
...MARRIAGE IS A CRAZY LIE...
.
.
hari berubah menjadi gelap.
Glenn mengetuk pintu kontrakan beberapa kali.
Klek!
Innara membuka pintunya.
"Aku sudah siap." Ucap Innara dengan perpenampilan casual memakai jeans serta kaos dan juga sepatu.
Glenn menatap penampilan Innara dari atas hingga bawah.
"Baik nona, silahkan masuk ke dalam mobil, tuan sudah menunggunya." Ucap Glenn.
"Baik tuan." Innara dan Glenn pun pergi menuju mobil mewah yang terparkir di pinggir jalan, karena kontrakan Innara masuk kedalam sebuah gang.
Innara baru saja masuk kedalam mobil dimana di sampingnya ada Aaron yang menatap sinis padanya.
"S-selamat malam tuan." Sapa Innara berseringai.
"Kau mau bertemu ibuku dengan berpakaian seperti ini?." Tanya Aaron dengan mata sinis.
"I-iya tuan memangnya salah penampilanku?." Tanya Innara dengan polos.
Aaron menghela nafasnya. Sedangkan Glenn menahan tawa nya.
"Glenn kita ke butik sekarang." Perintah Aaron.
"Baik tuan." Glenn pun mengendarai mobil menuju ke sebuah butik.
Beberapa menit kemudian mobil sport itu sudah terparkir di sebuah butik termewah yang ada di negara ini.
"Kita mau ngapain tuan kesini?." Tanya Innara mengerutkan alisnya
"Kau pikir aku mau membawamu bertemu ibuku dengan pakaian lusuhmu itu? Yang ada kau mempermalukanku." Ketus Aaron kemudian keluar dari mobilnya.
Innara pun hanya terdiam bersabar menerima setiap hinaan yang terlontarkan dari Aaron.
Aaron, Innara dan Glenn baru saja menginjakan kakinya di sebuah butik itu.
"Selamat datang tuan Alberntino, sebuah kehormatan anda datang mengunjungi butik kami." Sapa Lady Catharina dengan ramah yang tak lain pemilik butik tersebut.
"Terima kasih Lady." Sahut Aaron dan Glenn.
"Kami datang kesini hanya ingin mencari gaun yang cocok untuk nona saya." Ucap Glenn dengan ramah.
Lady Catharina menatap Innara.
"Hal yang mudah untukku tuan, saya akan mencarikan pakaian yang cocok untuknya. Mari nona ikuti saya dan pelayan saya." Ucap Lady Catharina dengan ramah.
Innara pun tersenyum sambil mengikuti arahan dari Lady Catharina serta pelayan nya.
Beberapa kali Innara keluar dengan gaun yang berbeda namun Aaron tidak menyukainya dengan berbagai alasan hingga Innara bulak balik berganti pakaian.
Innara kembali lagi menghadap Aaron dengan gaun berwarna pink glosy selutut yang pas melekat di tubuh rampingnya, di bagian gaun itu ada manik manik indah yang menghiasi gaun sehingga terkesan begitu sangat elegan.
"Wow! amazing." Sahut Glenn terpesona.
"Ambil saja pakaian nya." Ucap Aaron dengan wajah terlihat biasa saja.
"Baik tuan." Ucap Lady Catharina tersenyum.
"Oh ya, sekalian make upin dia juga." Ucap Aaron kembali.
"Ubah dia menjadi seperti Cinderella, dan membuat kami tidak mengenal nya Lady." Ucap Glenn.
"Laksanakan tuan, tenang saja aku akan membuatnya secantik mungkin malam ini." Ucap Lady Catharina tersenyum. "Mari nona ikut kami." Sahut nya.
Innara pun pasrah mengikuti perintah dari Aaron dan Lady Catharina.
1 jam kemudian Aaron duduk di sofa dengan terlihat dari wajahnya sudah begitu kesal menunggu Innara yang tak kunjung datang.
Namun tiba tiba saja Innara datang dengan Lady Catharina menuju Aaron.
Tap!
Tap!
Tap!
Suara sepatu hils Innara berbunyi membuat Aaron dan Glenn menoleh ke arah pemilik high hils tersebut.
Deg!!!
Innara datang dengan langkah bak model kelas atas dengan membawa pancaran cahaya terlihat begitu sangat cantik, rambutnya yang di biarkan terurai serta bagain bawah nya rapi tercurly, dan make up yang pas menghiasi wajah cantiknya membuat wajahnya terlihat lebih fresh.
Dan tak lupa Innara memakai high hils yang sangat pas di kaki jenjang nan mulus nya itu.
"Ini bukan manusia sih." Ucap Glenn terpukai melihat kecantikan Innara.
Begitu juga Aaron, ia menatap Innara dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan tatapan tak terbaca.
"Bagaimana tuan? Apakah masih kurang?." Tanya Lady Catharina berseringai.
"Sudah cukup." Sahut Aaron menelan salipan nya.
"Perfect Lady." Ucap Glenn dengan mengangkat jempolnya.
"Terima kasih tuan atas pujian nya, nona tanpa make up pun sudah cantik apalagi di make up sungguh cantik sekali." Ucap Lady Catharina berseringai ramah.
"Terima kasih." Sahut Innara tersenyum manis.
"Ya sudah, aku tidak banyak waktu kita pergi sekarang." Ucap Aaron beranjak dari duduknya.
"Glenn urusi pembayaran nya, dan terima kasih Lady Catharina atas pelayanan mu." Ucap Aaron tersenyum.
