
...MARRIAGE IS A CRAZY LIE...
Happy Reading....
...****************...
Liora pun berjalan dengan Weena beriringan sambil mengobrol dengan sangat asyik.
Sedangkan Innara hanya berjalan di belakang mereka tanpa di ajak ngobrol sedikit pun.
Mereka bertiga kini masuk ke dalam sebuah butik langganan Liora dan Weena, toko itu terkenal barang barang branded, mewah dan barang original.
Liora dan Weena sibuk memilih barang barang yang cocok untuk nya.
Innara melihat sebuah tas kecil yang begitu sangat lucu unik dan terlihat mewah.
Innara mencoba memegang tas itu dengan mata yang sangat terpukau.
Namun saat Innara melihat harga bandrol yang tertancap di tas itu seketika ia membelalakan mata nya.
"Apa, tas sekecil ini 76 juta." Gumam nya dengan tercengang menutup mulut nya.
"Hei!." Liora tiba tiba saja datang dari belakang mengagetkan Innara
"Wow sungguh kau ingin membeli tas ini?." Tanya Liora mengkat sebelah alisnya.
Innara pun terdiam sejenak sambil menatap tas kecil itu.
"I-Iya, tas nya lucu sekali." Sahut Innara reflek.
"Belilah jika kau mampu." Ucap Liora tersenyum meledek kemudian ia pergi mencari barang barang nya.
Innara pun mengumpat dalam hati.
"Kenapa aku malah bilang begitu, apalagi ini harganya sangat mahal sekali." Gerutu Innara dalam hati.
Innara pun kembali mengelilingi toko itu.
"Aduh ibu ingin sekali tas itu." Ucap Weena bergumam.
"Tante mau tas apa?." Tanya Liora.
"Itu yang di bungkus kaca, mewah sekali ya." Ucap Weena dengan tatapan terpukau.
"Lain kali saja ya, soalnya tante sudah belanja banyak ini." Sahut Weena sedih.
Liora menatap tas yang di bungkus kaca itu.
"Iya tante lain kali aja kita belanja lagi kesini." Ucap Liora.
"Ya kalau masih ada, karena barangnya limited edition." Sahut Weena.
Liora dan Weena tersenyum saat nya mengerjai Innara.
"Innara tante mau sekali tas itu." Ucap Weena sedikit merengek
"Kalau tante mau ambil saja, biar Innara yang membayar nya." Ucap Innara.
Liora dan Weena saling menatap tak percaya, tas yang harganya 360 juta itu mampu ia beli.
"Benarkah? Apakau serius?." Tanya Weena dengan mata yang berbinar.
"Ambil saja tante." Sahut Innara tersenyum
Liora tercengang tidak menyangka bahwa Innara benar benar membelikan tas mahal itu untuk Weena.
"Terima kasih banyak Innara.." ucap Weena dengan senang hati.
Liora geram memutarkan mata nya dengan kesal.
Saat pembayaran di kasir.
"Berapa jumlah tas putih ini dan tas yang berada di kaca itu!." Tanya Innara pada kasir.
"Baik nona di tunggu sebentar." Ucap kasir itu dengan ramah
Innara pun mengangguk tersenyum.
"Totalnya jadi 436 juta rupiah, karena nona yang pertama membeli tas limited edition ini kita memberikan cashback 5 juta." Ucap kasir dengan ramah.
"Terima kasih." Sahut Innara langsung memberikan kartu black card nya.
Liora dan Weena tercengang kenapa bisa Innara memiliki kartu tanpa batas itu.
"Pin nya nona." Sahut Kasir itu.
Setelah Innara menekan beberapa pin nya langsung keluar struk dengan bukti pembayaran lunas.
Liora sangat terkaget, apa Innara sekaya itu hingga dia memiliki kartu unlimited tanpa batas.
Begitu juga dengan Weena iya sangat tak percaya.
"Terima kasih." Sahut Innara setelah menerima barang nya.
"Tante ini tas yang tante ingin kan." Ucap Innara memberikan tas mewah itu.
FLASHBACK ON!
Sebelum Innara dan Glenn pergi menuju mansion.
