Mandul

Mandul
bagian Arta.



Bagian Arta.


________________________


Aku menyetir mobil milik Hani dan mencari dimana Hani berada, karena Titi mengabari ku bahwa Hani baru dari rumah nya dan mengetahui hubungan gelap ku dengan Titi.


Entah Kenapa perasaan tak karuan ini memenuhi otak ku , aku Benar-benar tak ingin kehilangan Hani.


Sudah tiga hari Hani ku menghilang.


"Kamu dimana sayang? Aku mencintai mu Hani ". Aku masih duduk di sofa dengan keadaan kacau tak karuan memikirkan keberadaan istriku .


Hatiku sangat sesak memikirkan Hani, aku tak menyangka Hani memilih Pergi begitu saja tanpa meminta penjelasan dari ku, musti nya dia marah seperti wanita\-wanita yang ku saksikan di sinetron saat mendapati suami nya selingkuh .



Rasa menyesal telah mengkhianati nya merasuk pikiran ku dan menyiksaku.


Istriku yang selalu menanti ku di rumah Dengan senyum manja nya, kini tak berada di sisi ku.


Untuk pertama kali nya aku merasakan kesedihan yang teramat dalam.


"Arta udah biarin aja wanita mandul itu pergi, kamu musti nya bersyukur dia lenyap dalam hidup mu tanpa kau harus menceraikan nya,! segeralah urus pernikahan mu dengan Titi. Titi sudah banyak berjasa pada keluarga kita mama bisa membangun Rumah karena Titi , adik mu bisa kuliah juga karena Titi . Coba ngandelin penghasilan mu Doang Mana cukuplah. Uang mu kan banyak kau habiskan untuk wanita mandul itu yang bolak-balik priksa ke dokter kandungan !!! " Serang ibu ku di telpon yang terus menyuruh ku untuk menikahi Titi saja.


Aku tak ingin menjawab kata-kata ibuku.


entahlah, awal nya aku memang mau menceriakan Hani karena sampai saat ini dia belum juga mampu memberi ku keturunan. Tapi kepergian nya yang misterius membuat ku merasa sakit dan tidak peduli lagi dengan rencana Awal ku..


"Maaf kan mas dek, tolong pulang lah " Aku memeluk foto istriku yang semakin lama aku perhatikan semakin cantik lah dia di mata ku .


Penyesalan ku sungguh sangat Dalam aku rasakan saat Hani meninggalkan ku seperti ini.


Aku mendengar suara Klakson mobil, dan segera berlari membuka pagar Rumah ku ternyata Titi lah yang datang ke rumah ku.


Wajah ju kecewa dan masam Aku pikir Hani yang datang tapi justru Titi.


"Mas kamu kenapa si kata mama asih kamu sedih banget mikirin kepergian Hani? Mustinya kamu seneng Dong! Udah ada aku di sini buat apa mendramatisir kepergian wanita mandul itu " Ucap Titi .


"Pergilah ini rumah Hani, kau seharus nya tidak kesini " Perintah ku malas pada Titi.


Entah kenapa aku tak ingin melihat siapapun kecuali Hani, meski dulu aku sangat bahagia bersama Titi tapi kini aku Hanya memikirkan Hani.


Titi marah dan masuk kembali dalam mobil nya seraya membanting pintu mobil dengan kuat di hadapan ku, aku tak bergeming dan berjalan masuk kedalam rumah.


Aku menyadari kebahagiaan ku bersama Titi bukan Karena aku sangat mencintai nya tapi karena aku merasa Puas bisa berhubungan dengan dua wanita sekaligus, yang satu janda kaya terpandang. Dan satu lagi Hani istri ku yang mudah di bodohi.


Kepergian Hani yang tiba-tiba itu membuat ku menyadari bahwa sebenarnya aku mencintai nya.


"Aku tak peduli jika kau mandul sayang, yang aku mau Hanya kedatangan mu, aku siap meninggalkan Titi dan hidup bahagia dengan Mu " Bisik ku dalam hati .


Istriku yang polos dan selalu aku bohongi saat ini pergi meninggalkan ku, luka kehilangan Hani begitu menyiksa ku.


Aku berjanji pada diriku sendiri untuk tidak akan lagi menyakiti Hani dan tidak akan lagi membodohi nya.


