Manda's Love

Manda's Love
Tiga



Keesokan harinya, manda bersukur karena tidak bertemu dengan cowok aneh kemarin menurutnya, dan disinilah manda sedang berlari mengelilingi setengah lapangan dengan teman sekelas lainnya karena sekarang jam pelajaran olah raga. ceritanya lagi pada pemanasan. setengah lapangan lagi? sedang dipakai latihan anak futsal buat turnamen.


Pritt!..


“oke anak-anak sudah cukup pemanasannya, sekarang berkumpul” intruksi pak Toni atau pak toton guru olahraga, setelah sumua berkumpul pak toton mulai mengarahkan materi selanjutnya yaitu pelatihan volly.


“sssttt..man, manda” bisik sasa disela-sela kegiatan mereka “apa?” tanya manda ikut berbisik takut mengganggu yang lain.


“lo kenal sama si kevin?” akhirnya sasa bisa menyampaikan rasa penasarannya yang ia simpan dari kemarin.


“emang kevin siapa?” tanya balik manda membuat sasa heran,


“ih lo kok malah balik nanya sih”.


“lah kan gatau siapa kevin?”


“itu loh yang kemarin sama lo di depan gerbang sekolah, aneh lo, masa ngobrol sama orang tapi gak tau sama siapa, noh yang lagi latihan futsal di samping kelas kita kan?” sasa merasa gemes sendiri dengan manda sambil menunjuk salah seorang pemain yang sedang melakukan Direct Free Kick (tendangan bebas langsung dengan pemain bisa langsung menendang ke arah gawang.)


Manda melihat kearah yang ditunjukkan oleh Sasa “ohh .. hehehe," cengir Manda gak jelas setelah melihat siapa orang yang sedang dibicarakan.


"hmm jadi namanya kevin, kenapa emang lo nanya dia?” jiwa para penggosip mulai timbul.


“ya ampunn gue lupa, kevin itu..”


“ssstttt..gosip aja terussss pantang kata stop” potong joni “nih bola buat kalian, gabung sana sama yang lain”


“ih lo jon, ganggu aja” kesal sasa karena acara gosipnya di ganggu “udah sa, joni bener yuk kita gabung ma yang lain”


“hemm”


Manda dan sasa bergabung dengan yang lain, mereka berlatih volly secara bergilir saling lempar dan memukul bola secara bergantian. Pak Toton terus memerhatikan pergerakan Manda yang sempurna seperti volly emang cocok dengannya sampai tak terasa waktu olahraga sudah habis. Pak Toton pun langsung menghentikan kegiatan mereka dan menyuruh untuk beristirahat yang memang sudah waktunya untuk istiraha.


Manda dan yang lainnya duduk di pinggir lapangan, menjulurkan kaki mereka agar otot-ototnya tidak tegang. puk! Ada sebuah bola futsal nyasar menggelinding mengenai kakinya.


“sa ada bola nih” seru Manda senang.


“terus?” tanya sasa sambil membenarkan kaca mata yang ia kenakan.


“ya mau gue tendang lah” timpal manda.


“lah ngapain lo tendang, tar ada yang mo ngambil bolanya gimana?” alis sasa mengkerut. “lagian tar kena orang, mending kagak usah jangan aneh aneh deh” lanjutnya.


“ya gak bakal kena orang lah, penasaran banget pen nendang bola, biar tau kenapa cowok suka sepak bola” ucap manda.


“ck, kaya gak pernah nendang bola aja”


“emang” saut manda dan Duk! Dengan kersas Manda menendang bola itu tanpa arah.


“arrrgh SIALANN! Siapa yang nendang nih bola, HAH?” tanya kevin berteriak dengan marah sambil menatap kerumunan teman sekelas manda, ia berjalan menghampiri mereka dengan hidungnya yang nyut-nyutan terasa ngilu.


“ulah siapa ini?” sekali lagi kevin bertanya, spontan teman sekelas manda mundur teratur menyisakan manda seorang diri.


“lo orangnya?” alis Kevin terangkat sebelah melihat Manda, 'lah cewek sialan yang kemarin nj*r'


“i,iya kenapa?” manda mengangkat dagunya tinggi menyembunyikan rasa gugupnya.


“emang ya lo tuh cewek pembawa sial, dimanapun lo ada disitu pasti banyak kesialan” ucap kevin sinis.


“apa lo bilang? Cewek pembawa sial?!” suara manda meninggi, rasa gugup sekaligus takut menguap begitu saja digantikan dengan rasa kesal. ia benar-benar sensitif mendengar kata sial


“emang iya kan? Kenapa Mau protes lo?”


Manda mengepalkan tangannya guna menekan kekesalannya “ cih nyebelin banget sih jadi orang, padahal tadinya gue mau minta maaf, kayanya gak perlu deh orang kek lo memang pantas ko kena kesialan”


“man lo gimana sih, minta maaf cepetaaan” bisik sasa yang sudah ketakutan sejak tadi


Manda melotot mendengar bisikan sasa.


“mending lo diem deh sa, lo tenang aja gak usah takut” manda meyakinkan, tapi bagi sasa itu malah memperburuk.


“udah berundingnya, udah hm?” sela kevin sinis.


“udah! Kenapa mau lanjut? ” tantang manda.


“ck, kalo bukan cewek udah gue gibeng lo”


Manda yang hendak meladeninya terkesiap meliat darah mengucur dari hidung kevin, perasaan bersalah mulai merayap di hatinya “v,vin anu i-itu.. “ alis kevin mengkerut meliat ekspresi lawannya aneh.


“hindung lo berdarah!” pekik sasa sambil menunjuk hidung kevin. Lantas kevin mengusap hidungnya dan mendapati darah di tangannya. Kevin menggeram rasa ngilu di hidungnya yang sempat ia lupakan tadi, kevin menggeram.


“awas lo!” kevinpun pergi meninggalkan manda dan yang lainnya.


“lo sih” ucap sasa sambil berlalu menuju kelas.


***


Cut!!!


sampe sini aja ya...


and saya cuma mau kasih tau klo di lapak ini kalian boleh ngomen sepuas hati kalian, mau seperti apapun itu komenannya pasti bakalan saya baca, mau ngehujat pun boleh it's free for you all my dear readers.


jujur saja saya merasa berterimakasih pada kalian yang mengkritik cerita saya sedemikian rupa, itu tandanya saya harus memperbaiki dan tidak membiarkannya begitu saja.


#Srihartt