Manda's Love

Manda's Love
Lima



“morning.....sasa imut” sapa manda kepada bestai barunya, lalu duduk dengan anteng di bangkunya.


“kebetulan Lo datang. man, gue mau ngomong sesuatu nih, tapi jangan marah ake?” ucap sasa.


“emang mau ngomong apa? Pake janji janji segala”


“janji dulu!”


“okey~, sok ngomong cepet” ucap manda sedikit maksa, maklum dorongan penarasan.


“gue daftarin lo untuk tes jadi tim inti voli buat lomba nanti, gimana? Gue baikan?” jelasnya polos tanpa dosa.


“what!? Beneran?” manda harap sasa Cuma ngeprank. Tapi sayang sasa malah mengangguk berkali-kali tanda bahwa ucapannya tadi sungguhan


“gila, kok lo gak ngomong dulu sa” desah manda kesal.


“eitss, dah janji dah janji, jangan marah ya” ucap sasa dengan lucunya sambil mengibaskan jari telunjuknya, huh untung imut, kalo gak pasti abis mukanya di unyel-unyel manda.


“tapikan sa...”


“sustt..” sasa menempelkan telunjuknya di mulut manda


“man lo itu punya bakat main voli jangan disia-siain, siapa tau lo beruntung kepilih jadi perwakilan sekolah, kan keren man”


Keren?


bisa dijelasin kerennya di mana?


Manda yang greget pun mencubit pipi sasa gemas “maemunah ...gue kan gak mau, ribet, males plus mager, tar gue cancel deh”


“eh jangan! dicoba dulu man siapa tau hoki” sasa tetap kekeh, menurutnya manda punya potensi yang cukup dibidang olahraga, apalagi postur tubuhnya yang gak terlalu pendek dan gak terlalu tinggi, bisa dibilang ideal.


“oke fine, kapan seleksinya?” akhirnya manda mengalah, lumayan buat pengalaman.


Sasa tersenyum senang “ besok” jawab sasa dengan entengnya


Gila!


Sementara di kelas yang lain, tepatnya kelas yang dihuni siswa-siswa yang rada oleng, kevin sedang menceritakan kepada sahabat-sahabatnya tentang taruhannya dengan manda kemarin sambil menertawakan ekspresi konyol manda yang frustasi sekaligus pasrah karena kalah dari taruhan.



“gokil parah lo, si manda kan cewek, ya pasti kalah lah sama lo yang punya tenaga kaya hulk” celoteh aldi mengundang gelak tawa yang lainnya.



“btw dia hebat juga olahraganya, kemaren gue gak sengaja liat kelasnya sedang olahraga voli, beuh jago banget dia mainnya, cantik lagi.” Puji indra.



“yeuu giliran ngomongin yang ada beningnya, lo paling semangat” seru aldi sambil menimpuk indra dengan pulpen.



“kaya otak lu suci aja nyet”



“yeuu, suci banget otak gue mah, tiap hari dicuci pake rinso sampe kinclong”



“gila!” kali ini indra menoyor kepala aldi kesal.



“malah ribut lo pada” aldo menengahi kerandoman mereka, kini aldo membawa mereka kembali pembicaraan awal.



“terus tuh anak mau lo apain hari ini?”



“kita liat aja nanti” jawab kevin dengan senyum tengilnya, tak lupa dengan alisnya yang naik turun menggoda teman-tamannya.



“akhirnya istirahat juga, bosen banget tiga jam habis buat pelajaran b. Indonesia wajib doang” keluh sasa.


“iya ya, yang bagi jam pelajaran gak kira-kira, masa tiga jam pagi diisi pelajaran yang gurunya punya suara penghatar tidur” timpal manda sedikit menggerutu dengan kepala yang direbahkan di kedua tangannya yang dilipat diatas meja.


“sa?”


“hem”


“lo pemalas juga ya, gue kira lo tipe anak ambis hehehe”


“dih, gue juga siswa normal yang suka rebahan kali, mentang-mentang mata gue minus” ucap sasa sewot.


“heheheh bercanda say”


Manda dan sasa keduanya belum ada niatan beranjak dari tempat duduknya sekedar untuk jajan di kantin atau cuci mata dengan melihat cowok ganteng versi masing-masing.


