Mandul

Mandul
terungkap



Terungkap


__________________________


Mas Arta menyusul ku ke tempat tidur lalu berbaring begitu saja di atas kasur yang akan aku rapih kan.


"Mas ngantuk sayang bobok yuk " Ajak nya mas Arta aku pun tak bergeming.


entah kenapa seperti ada magnet yang menarik untuk menyelidiki siapa janda kaya yang mengunakan mobil suami itu.


Ku tinggal kan mas Arta yang masih terlelap tidur. Kali ini aku akan pergi menuju komplek perumahan Ria ya tentunya perumahan janda kaya itu juga, dengan mengunakan mobil milik suami ku .


Aku berhenti beberapa meter sebelum memasuki komplek perumahan nya sambil memikirkan apa yang akan aku lakukan.


"apa aku harus ke rumah janda itu Ya atau aku ke rumah Ria saja" pikiran ku saling bersautan.


"Tok.. Tok.. " Kaca mobil ku di ketuk oleh seseorang.


Rupanya satpam komplek yang mengantuk kaca mobilku.


"Oh saya pikir pak Arta maaf ya mbak soalnya saya lihat mobil nya pak Arta " Satpam itu kaget melihat ku yang duduk di dalam mobil mas Arta.


"kok bapak kenal mas Arta " Tanyaku pada satpam


"Ya kan pak Arta tingal disini mbak " Jawab satpam sambil tersenyum padaku


"Ada apa ini bagaimana mungkin suamiku tingal di sini sedang rumah kami ya yang aku tempati saat ini atau mungkin mas Arta punya istri baru? Atau mungkin Mas Arta ada Hubungan dengan janda itu _ Dadaku terasa sesak memikirkan kemungkinan demi kemungkinan yang membayangi otak ku.


"Dimana rumah Mas Arta pak? " Tanyaku kembali pada satpam itu.


"Loh kok mbak nanya sama saya, tapi mbak bawa mobil pak Arta " Ucap satpam sepertinya dia curiga aku orang jahat yang mencuri mobil Mas Arta.


"Aku istrinya " Ku tunjukan foto pernikahan kami pada pak satpam itu.


"Ooowh .. Maaf Bu, saya tidak tau, beliau menyewa rumah di blok \(\*.\) baru kok bu ya sekitar 5 bulanan lah " Jawab satpam dan mempersilahkan ku untuk masuk kedalam komplek perumahan Ria.


Kucari alamat rumah yang di ceritakan satpam tadi.


"Seeeethhh" Mobil ku berhenti tepat di depan Rumah janda kaya yang pernah memakai mobil suamiku . Tapi bukan ini alamat nya, aku menengok kanan dan kiri dan akhirnya aku menemukan nya.


Rumah itu tepat berada di seberang Rumah si janda itu.


aku pun sadar dan teringat beberapa hari lalu saat janda itu berbicara pada ku di depan rumah nya ia terus menatap rumah di seberang dan seperti sedang berkomunikasi dengan mata nya, Rupanya kamu lah mas orang Yang berada di situ, jadi itu sebab nya kamu pulang terburu- buru karena Takut aku semakin curiga pada mu.


mataku mengeluarkan bulir-bulir Air dan termenung sendiri di dalam Mobi tepat di diantara Rumah janda itu dan Rumah yang di sewa mas Arta.


Aku merapat informasi dari Seno tentang janda itu.


Namanya Titi saputri pengusaha properti yang di tinggal mati oleh suami nya dan mempunyai tiga orang anak .


Anak Bungsu nya berusia 5 tahun.


"Greeggg.. " Suara pagar besi yang sangat mewah dan kokoh terbuka dari Rumah janda itu dan kulihat ada Titi di balik pagar itu dengan selendang yang menutupi sedikit bagian rambut nya.


Rumah nya terlihat sangat mewah bahkan aku bisa melihat dari garasi nya saja .


Kulihat anak perempuan kecil keluar dari pintu di temani pengasuh nya . Mungkin ini anak bungsu si janda yang kata seno masih berusia lima tahun.


" papi .. Papi... " Ya seperti itulah kudengar suara anak itu mengetuk pintu mobil mas Arta yang sedang aku gunakan .


