
kecurigaan Hani.
Sudah terlalu lama aku perfikir tentang mas Arta di kamar mandi.
Aku kembali duduk di atas tempat tidur dan masih berfikir cemas, sambil terus memainkan kuku tanganku , aku selalu memainkan nya jika sedang banyak pikiran dan cemas.
Aku ingin memastikan bahwa mas Arta benar -benar sedang mengerjakan proyek di lampung timur.
ku pencet no mas Arta di ponselku dan aku coba menelpon nya.
Tapi tidak ada jawaban.
"Mungkin mas Arta lagi sibuk di lapangan ini kan sudah jam 9 pagi aku gak boleh berfikir buruk tentang suamiku"
Aku berbicara dalam hati.
"Tok.. Tok.. Tok.. " Bunyi suara pintu seperti nya aku kedatangan tamu.
"Assalamu'alaikum mba Hani , mas Arta nya ada , aku mau balikin Uang yang aku pinjam minggu lalu " Tanya Indra saat aku membukakan pintu untuk nya .
"Loh mas Arta kan lagi ada proyek di lampung - timur Ndra emang kamu gak tau, dan kok bisa kamu gak ikut? " Jawabku pada indra.
Indra adalah salah satu anak buah suami ku jika mas Arta sedang menggarap proyek-proyek indra selalu di ajak nya dan satu lagi Musa yang juga biasa di ajak mas Arta.
"Hah.. Kok gak bilang ya mbak aku malah gak tau mungkin dirumah bu.....* Ups"
Jawab indra seraya menuntup mulut nya seperti ada yang di sembunyikan dari ku.
"Bu siapa ndra?" Tanyaku kembali.
"Engak mbak salah ngomong aja , yaudah ya mbak tolong sampaikan ke mas Arta sama titip uang nya ya mbah aku pamit Assalamu'alaikum" Pamit indra buru-buru sambil menyodorkan amplop coklat berisi uang yang dipinjam nya pada mas Arta mingu lalu.
Lagi lagi kata-kata semua orang membuat ku semakin berfikir yang tidak-tidak tentang mas Arta rasa cemas terus saja menghantui pikiran ku.
"Maaf dek tadi mas lagi di lapangan ponsel mas ada di dalam Tas, kamu lagi apa sayang udah makan belum, Oh ya kalau kamu kesepian belanja aja dek beli apapun yang kamu mau nanti mas transfer lagi uang nya " Pesan singkat mas Arta masuk di ponsel ku .
Aku tak membalas pesan mas Arta yang ada dalam pikiran ku hanya menyelidiki dimana mas Arta, kenapa mobil mas Arta sering keluar masuk di komplek perumahan Ria, dan siapa 'Bu' yang indra maksud.
"Oooh ya tuhan berilah aku ketenangan hati dan lindungi lah suami ku " Pintaku dalam Doa
Hingga malam berlalu aku masih terpaku di tempat tidur, perutku sedikit terasa perih sedari pagi aku lupa makan karna banyak hal yang menggangu pikiranku .
Tak lupa ku isi dulu perut ku sebelum melanjutkan tidur.
Aku melakukan aktivitas seperti biasa pagi ini dengan rasa yang masih terus Bertanya-tanya tentang dimana mas Arta dan apa yang sebenarnya terjadi.
Ponsel ku berdering dan kulihat mas Arta yang menelpon ku.
"Iya mas, aku izin mau ke supermarket ya mas " Jawabku .
"Silahkan sayang beli apapun yang kamu ingin beli have fun istriku ilove you" Kata-kata manis mas Arta seraya menutup pangilan telpon nya .
Kenapa mas Arta bilang begitu seolah - olah dia tau aku ragu ragu dengan keberadaanya, dan dia berusaha meyakinkan ku bahwa dia benar-benar berada di lampung -timur.
Padahal kan aku tidak mengatakan apa-apa pada nya, segala rasa cemas ku tak sedikit pun aku ungkapkan pada Mas Arta , atau mungkin indra yang sudah memberi tahu mas Arta tentang kedatangan nya dan kata-kata terakhir yang seperti nya tanpa sengaja keluar dari mulut indra kemarin.
Apa yang sebenernya terjadi dengan suami ku, apa yang sedang dia lakukan aneh sekali sikap nya dan siapa 'Bu' yang Indra maksud kemarin.
Pikiran itu lagi-lagi membayangi ku.
" tiing... " Bunyi pesan masuk di ponselku.
Kulihat ada foto mas Arta sedang berada di lapangan tempat dia mengarap proyek nya.
Tapi kiriman foto dari mas Arta itu tak juga membuat hati ku tenang aku masih berfikir 'Ada apa ini ' semua terasa aneh.
Aku mencoba menenangkan diri dan berbelanja di supermarket yang cukup jauh dari Rumah karna tujuan ku juga untuk berjalan-jalan mengalihkan perasaan tidak menentu ku ini.
Beberapa kebutuhan rumah tangga aku beli dan makanan untuk stock pun tak lupa aku masukan dalam keranjang belanja ku.
sepertinya sudah cukup banyak belanjaan ku waktunya aku bergegas pulang, ku masukan semua kantong belanjaan kedalam bagasi mobil .
di tengah perjalanan aku melihat sepasang suami istri berboncengan di atas sepada motornya, ternyata itu Musa dan istri nya
tapi aku tak menyapa mereka karna sedang berada di jalan yang cukup ramai .
"ahh kenapa musti lampu merah sih " gumam ku dalam hati dan menghentikan laju kendaraan ku .
setelah beberapa saat aku pacu lagi mobil ku dengan kecepatan yang cukup tinggi agar aku bisa mengejar Musa dan istrinya tadi , sesal ku kenapa tadi tidak aku hentikan saja sepeda motor Musa dan ku tanyakan kenapa dia tidak ikut mas Arta ke lampung timur.
padahal indra sudah tak ikut mustinya Musa lah yang ikut bersama mas Arta mengerjakan proyek di lampung timur karna selama ini hanya Indra dan Musa anak buah mas Arta dari dulu bahkan jauh sebelum aku menikah dengan Mas Arta.
Bertambahlah satu lagi beban pikiran ku dan semakin membuat ku ragu tentang keberadaan mas Arta atau mungkin mas Arta sedang menipu ku.
sudahlah aku akan mencari tau sendiri dimana keberadaan suamiku kenapa semua anak buah nya tidak ikut dengan nya , dan kenapa banyak hal yang mencurigakan tentang dimana sebenarnya mas Arta saat ini.
ku arahkan laju mobil ku ke komplek perumahan Ria, aku curiga dan memikirkan kata-kata Ria yang melihat mobil suami ku melintas di depan rumah nya kemarin .
Aku berharap sambil menunggu di pinggir jalan gapura perumahan Ria bisa memberi ku sebuah jawaban tentang suamiku.
🍒🍒🍒🍒🍒