Marriage Is A Crazy Lie

Marriage Is A Crazy Lie
Episode 7



...MARRIAGE IS A CRAZY LIE...


.


.


Sesampai Aaron menjemput Innara di luar.


"Ikut dengan ku sekarang, dan ingat berpura pura lah mesra di hadapan mereka." Bisik Aaron dengan nada tegas.


Innara menatap Aaron dengan perasaan yang gelisah.


"T-tapi saya takut tuan." Ucap Innara mengerutkan keningnya.


"Apa maksudmu? Kau ingin memalukan ku ha?." Bisik Aaron dengan tegas.


"Pergilah nona, kau memang pantas bersanding dengan tuan." Bisik Glenn pada Innara.


"Baiklah tuan, mari." Ucap Innara memberanikan diri.


"Peganglah lenganku." Ucap Aaron memberikan lengan nya.


Innara dengan ragu ragu memegang lengan Aaron.


Jlep!


Mereka berdua seperti tersengat arus listrik saat bersentuhan dan mereka saling menatap kuat.


"Ehem ehem, tatap tatapan nya nanti saja ya nyonya besar sudah menunggu." Ucap Glenn dengan menahan tawanya.


Aaron tersadar dan memalingkan wajahnya ke Glenn.


"Ayo kita masuk." Ajak Aaron pada Innara.


"Good luck nona." Ucap Glenn menyemangati.


Innara pun hanya membalas tersenyum dan mengangguk.


Innara dan Aaron pun masuk ke dalam mansion sambil bergandengan sedangkan Glenn menunggu di luar.


"Sungguh mereka sangat serasi." Sahut Glenn.


...****************...


"Ibu."


Weena dan Liora menoleh ke arah sumber suara bariton itu.


"Perkenalkan dia pacarku." Ucap Aaron memegang pundak Innara membuat Innara benar benar salah tingkah.


"Hehe selamat malam nyonya." Ucap Innara dengan ramah dan berseringai


"Panggil dia tante." Bisik Aaron sedikit menakan pundak Innara.


"Ehh tante." Ucap Innara kembali berseringai.


Weena dan Liora menatap Innara dari atas hingga bawah dengan tatapan sinis.


"Perkenalkan saya nama saya Innara tante." Ucap Innara mengulurkan tangan nya.


Namun Weena malah menatap tangan Innara dengan tatapan tidak suka.


Dengan terpaksa Weena menerima tangan Innara.


Aaron pun tersenyum.


"Oh ya, Liora perkenalkan dia pacarku." Ucap Aaron pada Liora.


Liora langsung menoleh menatap Aaron dengan tatapan sendu kemudian menatap Innara dengan sinis.


"Hai namaku Innara pacarnya tu- Aaron." Sapa Innara tersenyum.


"Aku Liora, cinta pertamanya Aaron." Sahut Liora dengan percaya diri.


"Cinta pertama Aaron?." Tanya Innara kebingungan .


"Ahh dia mantanku sayang." Ucap Aaron kepada Innara.


Innara begitu salah tingkah saat Aaron memanggil sayang kepadanya.


Begitu juga Liora dia sangat geram mendengar itu.


"Wanita itu begitu cantik, kenapa aku sangat insecure melihatnya. Apakah Aaron sudah benar benar sudah melupakan ku karena ada dia yang lebih cantik dariku." Batin Liora menatap Innara.


"Ya sudah mari kita makan malam para pelayan sudah mengsiapkan." Ucap Weena mengajak.


"Baik tante, terima kasih." Ucap Innara tersenyum.


Namun Weena enggan menyahut.


Aaron mengegenggam tangan Innara dengan sangat erat, membuat Innara benar benar ingin menjerit, seorang Crazy Rich mengegenggam tangan nya.


"Silahkan sayang hati hati duduknya." Ucap Aaron menarin kursi untuk Innara.


"Terima kasih banyak sayang." Sahut Innara tersenyum.


Liora memutarkan matanya dengan kesal


Saat hendak mengambil makanan Aaron memberikan kode agar Innara mengambil makanan untuknya dan melayani nya, Innara pun menuruti nya.


Saat Innara bercekatan mengambil makanan untuk Aaron tiba tiba saja Liora mencegah Innara karena mengambil makanan yang Aaron tidak suka.


"Tunggu, Aaron tidak menyukai kerang siput karena dia alergi apa kau tidak mengetahuinya." Ucap Liora dengan nada sedikit meninggi.


Innara terdiam menatap Aaron.


"Kau mau membunuh anakku karena dia alergi memakan kerang siput?." Pekik Weena dengan tatapan tajam.


Liora berseringai dalam hatinya.


"Kata siapa aku alergi kerang siput? Aku sudah sembuh. Tambahkan lagi kerang siputnya lebih banyak." Ucap Aaron.


"Tapi Aaron kau kan alergi kerang siput." Ucap Liora.


"Kau tidak percaya kalau aku sudah sembuh? Lihatlah aku akan memakan kerang siput ini sekarang juga." Ucap Aaron langsung mengambil piring itu dari tangan Innara.


Innara pun hanya terdiam karena tidak tau apa yang harus ia lakukan.


Aaron segera memakan kerang siput itu dengan lahap tanpa berhenti, membuat mereka semua tercengang tak percaya.


