Marriage Is A Crazy Lie

Marriage Is A Crazy Lie
Episode 5



...MARRIAGE IS A CRAZY LIE...


.


.


Aaron dan Glenn sudah menduduki ruang VIP di Cafe Violets itu.


"Siap tuan di tunggu pesanan nya." Ucap Via dengan ramah setelah mencatat pesanan dari Aaron dan juga Glenn kemudian pergi.


"Unik juga bangunan nya tuan." Ucap Glenn sambil menatap melusuri setiap bangunan Cafe Violets.


"Siapa pemilik Cafe ini?." Tanya Aaron


"Maaf saya tidak tau tuan, tapi saya akan mencari tau." Ucap Glenn


"Hemm." Sahut Aaron.


"Tapi Cafe nya sepi sekali ya tuan, sayang sekali." Ucap Glenn.


.


.


...****************...


"Oh my God!!! Aaaaaaghh!!." Ucap Via dengan nada yang menahan gemas.


"Kenapa?." Tanya Innara kebingungan.


"Kau tau customer yang di VIP itu adalah tuan Aaron Alberntino si pria Crazy Rich di negara ini." Sahut Via dengan mata yang berbinar.


"What! Benarkah?, jadi yang pria jangkung tadi itu adalan asisten nya?." Ucap Giska dengan wajah tak percaya.


"Ya jelas itu adalah asisten nya, tuan Glenn yang super tampan juga." Ucap Via dengan sumringah.


"Tapi menurutku lebih tampan tuan Aaron, dia segalanya." Ucap Giska.


"Tentu saja, aku sangat mengidolakan beliau." Ucap Via.


"Jujur saja, aku belum pernah bertemu dengan Crazy Rich itu bahkan aku sama sekali tidak mengetahuinya." Ucap Innara dengan raut sedih.


"Innara kau itu kuper sekali masa tidak tau sama Crazy Rich yang sangat terkenal dengan ketampanan dan kesuksesan di usia muda itu." Ucap Giska dengan kesal.


"Sumpah aku tidak tahu berita berita itu, kau juga pasti paham aku kan sibuk bekerja dan mengurus adikku." Sahut Innara .


"Ya sudah antarkan saja kopi ini pada mereka, kau kan belum pernah meihatnya, agar tidak penasaran."


"A-aku?." Ucap Innara menunjuk pada dirinya.


"Ya iyalah kamu, kau kan cantik siapa tau tuan Crazy Rich itu menaksirmu iya gak?." Ucap Via menaikan sebelah alisnya


"Ishh kau meledekku, mana mungkin dia mau dengan wanita miskin" Ucap Innara memicingkan matanya.


"Ehh bisa saja lah kau tidak pernah menonton kisah Cinderella?." Tanya Via.


"Alah itukan hanya dongeng saja, tidak ada di dunia nyata." Sahut Innara dengan cuek.


"Sudah sudah kok malah berdebat! Cepat antarkan kopi nya entar dingin mereka komplen." Pekik Giska.


"Nih antarkan, biar kau tidak penasaran." Ucap Via memberikan tray berisi secangkir kopi kepada Innara.


Innara menatap Via dengan tatapan kesal.


.


.


...****************...


Tok!


Tok!


Tok!


"Masuk." Ucap suara bariton dari dalam ruang VIP.


Innara merapihkan rambut serta rok pendek selutut nya dan menghela nafasnya untuk memberanikan diri.


Klek! (Suara pintu terbuka)


Innara berjalan menghampiri meja yang ada dua orang pria.


"Aduh kenapa jantung aku dag dig dug begini sih, santai Innara kamu hanya mengantarkan minuman saja bukan bertemu presiden."


Gumam Innara dalam hati dengan perasaan campur aduk.


Sesampai di depan meja Innara menuangkan kopi secara perlahan.


"Permisi tuan," ucap nya sambil menundukan wajahnya.


Aaron menatap pelayan yang mengantarkan kopi itu dengan memicingkan matanya karena wajahnya seperti tidak asing.


"Kau!?." Pekik Aaron tiba tiba.


Glenn dan Innara seketika menatap Aaron.


Innara begitu panik karena ternyata laki laki arogan itu adalah customer yang berwujud Crazy Rich.


"Ada apa tuan?." Tanya Glenn mengerutkan alisnya.


"Permisi tuan." Innara segera beranjak pergi meninggalkan ruangan VIP itu, tetapi Aaron menahan nya.


"Tunggu!." Pekik Aaron.


Innara mengumpat dalam hatinya sambil berbalik perlahan menghadap Aaron.


"Hehe i-iya tuan?." Tanya Innara berseringai dengan wajah polos.


"Kau mau kemana?, kau punya hutang padaku! Mau mencoba kabur?." Pekik Aaron dengan tatapan bengis.


"A-anu tuan, saya belum punya uang untuk mengganti nya." Sahut Innara sambil menggaruk tengkuk yang tidak gatal


"Aku tidak mau tau kau harus segera membayarnya! Kau tau itu adalah mobil kesayanganku." Ucap Aaron.


Glenn kini mengerti apa yang Aaron katakan, jadi wanita ini yang membuat mobil tuan nya lecet.


