saja menoleh ke arah Innara yang menghampirinya.
"Selamat malam nona." sapa Glenn membungkukan badan nya serta di ikuti oleh beberapa pria di belakang nya.
"Glenn? Ku pikir siapa, aku sangat terkejut." Pekik Innara mengusap dada nya.
Glenn pun tersenyum tanpa menyahut.
"Ada apa memangnya?." Tanya Innara.
"Kami datang kesini untuk mengajak anda berpindah dari kontrakan ini." Ucap Glenn.
Innara membelalakan matanya.
"Apa? Berpindah kemana maksudnya?." Tanya Innara dengan raut wajah penuh tanda tanya.
"Tuan Aaron memerintahkan nona untuk tinggal di apartemen nya, dan tidak tinggal lagi di kontrakan seperti ini." ucap Glenn.
"T-tapi kenapa mendadak sekali." Tanya Innara mengerutkan alisnya.
"Karena tuan memerintahkan kami untuk sekarang nona." Sahut Glenn.
"Lalu adikku bagaimana?, selama ini adikku tidak tahu soal ini." ucap Innara.
"Tuan Aaron berperintah agar adik nona tidak ikut berpindah ke apartemen."
"Lalu dia berpikir adikku harus tinggal sendiri di kontrakan ini? Maaf aku tidak bisa." Pekik Innara dengan menolak.
"Itu bukan urusan kami nona, tapi lebih bahaya jika kerabat tuan Aaron mengetahui tempat tinggal anda." ucap Glennz
Innara menatap jam tangan di tangan kiri nya yang mengarahkan sudah pukul 23.20 malam.
"Aku tidak bisa pindah ke apartemen sekarang." ucap Innara.
"Kami akan memberi waktu nona." ucap Glenn.
"Baiklah kasih aku waktu untuk berpikir." ucap Innara.
"Baik nona kami akan sampaikan kepada tuan Aaron. Kami permisi untuk pergi nona, selamat beristirahat." ucap Glenn membungkukan badan nya, kemudian ia pergi meninggalkan Innara di ikuti oleh ajudan lainnya.
Innara pun menatap kepergian Glenn dan ajudan lainnya.
"Huftt!!! Apa apa mendadak sekali." Gerutu Innara kemudian masuk ke dalam kontrakan nya.
Setelah Innara memasuki kontrakan nya ia melihat Isyana sudah tertidur pulas dikasur.
"Apa yang harus ku pikirkan sekarang." Pikir Innara dalam hati sembari menatap Isyana yang tengah tertidur.
.
.
...****************...
Keesokan harinya di pagi hari.
"Isyana, kakak mau berbicara." ucap Innara.
"Bicara apa kak?." sahut Isyana.
"Kakak di tawari bekerja di negara A dan gaji nya sangat menggiurkan, kalau kakak mengambil kerjaan itu kita akan punya rumah dan tidak punya hutang lagi. Kakak juga berjanji akan menyekolahkan mu sampe sekolah tinggi dan insya Allah akan tercapai cita citamu." jelas Innara sambil memegang tangan Isyana.
Isyana menatap Innara dengan tatapan redup.
"Lalu kakak akan meninggalkan ku disini?." Tanya Isyana dengan raut wajah sedih.
"Kakak akan menitipkan mu pada paman Salih." ucap Innara menahan sedihnya.
"Isyana tidak apa apa tidak bersekolah tinggi, dan tinggal hanya di kontrakan asalkan bersama kakak." sahut Isyana mengeluarkan air mata nya.
Innara langsung menghamburkan pelukan.
"Jangan bersedih, ini demi masa depan mu dan masa depan kita." sahut Innara mengeluarkan air matanya.
Mereka pun saling berpelukan dengan air mata yang membasahi pipi nya.
N
E
X
T
...****************...
Di suatu tempat seorang wanita berparas cantik dan seksi sedang berpose untuk mengambil foto.
"Sip, coba senyum.. lebih lebar, mantap."
Cekrek!
Cekrek!
Cekrek!
"Sebentar." ucap Liora kemudian berlari untuk mengangkat telepon.
"Tante Weena." gumam nya.
Liora pun segera mengangkat telepon nya.
"Hallo tante." ucap Liora
"Liora kamu sedang dimana?." Tanya Weena di suara telepon.
