Mandul

Mandul
kecemasan Hani



kecemasan Hani


_________________


Kulihat samar - samar mobil mas Arta baru saja keluar dari komplek perumahan teman ku tapi dengan kecepatan yang tinggi aku tak mampu mengejarnya.


Hanya terus berfikir itu mobil mas Arta apa bukan ya tadi..


"Haniii... I miss you so much sini masuk " Sambut teman ku di depan pintu rumah nya rupanya dia sudah menunggu ku sedari tadi karna sebelum nya aku sudah mengirim pesan pada nya bahwa aku akan mengunjungi dia..


Senang sekali rasa nya setelah sekian lama aku baru bisa bertemu sahabat ku..


Banyak kata yang kita obrol kan , sahabat ku Ria saat ini sedang mengandung usia kandungan nya sekitar 6 bulan .


"Eh tadi aku kayak liat mobil suami ku keluar dari komplek perumahan mu Ria, tapi entah lah itu benar mobil suami ku atau bukan karna aku tak melihat dengan jelas nomer kendaraan nya " Kataku pada Ria.


"Oh ya mobil apa ? Aku belum paham betul wajah suami mu karna dulu pas kamu nikah kan aku gak datang maaf ya sayang " Ucap Ria sembari memeluk ku.


Ku jelas kan warna mobil dan plat nomer kendaraan milik mas Arta pada Ria.


Tak terasa sudah dua jam aku berada dirumah Ria sambil ketawa-ketiwi dan banyak cerita masa masa kita sekolah dulu itu sangat menghibur ku dari pada aku dirumah sendiri.


Akupun berpamitan pada Ria untuk pulang.


Jam menunjukan pukul 21.00 malam dan suamiku belum juga pulang.


"Tin... Tin.. " Kudengar suara mobil mas Arta .


Aku menyambutnya hangat di depan pintu, kulihat mas Arta keluar dari mobil nya dan membawa satu box pizza serta coklat.


Ya... Coklat adalah makanan kesukaan ku.


Aku melupakan penantian ku menungu mas Arta dengan pikiran sedikit curiga luluh begitu saja melihat mas Arta tersenyum sangat manis padaku.


"Maaf ya sayang pulang malam, Mas langsung mandi kamu makan dulu pizza dan coklat nya jangan makan mie instan lagi " Kata mas Arta sambil melayangkan ciuman di pipiku


Mas Arta duduk di taman belakang rumah sambil memainkan ponsel nya , aku menyusulnya mas Arta segera bangkit dan memasukin ponsel di saku celana nya .


"Dek mas besok mau ke lampung timur ada proyek di sana mungkin untuk beberapa hari kamu gak papa kan" Tanya mas Arta


"Yaah... Yaudah lah mau gimana lagi " Jawabku sedih karna mau ditingal lagi


"Yaudah yuk masuk istirahat besok Mas berangkat pagi pagi dek" Ajak mas Arta sembari merangkulku menuju kamar.


Sebelum tidur tak lupa aku membereskan cucian tak lupa ku priksa kantong demi kantong mas Arta yang kutemukan hanya kertas Bon bekas makan mas Arta tadi siang aku melihat banyak makanan porsi anak kecil dan beberapa minuman yang semua total nya mencapai sembilan ratus ribuan.


Cukup mahal menurut ku , dan kenapa ada makanan untuk anak kecil bukankah mas Arta ketemu rekan kerja dan membicarakan pekerjaan yang akan di garap nya di lampung timur besok.


"Ah.., aku tak mau berprasangka buruk pada suami ku mungkin rekan nya membawa anak kecil makanya ada beberapa pesanan makanan untuk anak - anak ". Aku mencoba menenangkan hatiku sendiri.


" Mas gak sarapan ya dek buru buru soalnya nanti kesiangan kamu makan yang banyak dan yang sehat ya biar cepet hamil siapa tau mas pulang udah dapat kabar baik kamu lagi hamil , amiiin " Ucap mas Arta .


"Iya mas semoga saja " Jawabku.


"Mas transfer uang di rekening kamu terserah mau buat beli apa aja " Kata mas Arta padaku sebelum pergi meninggalkan ku sembari melemparkan ciuman di dahiku .


Ku lihat kembali mas Arta masuk kedalam rumah dan memeluku dengan erat seraya berkata " Dek kamu muda, dan sangat cantik mustinya aku beruntung mendapatkan mu Hani ku " .


Lalu pergi lagi, kali ini benar benar pergi mobilnya pun sudah menjauh dari pagar rumah kami.


Entahlah kenapa mas Arta berbicara begitu seolah pertanda yang tidak baik untuk ku.


Hati ku terus gelisah aku hanya mampu berdoa dan berdzikir agar Allah menjaga suamiku .


Sampai malam berlalu aku tetap tak berhenti berpikir tentang ucapan mas Arta rasa cemas menghantui hatiku.


Akupun tertidur dengan perasaan yang tak menentu.


"Tiiiinggg".... Kulihat suara ponsel ku ada pesan masuk rupanya.


Dan ternyata jam di ponselku sudah pukul 6 pagi


" Nak ibu kangen, kapan kamu mengunjungi ibu nak oh ya, semalam ibu mimpi buruk tentang kamu tapi kamu baik-baik saja kan " Begitulah isi pesan dari ibuku.


Kujawab pesan nya dan ku kabarkan keadaan ku baik-baik saja pada ibu.


Tak lama aku mendapat pangilan telepon


"Hani aku baru liat mobil suami mu tadi pas aku buang sampah sama persis sama yang kamu ceritakan aku yakin itu mobil suami kamu deh " Kata Ria di pangilan telpon.


"Masak si mas Arta ke lampung Timur kok kemarin pagi berangkatnya, kamu salah lihat kali " Jawabku .


"Gak mungkin mata ku masih sehat emang kamu udah minus , dasar mata empat, hahaha " Ledek Ria padaku .


Ria memang sering becanda padaku itu karna kami sudah sangat dekat dari SMP sampai SMK.


"Yaudah nanti telpon lagi ya Ria aku mau mandi dulu ya nanti aku telpon lagi". Ku tutup percakapan kami.


Sambil menguyurkan air di rambut ku, aku terus berfikir akan kata-kata mas Arta sebelum dia bergi, kata-kata ibuku di pesan singkat tadi, dan kata kata Ria mengenai mobil suami ku yang baru saja dia lihat melintas di komplek perumahan nya.


Aku pun kembali teringat beberapa waktu silam aku juga pernah melihat Mobil mas Arta keluar dari komplek perumahan Ria.


"berarti mobil yang aku lihat waktu itu benar mobil mas Arta dong, lalu kenapa mas Arta sering keluar masuk di komplek perumahan Ria? " aku berkata sendiri.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