Mandul

Mandul
episode 1



Hani awal pernikahan.


_______________________


"SAH"


Suara semua orang mengatakan SAH saat aku menikah dengan mas Arta.


namaku Hani aku menikah dengan laki-laki bernama Arta aku memutuskan menikah dengan nya saat usiaku masih sangat muda dlu.


Mas Arta sudah dewasa,perbedaan usia kami cukup jauh. mas Arta bekerja di bidang pertanahan tidak kaya tapi juga tidak miskin.


"Dek kita tingal di ibu kota ya yang dekat dengan kantor mas " Ucap nya setelah menikah .


"Dimana pun kau berada di situ aku ikut mas" Jawab Hani .


Mas Arta hanya memiliki mama karna ayah nya telah lama meningal.


awal menikah mama mas Arta yang aku sebut dengan nama Mama Asih masih dirumah kami menemaniku dan mengajariku cara memasak dan menjadi istri yang baik.


Aku sangat bahagia memiliki ibu mertua dan suami yang baik karna memang aku kehilangan kasih sayang ibu dan ayahku sebab mereka berpisah.


ya, aku adalah anak korban Broken home mungkin itu sebab nya aku ingin menikah Muda dan membangun rumah tangga ku sendiri.


Dua minggu setelah pernikahaan kami mama Asih pulang ke Bekasi karna Rumah mertua ku memang di bekasi sedang kami di bandar lampung.


Aku dan mas Arta mengantar nya sampai di pelabuhan dan melihat perlahan mobil mama Asih masuk kedalam kapal.


Kami bedua pun pulang dan tak lupa kami makan siang di sebuah warung makan tidak jauh dari rumah ku, setelah itu mas Arta mengantarkan ku pulang dan dia kembali pada pekerjaan nya.


Satu tahun berlalu dan kami belum memiliki keturunan sedikit banyak itu membuat ku dan mas Arta merasa cemas.


"Kita cek ke Dokter kandungan yuk mas " Pinta ku pada mas Arta yang sedang duduk dengan laptop nya.


cukup jauh dari rumah kami di bandar lampung sekitar 2 jam perjalanan.


karna pekerjaan nya banyak mas Arta pun menginap di salah satu rumah kepala desa setempat bukan kali pertama mas Arta tidak pulang saat bekerja jauh resiko ku menjadi istri tukang ukur tanah..


Setelah 3 hari mas Arta pulang dengan membawa segepok uang untuku.


"Mas mau mandi dlu ya dek setelah itu makan siang "


"Baik mas Adek siapkan makanan dlu" Jawabku.


makanan pun siap mas Arta duduk di sampingku dan menikmati masakan ku tapi aku melihatnya dengan wajah yang sedikit masam dan mengkerut kan dahi nya. Entalah, ada apa. Bisiku dalam hati


Ku beranikan diri untuk bertanya


"Kenapa mas masakan nya gak enak ya"


"Iya dek"


Deg rasanya dadaku jawabanya sangat jujur .


"Coba belajar masak dari mama kan mama pinter masak aku lebih suka masakan mama" Ungkap mas Arta.


"iya mas nanti aku menelpon mama ". jawab ku.


aku pun masuk kedalam kamar dan merapihkan tempat tidur, sedang Mas Arta masih sibuk dengan Laptop nya.


aku memang berniat menelpon mama Asih untuk menanyakan beberapa resep masakan kesukaan mas Arta.


" Oh ya dek tolong cuciin sepatu mas ya tadi kotor banget" ucap mas Arta


aku mengangguk dan bergegas mencuci sepatu mas Arta, ku urungkan dulu niat ku menelpon mama Asih.