"Aku sedang ada pemotretan, kenapa tante?."
"Bisakah kita bertemu, tante ingin berbicara padamu." ucap Weena.
"Aduh tante maaf sekali, tapi aku sekarang berada di kota C."
"Ohh kau sedang di luar kota ya."
"Iya tante paling aku pulang lusa nih, dan sepertinya jadwal aku akhir akhir ini akan padat karena ada acara Fashion Week juga." ucap Liora.
"Ya sudah sayang tidak apa apa kok, tapi untuk acara anniversarry Emperor Group kau akan datang kan?." tanya Weena
"Tentu saja aku pasti datang tante, karena hari itu Aaron ulang tahun kan?." ucap Liora dengan senyuman merekah.
"Betul sekali sayang ternyata kau masih mengingatnya ya."
"Iya tante mana mungkin aku bisa melupakan nya, Aaron kan special di hidup aku hehe."
"Hehe ya sudah sayang kalau sedang bekerja lanjutkan saja ya, tante tutup telepon nya."
"Okay tante, see you ya.."
"See you too sayang.."
Mereka pun menutup telepon nya.
Di sisi lain Weena menghela nafasnya.
"Bagaimana ini, padahal aku ingin menjelaskan semuanya pada Liora bahwa aku telah sepakat menyetujui Aaron menikahi Innara, walaupun sebenarnya aku tidak rela." gumam Weena dalam hati.
.
.
...****************...
Kota F
Innara dan Isyana baru saja sampai di kota F untuk mengunjungi paman Salih.
"Ya sudah tidak apa apa Isyana tinggal bersama kami selama kamu bekerja disana." ucap Bude Ros
"Terima kasih Bude dan Paman sudah mengizinkan Isyana untuk tinggal disini, Innara janji akan mengirim uang setiap bulan nya." sahut Innara.
"Sudah jangan di pikirkan, paman rela Isyana tinggal disini sedangkan kita tinggal disini hanya berdua saja." ucap paman Salih.
"Betul nak, Isyana tidak apa apa kan pindah sekolah disini?." tanya Bude Ros
"Tidak apa apa Bude, Isyana sangat senang tinggal disini karena banyak ladang dan asri, sudah sekian lama Isyana tidak tinggal di pedesaan seperti ini." sahut Isyana.
Mereka pun saling bercengkrama untuk melepaskan kerinduan nya.
"Alhamdulillah ternyata Bude dan Paman mau menerima Isyana tinggal disini, dan Isyana pun sebaliknya sangat senang tinggal disini." ucap Innara dalam hatinya.
Setelah beberapa menit Innara pun berpamitan untuk pergi kembali ke Kota B.
Innara dan Isyana pun saling menghambur pelukan dengan penuh kasih sayang.
"Kakak hati hati di jalan, kalau kakak sedang bekerja jangan lupa makan ya." ucap Isyana dengan mata berkaca kaca.
"Iya adikku tersayang, kamu juga jangan lupa makan ya, nanti kita bertemu lagi." ucap Innara dengan tersenyum.
"Isyana bakal kangen sama kakak setiap hari." ucap Isyana kembali mengeluarkan air mata nya.
Innara pun langsung berubah wajah menjadi cemberut.
"Jangan sedih terus dong, kakak juga bakal kangen Isyana terus kok, nanti kita video call sebelum tidur okay?." ucap Innara menyemangati Isyana.
"Video call gimana kak? Isyana kan gak punya handphone." sahut nya.
"Ohh iya kakak lupa hehe, tapi tenang aja kakak pasti belikan ponsel terbagus untuk Isyana." ucap Innara
Isyana pun tersenyum kemudian kembali memeluk Innara.
"Isyana sayang sama kakak." sahut nya dengan wajah sedih.
"Kakak juga sayang sekali sama Isyana." Sahut Innara mengusap rambut Isyana.
"Maafkan kakak ya, kakak berbohong padamu. Tapi ini demi kebaikan kita juga, dan kakak hanya menolong orang yang sudah menolong kita juga." ucap Innara dalam hati nya.
.
.
.
Bersambung...
Maaf ya kalau ada kesalahan kata atau kalimat Author masih belajar nih hehe🥰
Jangan lupa like, komen, sama vote ya supaya Author semangat nih menulisnya 😅🥰