
kecelakaan.
Aku terbangun di sebuah Ruangan, kulihat sekeliling dan merasa sangat bingung dimana sebenarnya aku berada.
"Mbah Hani sudah bangun" Ucap wanita paruh Baya membawa kan secangkir Teh untuk ku.
"Aku dimana, kamu siapa? " Aku bertanya pada wanita Itu.
"Hani" Masuk seroang laki\-laki dengan Wajah yang tampan dan berpostur tinggi.
Wajah nya tidak Asing bagiku tapi aku tidak bisa mengingat siapa dia.
"Kamu siapa, kenapa aku ada Disini " Kembali aku bertanya.
"Aku Bayu, apa kau tidak mengingat ku? " Laki-laki itu mengatakan Nama nya kepada ku.
"Ba-Bayu'? Aku masih tak bisa mengingat nya.
" Hani aku teman sekolah mu , aku melihat mobil yang kecelakaan saat akan menuju Rumah dan aku melihat kamu lah yang di dalam nya " Jelas bayu padaku .
Samar-sama aku mengingat laki-laki ini, tapi tak mampu ku ingat sepenuh nya .
"Han maafin aku udah bawa kamu ke rumah ku, karena gak tau mau bawa kamu kemana Kebetulan aku melihat luka mu yang tidak terlalu parah itulah sebab nya aku tak membawa mu kerumah sakit "
Aku melihat kanan dan kiri mencari tas dan ponsel ku tapi tak kutemukan.
"Apa yang kau cari? " Tanya Bayu .
"Tas " Jawab ku.
"Mobil mu terbuka dan seperti nya ada orang yang mengambil semua isi di dalam nya tanpa menolong mu" Kata Bayu .
"Bayu Alamsyah ? " Mulut ku mengucapkan kata \- kata itu setelah aku mengingat siapa laki\-laki ini.
"Alhamdulillah aku masih ada di pikiran mu " Bayu tersenyum lebar.
Bayu adalah teman sekolah ku Dulu, dia tidak terlalu dekat dengan ku yang aku tau dia adalah seorang Kutu buku dan tak mempunyai banyak teman.
"Kamu tinggal di kota ini juga? " Aku mengajukan pertanyaan pada Bayu.
"Pak Bayu jadi dokter muda yang guanteng dia bertugas di rumah sakit kota ini mbah Hani " Celetuk wanita paruh baya yang pertama kali aku lihat masuk ke kamar tadi.
"Aah Bi Tati apaan sih, " Sahut Bayu.
"Kamu jadi dokter Bayu? Masya Allah ". ucapku,Aku tak menyangka kutu buku itu sekarang jadi seorang Dokter.
Aku melihat dari bawah hingga atas pria yang duduk di hadapan ku ini pantas Jika dia mengatakan Luka ku tidak parah karena dia seorang dokter.
Tiba-tiba aku teringat mas Arta dan mengingat kejadian tadi saat aku menemui selingkuh mas Arta Rasa nya kembali sesak Dada ini butir-butir air mata kembali menumpahi pipi ku.
"Hani ada apa? " Bayu yang melihat ku menangis mendekati tubuh ku.
"Maaf bayu menjauh lah aku sudah menikah dan kita bukan Muhrim" Tangan ku mendorong Pelan pundak bayu.
Aku kembali menangis, ku cengkeram erat Bantal di kamar Ini.
"Hani ceritakan pada ku, anggap aku sahabat mu, aku melihat ada luka di mata mu" Ucap bayu, raut wajah nya seperti sangat mengkuatirkan aku.
Tangis pun pecah selama Ini aku tak pernah punya teman Curhat, walaupun Ria adalah satu-satunya sahabat yang aku miliki tapi tak pernah sekalipun aku mencurahkan perasaanku karena aku tau Ria terlalu sering bercanda Saja.
Ini merupakan kali pertama aku melihat seseorang yang begitu menghawatirkan ku.
"Bayu boleh kah aku tinggal di sini untuk beberapa saat " Aku meminta izin pada Bayu.
"Silahkan hani, tapi bagaimana dengan suami mu? Maksud ku kamu sudah menikah pasti dia akan marah jika kamu di sini " Ucap Bayu.
"Ya sudah aku pergi dulu mencari tempat tinggal" Aku bangkit dari tempat tidur.
"Eh.. Jangan dong, mau kemana? Udah di sini aja kita juga gak cuma berdua, ada Bi Tati di rumah ini kamu tidur aja di sini dan aku kamar depan " Bayu menghalangi ku untuk pergi.
Aku mengangguk .
Seperti nya Bayu tau jika aku sedang ada masalah tapi dia tak mau bertanya terlalu dalam padaku.
aku menceritakan pada Bayu tentang Ria yang juga tinggal di kota ini, tentu Bayu juga mengenal Ria karena kita bertiga pernah bersekolah di sekolah yang sama.
"Mobil mu sudah aku bawa ke bengkel Hani mungkin satu minggu baru bisa di perbaiki" Bayu menyusul ku yang sedang duduk Di tangga.
" aku tidak peduli, aku lah yang menabrakkan mobil itu dengan sengaja " ucap ku ketus.
"Astaghfirullah kamu mau bunuh diri gitu? " bayu kaget dan duduk di sebelah ku.
"bukan Gitu, aku jijik sama mobil nya jadi aku tabrakan saja " aku menjawab Bayu.
"emhhh sakit lo yah" Bayu menggelengkan kepala nya.
"Oh ya tulis alamat Ria dong" bayu menyodorkan kan ponselnya lalu berpamitan pada ku untuk berangkat ke rumah sakit.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