
“MANDA!” teriak kevin, dengan langkah lebar dia menghampiri manda.
Manda menulikan telinganya pura-pura tidak dengar teriakan itu. Demi apapun ia merasa Lelah sekali, dan emosinya sedang tidak stabil.
Dengan sekali sentakan kevin menarik lengan manda yang langsung ditepis kasar oleh manda, dan menatap benci kevin. Jelas saja, karenanya ia mendapat musuh tanpa tahu dengan siapa dan apa salahnya.
“Hah..”
Kevin menatap tidak percaya dengan reaksi manda.
“kayanya gue terlalu baik sama lo sampe-sampe lo berani nantang gue”
“baik?” tanya manda sinis, dia tidak menemukan sisi baik kevin dalam ingatannya.
“lo...”
“APA?” sentak manda dengan suara keras, menarik nafas lalu membuangnya pelan.
“vin.., gue sadar waktu itu gue salah udah buat hidung lo cidera, gue minta maaf untuk itu. Tapi apa harus lo permaluin gue?”
Dada manda bergemuruh saat mengucapkan kalimat itu, ia teringat dengan kejadian seharian ini, tidak menemukan kalung berharganya, dibodohi sampai dipermalukan di kelas kevin yang pastinya sekarang sudah jadi buah bibir bagi orang-orang satu sekolahan dan hp-nya.....manda memejamkan matanya mencoba menstabilkan emosinya.
Boleh dikata manda adalah cewek yang cerewet dan galak, tapi gak ada yang tahu dengan hatinya yang mudah baper dan memiliki hati yang lemah. Dia tidak sanggup menghadapi sanksi sosial yang ia sendiri tidak tahu apa salahnya sampai harus dimusuhi orang yang gak pernah dikenalnya.
“gue permaluin lo?” kevin tidak terima dengan tuduhan manda, dari segi perbuatannya yang mana yang buat manda merasa dipermalukan?
“sekolah ini harapan terakhir gue”
tiba-tiba? Ucapan manda itu membungkam mulut kevin. dengan alis berkerut kevin bingung, dia tidak faham dengan maksud ‘harapan terakhir’ yang manda maksud.
“jadi tolong, biarin gue sekolah disini dengan tenang” manda berbalik hendak pergi tapi kevin kembali menarik lengan kanan manda. Kali ini ia mencekalnya kuat.
“maksud lo apa hah?”
“vin jangan kasar sama cewek” aldo yang sejak tadi menjadi pendengar akhirnya buka suara, ia tidak suka sikap Kevin yang kasar apalagi manda seorang wanita.
“diam lo jangan ikut campur!”
“Dengar baik-baik, gue gak peduli dengan maksud ‘harapan terakhir’ yang lo maksud dan gak ada hubungannya sama gue. Tapi lo harus ingat, suka gak suka lo harus nurut sama gue, lo yang kalah taruhan disini. Jadi jangan jilat ludah lo sendiri”
“apa-apaan ini? Entah sejak kapan topan datang, dia melepas paksa cekalan kevin di lengan manda, lalu menarik kakaknya- manda ke belakang punggungnya.
Kevin menatap tidak suka dengan apa yang topan lakukan, “siapa lo? Lo gak usah ikut campur”
“masalahnya masalah gue juga, jadi sah – sah saja gue ikut campur”
“heh~ mau jadi pahlawan ternyata” kevin menatap remeh topan
Topan merangsek ke depan menarik kerah serangan kevin “lo ..”
“Pan!” dengan segera manda memotong ucapan topan, ia sangat hafal dengan watak topan. jika dilanjutkan ia yakin bakal terjadi perkelahian.
“udah biarkan saja, ayo kita pulang” topan melepaskan kerah topan lalu menggandeng manda menuju tempat motornya terparkir.
“cemen” ledek kevin namun tak dihiraukan topan dan manda.
“sial!”
Kevin sangat kesal, ia mentap punggung manda yang pergi dengan motor sport dibonceng oleh topan.
Kevin tidak tahu siapa cowok yang membawa manda pergi, entah itu pacarnya? Atau masih tahap pendekatan, yang jelas kevin merasa marah melihatnya.