Tiba-tiba suana kelas yang tadinya ribut menjadi hening, sasa yang tadinya tertawa ngakak seketika membungkam mulutnya dan manda tidak menyadari keanehan itu terus melanjutka ceritanya hingga suara ketukan di meja manda menghetikan keseruan manda.


Tuk tuk tuk


Manda mengangkat kepalanya guna melihat siapa yang mengetuk mejanya. Matanya mengerjap bingung melihat kevin berdiri di depannya.


Astaga..lupa! pekik manda dalam hati.


“he he he” cengir manda setelah sadar mengapa kevin ada di kelasnya dan sekarang mereka jadi tontonan teman sekelas manda begitupun sasa yang ikut penasaran dengan kehadiran kevin beserta teman-temannya di kelas mereka.


“hehe, hehe” cibir kevin kesal lantaran sedari awal jam istirahat ia menunggu babu barunya, namun tak terlihat sama sekali di kantin sekolah. Untung sempat menanyakan dimana kelasnya kemarin.


“lo gak lupa kan mulai hari ini lo jadi babu gue?” tanya kevin galak sontak membuat manda menggelengkan kepalanya ribut.


“enggak, enggak..gue gak lupa” tentu saja jawaban manda itu bohong, nyatanya ia benar-benar lupa tenatang kejadian kemarin.


“ck, nih” kevin melemparkan tasnya kearah manda “ikut gue!”


Dengan gelapan manda menangkap tas kevin lalu mengikutinya keluar keluar kelas, sebelum itu ia berbisik kepada sasa, “nanti gue cerita”


Sasa hanya mengangguk sebagai jawaban dibales jempol oleh manda.


Di pojokan kantin sekolah terdapat meja khusus yang dipatenkan sepihak oleh kevin dkk, alasannya tempat itu lebih nyaman buat mojok apalagi bolos kelas. Dan disanalah kevin, aldi, aldo dan indra duduk. Manda? Dia berdiri dengan bingung menunggu perintah apa harus ikut duduk atau tidak.


“bu, pesenin kita jajan sana!” kevin memulai perintahnya sebagai tuan dari babu seminggunya yaitu manda yang terus berdiri tidak ikut dengan mereka.


“nah iya, cepet sono lo, kita kelaperan gara-gara nyusulin lo” timpal aldi, namun manda tetep diam tak berpindah sedikitpun.


Merasa manda tetap diam tidak langsung melakukan apa yang disuruh, kevin menegurnya galak, “ngapain lo masih disini bu..., cepet pesen sana!”


Manda menghela napas kasar, kesabarannya yang setipis tisu sedang diuji oleh setan rawa versinya.


“bos kevin yang gak ada hormatnya sama sekali, gue mesti pesen apa ege? Lo pada gak ngasih tau spesifiknya makanan apa”. Ucap manda sedikit kesal lebih ke pasrah.


“lo bilang aja sama bibi kantin kita-kita yang pesen pesen pasti langsung tau” ucap aldo kalem “apa perlu gue anter?” lanjutnya sekaligus menawarkan bantuan, hal itu membuat manda menatapnya haru dan kevin menatap tak suka akan tatapan bersahabat dari manda kepada aldo, kayanya diantara keempat pria menyebalkan itu, aldo lah yang paling waras bagi manda.


“gak boleh! Diem lo do! Biar si babu yang pesen” larang kevin sewot.


Manda mendengus kesal, dengan berat hati manda pergi memesan jajan untuk tuan seminggunya itu. Lagi-lagi ia menghela nafas dengan kasar melihat betapa sesaknya antrian.


Sial! Apes banget gue kenal ma setan rawa.


Setelah melalui drama desak-desakan akhirnya manda mendapatkan pesanannya, ia cukup kerepotan dibuatnya, tangannya penuh dengan membawa nampan yang terdapat empat porsi batagor plus gorengan.


Untungnya bibi kantin berbaik hati mau membantu manda membawakan empat gelas eh teh manis pesanan tuan seminggunya dan teman-temannya.


“maaf ya, manda ngerepotin bibi” disini manda benar-benar merasa tak enak pada si bibi.


“gapapa neng geulis, bibi mah udah biasa sama pesanan mereka” jawab bibi maklum sekaligus kasihan, manda adalah orang kesekian yang jadi bulan-bulanan kevin sekawan.



***TBC***