Kecurigaan ku semakin besar bahwa mas Arta ada hubungan khusus Dengan janda ini sampai anak nya sudah hafal dengan mobil mas Arta. tapi ku kuat kan hati agar terlihat tegar tanpa Rasa sedih dan lemah.


"aku tidak mau kisah ku berakhir bak sinetron" bisik ku Dalam hati.


Aku membuka pintunya dan keluar perlahan dari mobil ini. Ku lihat mata semua orang membulat kaget melihat aku yang keluar dari dalam mobil, janda itu mematung di dekat pagar rumah yang belum ia tutup kembali, selepas aku memasukan mobil mas Arta.


"Kenapa mbak?.. " Tanyaku pada Si janda kaya .


"Maaf mbak aku pikir.... " Jawab Titi sembari memberi kode pada pengasuh anak nya untuk masuk .


"Saya mbak yang datang, bukan si pemilik mobil ini" Celetuk ku sambil bersandar di mobil mas Arta.


"Maaf mbak... Maaf " Kembali Titi minta maaf entah kenapa dia terus meminta maaf.


"Loh kenapa minta maaf mbak sepertinya mbak kenal akrab dengan pemilik mobil ini sampai anak mbak juga menyambut mobil ini tapi wajah anak mbak terlihat kecewa saat saya yang turun dari mobil " Ucap ku dengan segala emosi dan tanda tanya.


"Maaf mbak .. " Lagi lagi Titi meminta maaf ku lihat kini wajah nya sangat pucat kerutan di dahi dan pipi nya pun terlihat oleh ku.


Titi tidak secantik diriku dia terlihat lebih seperti perempuan yang berusia 40 tahunan.


"Ada hubungan apa mbak dengan suami saya? Kenapa suami saya menyewa rumah tepat di seberang rumah mbak? Jawab saja dengan jujur saya tanya apa hubungan mbak dengan suami saya Kenapa sikap mbak dan anak mbak yang begitu bahagia dengan kedatangan mobil suami saya? " Tanya ku panjang pada Titi.


"Maaf mbak saya hanya berteman dengan suami mbak, mas Arta yang mengerjakan beberapa properti yang saya miliki, tidak lebih mbak " Ucapnya menyakinkan ku.


Suamiku memang di bidang ini tapi aku rasa gak cuma karena urusan pekerjaan mereka dekat bahkan anak nya Titi, Ku ingat tadi memangil suamiku dengan sebutan 'Papi'.


"Saya bukan wanita bodoh ya mbak dan saya gak akan berhenti mencari tau apa hubungan kamu dengan suami saya, dan Saya pastikan kamu akan menyesali nya ".. Ancam ku pada Titi.


aku pun kembali masuk dalam mobil mas Arta dan ku pacu sangat kencang meninggalkan rumah Titi ..


" Seno siapa laki-laki yang kamu bilang sedang dekat dengan Titi ?" kata ku pada suami Ria dalam percakapan telpon .


"Iya hani, kau pasti sudah tau itu suami mu. Ria pernah menelpon mu dan mengatakan melibat mobil suami mu di perumahan kami? Saat itu juga aku cari tau rupanya Suami mu menyewa rumah persis di depan rumah Titi, dan sedang Dekat dengan Titi, Tujuan suami mu menyewa Rumah di sini agar Nama Titi tidak di Cap buruk oleh tetangga sekitar sebelum suami mu Menikahi Dia secara Sah. " jelas panjang Seno yang berbicara padaku di telpon .


kata-kata seno membuat ku ingin menangis sekencang - kencang nya dan mencakar kan kuku ku di wajah Mas Arta serta selingkuh nya itu.


"Aaaahhhhhhh B****s*T kau Arta..." Ku lempar ponsel ku dan terjatuh di bawah kursi mobil.


Tiba - tiba aku merasa jijik dengan mobil ini karena sudah dibawa Titi dan pasti sudah sering si tumpangi janda itu bersama suamiku..


"Bruaaakkkggg" Ketabrak kan mobil mas Arta ke pohon besar di pinggir jalan dan semua terlihat gelap sekeliling ku.


*****


🥀🥀🥀🥀🥀