"Ya sudah, ibu senang kalau kau sudah tidak punya alergi kerang siput lagi." Ucap Weena.


Karena Aaron terlalu cepat memakan nya akhirnya dia tersedak .


"Uhuk uhuk uhuk." Aaron terbatuk batuk.


Innara dan Liora segera memberikan gelas minum kepada Aaron hingga Aaron begitu sangat bingung.


Akhirnya Aaron mengambil gelas minum dari tangan Innara.


Liora merasa terciutkan nyali nya karena Aaron memilih gelas minum dari Innara.


"Terima kasih sayang." Sahut Aaron setelah selesai meminum.


"Hati hati makan nya." Ucap Innara tersenyum.


Liora benar benar sangat geram dengan tingkah laku mereka.


Ia terus saja mengumpat dalam hatinya.


"Oh ya apa profesimu?." Tanya Weena pada Innara.


"Ahh aku.."


"Dia berprofesi sebagai model." Ucap Aaron memotong pembicaraan Innara.


Innara langsung menatap Aaron.


"Model? Tapi aku belum pernah mengenalinya." Sahut Liora memicingkan matanya.


"Dia model dari negara A bukan dari negara kita, dan dia baru saja pensiun karena dia lebih mementingkan waktu untukku." Ucap Aaron.


Innara hanya terdiam saja mengikuti sandiwara Aaron.


"Lalu sekarang kau tidak usaha?." Ucap Weena


"Emm... aku kerja di Cafe." Sahut Innara


"Apa? kamu kerja di Cafe sebagai apa?." Tanya Weena terkaget.


"Ah maksud dia itu, dia baru saja membuka usaha sendiri dengan membuka Cafe di kota ini, dan Cafe itu benar benar sangat bagus cita rasa dan juga pelayanan nya. Oh ya, Innara juga mau membuka cabang Cafe itu di daerah kota S, iya kan sayang?."


Innara pun terbingung dan hanya mengangguk ngangguk saja


"Ohh begitu, baguslah kalau kau punya usaha milik sendiri." Ucap Weena.


"Iya bu maka dari itu Aaron benar benar jatuh cinta padanya, selain cantik dia juga sangat mandiri." Ucap Aaron kembali menatap Innara.


Mereka berdua saling menatap.


Liora benar benar tidak kuat menahan kekesalan dan kecemburuan terhadap Innara.


"Tante, Liora pulang dulu ya ini sudah malam." Ucap Liora tiba tiba saja.


"Kamu mau kemana sayang, kita kan belum beres makan malam nya." Ucap Weena.


"Liora sudah kenyang tante, Liora pulang duluan ya. Terima kasih semuanya." Liora segera pergi dengan membawa seribu kekesalan di dalam hatinya.


"Liora." Panggil Weena namun Liora tidak meyahutinya.


Aaron pun tersenyum sangat puas melihat Liora yang terlihat sangat cemburu.


.


.


...****************...


"Ini cek giro untukmu." Ucap Aaron memberikan cek giro pada Innara.


Innara pun menerima ya kemudian memebelalakan matanya.


"T-tuan, ini kenapa 500 juta?." Pekik Innara tidak percaya.


"Sebagai tips untukmu, ambil saja." Sahut Aaron


"Terima kasih banyak tuan semoga anda di lancarkan terus rezekinya di berikan kebahagiaan dan sehat selalu tuan." Ucap Innara dengan senang hati.


"Aaaamiiinnnn..." sahut Glenn sambil mengadahkan tangan nya.


"Hemm ya sudah Glenn mari kita pulang.." ucap Aaron.


"Mari tuan." Sahut Glenn


"Eh tunggu tuan, Gaun ini aku akan mengembalikan nya." Ucap Innara.


"Tidak perlu, ambil saja gaun nya." Ucap Aaron kemudian masuk ke dalam mobil.


"Alhamdulillah terima kasih tuan." Ucap Innara dengan sangat senang sekali.


"Kami akan menghubungimu lagi jika tuan kembali membutuhkanmu, apa nona bersedia?." Tanya Glenn


Innara berpikir beberapa saat, kemudian menganggukan kepalanya dengan perlahan.


Glenn pun tersenyum ramah.


"Saya pamit pulang dulu nona dan terima kasih sudah bekerja sama dengan kami." Ucap Glenn dengan membungkukan badannya.


"Sama sama tuan, terima kasih kembali." Sahut Innara tersenyum lalu membungkukan badan nya.


Glenn pun pamit untuk pergi kemudian masuk kedalam mobilnya.


Innara menatap mobil mewah itu yang sudah berjalan meninggalkan dirinya hingga mobil itu tidak terlihat lagi karena semakin jauh.


"Alhamdulillah aku mendapatkan 500 juta dan gaun mahal ini." Ucap Innara dengan raut senang sekali dan mencium cek giro itu.


"Ternyata di balik pria arogan itu mempunyai hati yang dermawan. Apakah aku bisa bertemu dan sedekat tadi dengan nya? Mana mungkin karena dia adalah orang yang sangat penting tetapi aku hanya rakyat jelata."


Gumam Innara sambil mengingat kejadiaan dimana Aaron memperlakukan manis terhadapnya saat di depan ibunya.


.


.


.


Bersambung...