"Tuhan hukum aku dengan hukuman yang lain jangan ini, aku tak kuat menahan sakit nya kehilangan istriku ". Tangis kesedihan ku pecah .


sampai saat ini sudah genap satu minggu Hani meninggal ku tak juga kutemukan keberadaan nya.


aku tidak berangkat kerja, tidak juga melakukan aktivitas apapun kecuali mencari Hani dan meratapi kepedihan ku ditinggal Hani secara misterius ini .


Titi dan mama ku dua wanita yang selalu bersekongkol dengan ku untuk membodohi Hani silih berganti menelpon ku, tapi ku abaikan mereka .


Hani lah yang aku butuh kan .


aku teringat permintaan terakhir Hani sebelum dia menghilang yaitu meminta ku untuk menjalani Tes kesuburan, entah lah kelihatan nya ini aneh dan tak berguna, untuk apa Aku Tes? aku sehat dan tak punya keturunan mandul dari Keluarga ku.


aku bahkan Sudah tidak peduli meski Hani tak bisa memberiku seorang keturunan aku tetap akan menerima nya dan mencintai asal dia kembali padaku.


tapi setelah lama aku pikirkan tidak ada Salah nya jika aku melakukan Tes ke dokter mungkin dengan ini bisa sedikit membuat Hani bahagia walau dia tidak ada lagi di sini dan Hanya ini yang bisa aku lakukan untuk Hani yang entah dimana dia berada. tentu aku tak memberi tahu mama jika aku akan menjalani Tes kesuburan karena mama pasti akan melarang ku.


Aku sedang menunggu giliran ku untuk Cek kesuburan.


"entah lah apa Yang aku lakukan ini Hani tak ada di samping ku, dan kenapa aku menjalani Tes seperti ini " gerutu ku dalam Hati.


"Pak Arta wibowo " seorang Perawat laki-laki memangil namaku.


melintaslah seorang dokter pria yang masih cukup muda didepan ku dan menghentikan langkah nya sesaat setelah perawat itu memangil namaku.


aku tak tau kenapa dokter itu nampak kaget dan terus memperhatikan ku, tapi tak ku hiraukan dia. aku hanya melemparkan senyuman tipis dan segera masuk Ruang pemeriksaan.


2 jam sudah aku menunggu dan belum juga keluar hasilnya .


aku mengingat kembali dimana aku dan Hani biasa nya datang berdua ke rumah sakit ini untuk memeriksa keadaan Hani dan melakukan beberapa Tes kesuburan pada Hani tentu nya kami datang berdua.


dan saat ini aku datang sendiri untuk menjalani tes kesuburan tanpa Hani ini terlihat Konyol tapi demi Hani Aku rela melakukan apapun tentu, dan Demi menebus kesalahan ku yang telah mengkhianati nya juga.


seorang suster menuntun ku menuju Ruangan dokter Siska, dan dokter Siska menjelaskan pada ku Hasil tes kesuburan yang baru aku jalani tadi.


"Pak Arta, hasil nya adalah Teratozoospermia yang artinya sel ****** yang diproduksi memiliki persentase ****** dalam bentuk yang abnormal, hal ini yang membuat ****** sulit untuk membuahi sel telur." jelas dokter Siska .


dokter Siska terlihat menundukkan pandangan nya mungkin dia tak ingin melihat ku bersedih


"jadi dok ? Saya yang bermasalah bukan Hani?" jawab ku kaget dengan penjelasan dokter Siska .


"iya Pak " dokter Siska menjawab singkat.


seperti tersambar petir yang kurasakan ternyata aku Lah yang selama ini bermasalah bukan Hani, tapi justru aku dan mama menganggap Hani yang mandul sampai aku berselingkuh dengan Titi.


aku keluar dari Ruangan dokter Siska dan memukulkan keras tangan ku di tembok Rumah sakit .


ku lihat kembali dokter muda yang memperhatikan ku di lorong Laboratorium tadi.


Aku pergi dengan perasaan kacau, ku setir mobil ku dengan kecepatan yang sangat tinggi tak peduli jika aku harus mati.


hukuman Tuhan padaku begitu berat . aku kehilangan istri yang selama ini ku sia-siakan dan kini ku dapati aku mandul.


⚡⚡⚡⚡⚡⚡⚡⚡⚡