"Sama sama tuan, semoga anda sangat puas atas pelayanan kami." Ucap Lady Catharina.
"Aku sangat puas Lady, aku pamit lain waktu aku akan datang lagi kesini." Ucap Aaron kemudian pergi menuju parkiran.
Glenn pun mengurus pembayaran nya, setelah menyelesaikan pembayaran nya Glenn pun kembali menuju parkiran.
"Loh nona, kenapa tidak masuk ke mobil?." Tanya Glenn saat melihat Innara masih berdiri di luar pintu butik.
"Ya ampun kenapa menungguku, harusnya kau bersama tuan nona." Ucap Glenn
Innara pun menundukan wajahnya.
"Ya sudah mari kita masuk ke mobil nona." Ucap Glenn.
"Iya tuan baiklah." Innara pun mengikuti Glenn berjalan menuju parkiran.
****
Sesampai di mobil Innara masuk dan duduk di sebelah Aaron dengan perasaan jantung yang berdebar debar.
"Aduh kenapa aku merasa gerogi di dekatnya"
Batin Innara mencoba memalingkan wajahnya ke arah kaca jendela mobil dan mengatur nafasnya.
"Ingat setalah kita sampai di mansion kau harus bepura pura menjadi pacarku, dan tunjukan pada ibuku kalau kita benar benar pasangan kekasih." Ucap Aaron dengan wajah tanpa menengok ke Innara.
Innara pun menoleh ke Aaron yang masih menatap jalanan dengan lurus.
"Baiklah." Sahut Innara membali memalingkan wajahnya ke arah kaca jendela mobil.
"Dan ingat! Jangan memalukan ku, jagalah attitude mu jangan terlihat kampungan di hadapan ibuku, apa kau mengerti?." Ucap Aaron dengan nada tegas
"Baik tuan." Sahut Innara dengan suara lembut.
"Berpura puralah menjadi wanita kaya raya walaupun kenyataan nya kau wanita miskin." Ketus Aaron menggoreskan luka di hati Innara.
Innara pun terdiam tanpa menyahut.
"Sombong sekali dia," dengus Innara dalam hatinya.
Kini mobil sport mewah itu sudah terparkir di mansion yang begitu luas dan mewah.
Innara terpukau melihat mansion yang menjulang tinggi di hadapan nya serta bangunan yang elegan dan mewah.
Para pelayan membungkuk hormat saat Aaron melangkah menuju ke pintu utama.
Innara memberikan senyuman nya kepada setiap pelayan yang memberikan hormat padanya.
"Kau tunggu disini dengan Glenn." Ucap Aaron kemudian ia masuk ke dalam mansion
"Ini rumah atau istana? Ya Tuhan kenapa besar sekali, aku seperti ada di dunia mimpi sangat indah sekali."
Gumam Innara terpukau hingga ia terus saja menghela nafas sambil menatap setiap interior bangunan dari mansion itu.
****
"Selamat malam putraku." Sapa Weena memberikan sebuah kecupan kepada Aaron.
"Selamat malam juga bu." Sahut Aaron memeluk Weena.
Aaron memberikan senyuman kepada Weena namun senyuman nya itu kini pudar saat melihat bahwa Liora ada disana.
"Kau? Kenapa ada disini?." Ucap Aaron dengan sinis.
"Tidak apa apakan Aaron jika Liora ikut makan malam bersama kita." Ucap Weena memegang pundak Liora.
"Tapi aku datang kesini dengan pacarku." Ucap Aaron.
Weena dan Liora seketika berubah menjadi gusar.
"Lalu dimana pacarmu?." Tanya Weena dengan wajah terlihat bengis.
"Tunggu sebentar."
Aaron kembali keluar pintu utama untuk menjemput Innara.
"Tante apa benar Aaron sudah punya pacar?." Cemas Liora.
"Sabar sayang, ibu tidak akan setuju padanya." Ucap Weena.
Kini mobil sport mewah itu sudah terparkir di mansion yang begitu luas dan mewah.
Innara terpukau melihat mansion yang menjulang tinggi di hadapan nya serta bangunan yang elegan dan mewah.
Para pelayan membungkuk hormat saat Aaron melangkah menuju ke pintu utama.
Innara memberikan senyuman nya kepada setiap pelayan yang memberikan hormat padanya.
"Kau tunggu disini dengan Glenn." Ucap Aaron kemudian ia masuk ke dalam mansion.
"Selamat malam putraku." Sapa Weena memberikan sebuah kecupan kepada Aaron.
"Selamat malam juga bu." Sahut Aaron memeluk Weena.
Aaron memberikan senyuman kepada Weena namun senyuman nya itu kini pudar saat melihat bahwa Liora ada disana.
"Kau? Kenapa ada disini?." Ucap Aaron dengan sinis.
"Tidak apa apakan Aaron jika Liora ikut makan malam bersama kita." Ucap Weena memegang pundak Liora.
"Tapi aku datang kesini dengan pacarku." Ucap Aaron.
Weena dan Liora seketika berubah menjadi gusar.
"Lalu dimana pacarmu?." Tanya Weena dengan wajah terlihat bengis.
"Tunggu sebentar."
Aaron kembali keluar pintu utama untuk menjemput Innara.
"Tante apa benar Aaron sudah punya pacar?." Cemas Liora.
"Sabar sayang, ibu tidak akan setuju padanya." Ucap Weena dengan raut wajah tidak rela jika memang Aaron sudah punya pacar lagi.
.
.
.
Bersambung...
Terus semangat membacanya ya readers🤗🤗