"Lihatlah aku tidak bohong, aku adalah seorang pelayan biasa mana mungkin mempunyai uang sebanyak 1,5 miliar." Ucap Innara dengan malang.


Glenn menahan tawanya, ternyata Aaron meminta uang sejumlah 1,5 miliar padahal mobilnya sudah ia benarkan dan biaya nya sebesar 25 juta saja.


"Aku tidak mau tau kau harus membayarnya, kalau tidak kau akan kehilangan pekerjaanmu." Ucap Aaron dengan dingin.


"Jangan tuan saya sangat butuh pekerjaan ini tolong tuan kasihanilah saya." Ucap Innara dengan nada yang memohon.


"Lalu kapan kau akan membayarnya?." Tanya Aaron.


"A-aku tidak tau tuan, karena rasanya seperti mimpi jika aku mendapatkan uang sebanyak 1,5 miliar." Sahut Innara dengan wajah polos.


"Aku tidak percaya." Ucap Aaron menatap tajam.


"Kau bisa mengsurvei tempat tinggalku dan mencari selak seluk bibitku dari mana, bahkan aku hanya tinggal d kontrakan kecil saja." Jelas Innara dengan wajah yang meyakinkan Aaron.


Aaron seketika berpikir lalu menatap Innara dengan sangat teliti dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan tatapan tak terbaca.


"Baiklah, anggap saja hutangmu itu lunas." Ucap Aaron .


Glenn langsung menoleh ke arah Aaron, rencana apa yang akan ia buat.


"Benarkah? T-terima kasih banyak tuan." Ucap Innara membungkukan badan nya beberapa kali dengan raut wajah yang begitu ceria.


"Tapi ada syaratnya." Sahut Aaron.


Innara langsung terdiam dari seringai nya


"Syarat apa memangnya tuan?." Tanya Innara kebingungan.


"Syaratnya kau harus menjadi pacar sewaanku." Ucap Aaron dengan gaya mimik wajah yang tenang.


Innara dan Glenn seketika membelalakan matanya seolah tak percaya dengan apa yang Aaron katakan.


"P-pacar sewaan?." Ucap Innara mengulangi lagi.


"Ya, apakah kau bersedia?." Tanya Aaron dengan wajah masih terlihat dingin


Innara menyeringai menunjukan gigi putih nya.


"Tapi tuan saya..."


"Aku akan memberimu upah yang sangat menggiurkan." Ucap Aaron dengan ekspresi dingin.


"Hah?." Innara tercengang.


"Berapa uang yang kau butuhkan?."


Innara terdiam beberapa saat mencoba untuk berpikir dan memberi keputusan yang terbaik untuknya.


"Waktu ku tidak banyak lagi, jika kau tidak mau aku akan mencari wanita lain."


Innara menatap Aaron dengan tatapan penuh kebimbangan.


"Apakah ini adalah kesempatan bagiku untuk melunasi hutang dari juragan darma." Pikir Innara dalam batin nya.


"Bagaimana?." Tanya Aaron kembali


"Beri aku 250 juta, dan aku mau menjadi pacar sewaanmu." Ucap Innara dengan spontan.


Aaron terdiam beberapa detik


"Wow! Itu hal kecil bagiku 250 juta tidak ada apa apanya." Ucap Aaron dengan berlagak sombong.


Innara terdiam sambil menggerutu sombong sekali dia.


Aaron mengeluarkan sebuah cek giro kemudian ia menulisnya dan menanda tanganinya.


"Aku memberimu sebuah cek, apakau menyetujui menjadi pacar sewaanku."


"B-berapa lama menjadi pacar sewaan mu tuan?." Tanya Innara.


"Hanya malam ini saja, tenang saja jika aku membutuhkanmu lagi aku akan memberimu upah yang lebih besar dari ini, tapi jika kerjamu bagus." Ucap Aaron.


Innara menerima cek giro itu dari tangan Aaron dengan ragu ragu.


Namun Aaron seketika menarik cek gironya kembali.


"Setelah kau sudah menyelesaikan pekerjaan nya, kau baru bisa menerima cek giro ini." Ucap Aaron dengan raut wajah arogan.


Innara terdiam beberapa detik untuk mengumpulkan nyalinya.


"Baiklah, aku bersedia tuan." Ucap Innara.


Aaron tertawa meledek


"Ternyata kau sama saja seperti wanita yang lain nya, matrealistis." Ucap Aaron dengan menatap tajam.


"Pukul 7 malam, Glenn akan menjemputmu." Ucap Aaron


"Siap tuan, beritahu alamat rumah mu nona agar aku dapat menjemputmu." Ucap Glenn dengan ramah.


"Baiklah." Sahut Innara lalu kembali menatap lantai dengan segala pikiran yang berkecamuk.


"Apa tuan yakin akan menjadikan dia sebagai pacar sewaan nya untuk mengenalkan ke nyonya Weena." Pikir Glenn ragu ragu menatap Innara walaupun dia terlihat cantik dan bersih.


.


.


.


Bersambung....


Terima kasih telah membaca🤗🤗