"Tuan memberikan black card ini, pakaialah jangan merasa sungkan jika nona ingin membeli sesuatu, anggaplah kartu sendiri." Ucap Glenn memberikan sebuah Black Card.
Innara menatap black card itu dan mengambil dengan ragu ragu.
"Pin nya 171101." Ucap Glenn.
Innara menatap Black Card itu.
"Tuan kenapa memberiku black card ini, pasti saldo nya banyak sekali." Ucap Innara.
"Pakai saja nona, saya hanya menuruti apa yang tuan Aaron perintah kan." Ucap Glenn.
FLASHBACK OFF.
Innara pun berseringai melihat ekspresi Weena dan Liora.
.
.
...****************...
"Maafkan aku tuan, aku mengeluarkan uangmu di kartu atm Black Card ini." Ucap Innara menundukan wajahnya merasa bersalah sambil memberikan kartu black card nya.
"Tidak apa apa." Sahut Aaron dengan cuek mengambil kartu atm black card itu dari tangan Innara.
"Oh ya tuan, ini tas yang aku beli tadi. Aku berikan kembali padamu." Ucap Innara memberikan sebuah tas mewah itu.
Aaron menatap sebuah tas kecil mewah itu.
"Ambil saja lagi pula aku tidak butuh tas wanita." Sahut Aaron dengan tanpa ekspresi.
"T-tapi tuan ini harga nya sangat mahal sekali." Ucap Innara.
"Kalau kau tidak mau aku akan membuang nya pada orang itu." Ucap Aaron dengan wajah yang menunjuk ke arah seorang pemulung yang sedang mencari sesuatu dalam tempat sampah.
Innara membelalakan matanya.
"Jangan tuan hehe aku hanya bercanda saja kok." Ucap Innara berseringai.
Glenn pun tersenyum menggelengkan kepalanya.
Aaron merogoh kedalam saku jas nya untuk mengambil sesuatu.
"Ini ktpmu." Ucap Aaron menyodorkan sebuah kartu penduduk milik Innara.
Innara yang menundukan wajah nya seketika membulatkan matanya.
"Ktpku.." pekik Innara dengan perasaan senang merebut ktp itu dari tangan Aaron lalu mencium beberapa kali ktp nya.
Aaron memalingkan wajah nya ke arah lain.
"Terima kasih tuan, akhirnya ktp ku kembali lagi." Innara bergumam dengan terus menatap ktp nya.
"Apa kau mau menanda tangani kontrak sebagai pacar sewaanku dalam waktu 3 bulan?." Tanya Aaron dengan nada serius.
Innara langsung terdiam beberapa saat sambil menatap Aaron yang juga menatap nya dengan wajah serius.
"Emm aku..." pikir Innara
"Tenang saja aku akan memberikan fasilitas untukmu dan memberikan biaya sekolah untuk adikmu." Ucap Aaron.
Innara tidak menyahut ia sedang berpikir untuk mengambil keputusan nya.
"Aku tidak suka menunggu, jika kau setuju hubungi saja Glenn." Ucap Aaron sambil memasukan tangan nya ke dalam saku celana nya dengan gaya cool.
"Ayo Glenn." Ucap Aaron langsung pergi memasuki mobil mewah nya tanpa berpamitan pada Innara.
"Silahkan untuk berpikir dulu dan jangan terburu buru nona, jika nona menyetujuinya hubungi saya." Ucap Glenn memberikan kartu nama serta ada nomor telepon nya.
Innara pun menerima kartu nama itu tanpa menyahut.
"Permisi nona." Glenn pamit kemudian menyusul Aaron memasuki mobil nya.
Hingga akhirnya mobil itu pergi meninggalkan Innara yang masih berpikir untuk mengambil keputusan.
Innara kini sudah berada di dalam kamar nya.
"Apa aku harus menerima tawaran tuan Aaron, tapi bagaimana dengan pekerjaan ku. Kasian juga sih tuan Aaron sudah membantuku masa aku tidak membantu nya." Pikir Innara dengan berjalan bolak balik bak istrikaan
.
.
.
Bersambung....
Jangan lupa like coment & vote ya readers semoga bisa menghibur kalian semua hehehe...