Diperjalanan,
“Pan anterin gue ke tempat service hp”
“apa?” topan tidak mendengar jelas apa yang diucapkan manda karena suara manda saling berebut dengan suara kendaraan yang lain.
“anterin gue ke tempat service hp” teriak manda mengulang ucapannya agar di dengar oleh topan.
“kenapa hp lo?” tanya topan
“udah cepet anterin aja dulu tar juga lo tau”
“oke – oke” Motor topan pun melaju menuju tempat langganan mereka jika perlu memperbaiki hp.
Di tempat service manda menunjukan hp nya yang mau diperbaiki, topan kaget melihat keadaan hp manda kakaknya yang rusak parah. Entah apa yang terjadi sampai hp kesayangan kakak itu hancur, retakan sana-sini di body hp. padahal hp itu benar – benar manda jaga selama beberapa tahun kebelakang.
“gimana bang hp nya bisa di pake lagi kan?” tanya manda penuh harap.
“ini sih banyak komponen yang rusak, ini gak bisa selai hari ini, harus dipastikan apa aja yang rusak”
“kak mending beli hp baru, yang lama tetep diperbaikin dan dipakenya saat dirummah aja, buat keperluan di luar baru pake hp baru, biar hp yang ini gak rusak kaya gini lagi” saran topan, manda mengangguk setuju.
Akhirnya mereka membeli hp baru buat manda dan meninggalkan hp lamanya di tukang service untuk diperbaiki, yang diambil hanya SIM Card dan kartu memorinya saja. Setelahnya mereka lanjut pulang .
Topan merasakan tubuh manda yang bergetar di punggungnya, tangannya mencekram stang motornya kuat sampai urat di tangannya terlihat.
Apa cowok tadi yang membuat kakaknya menangis?, Topan menepikan motornya di sebuah mini market
“kenapa berhenti?” tanya manda bingung karena masih jauh dari perumahannya. Namun manda tetap turun dari motor itu.
Topan membawa kakaknya menuju mini market itu lalu menyuruh kakaknya duduk di kursi yang tersedia di depan mini market sebagai sebagai fasilitas toko.
“siapa yang bikin hp lo rusak? Cowok yang tadi?” tanya topan tanpa bertanya kenapa manda menangis tadi saat masih di atas motor.
Manda menggelengkan kepalanya “bukan”
“terus kenapa hp lo bisa rusak begitu? Gue tau kaka bukan orang yang seceroboh itu apalagi bersangkutan dengan hp dan kalung lo”
Manda kembali teringat dengan kalungnya itu, setiba di sekolah tadi pagi dia langsung mencari kalung itu di lapangan tempat dia main basket sama kevin.
Air mata kembali luruh namun manda segera mengelapnya, “gue gak sengaja menjatuhkannya”
“hah... oke terserah” topan tahu manda berbohong, “lo tunggu disini gue beli minum dulu”
“hem”
Saat manda melamun, seseorang menepuk pundaknya.
“maaf dik, bengkel yang dekat dari sini dimana ya?” tanya orang itu.
Manda tertegun melihat sosok yang berdiri di depannya, seorang lelaki yang berperawakan tegap dengan pakaian kasual dan celana bahan hitam.
“kak revan?” gumam manda dengan suara yang gemetar. Manda berdiri dari duduknya.
“tidak, tidak mungkin”
Reaksi dari manda membuat laki-laki itu bingung, ia mencoba mendekat “dek?”
Manda mundur beberapa langkah, tangannya bergetar, tak mau ketinggalan air matanya pun ikut keluar.
“dek kamu kenapa?” lelaki itu mulai panik.
“tidak jangan mendekat!” teriak manda histeris “tidak-tidak mungkin, kak revan sudah meninggal gak mungkin hidup lagi”
Saat menyentuh pundak manda, lelaki itu kembali terkejut dengan sigap menangkap tubuh manda. Manda pingsan.
“**KAKAK**!!”
Hayooo siapa yang belum kasih jempolnya? 🤧
Makasih buat yang masih setia baca cerita receh ini, semoga dapat menghibur kalian 😊