Manda's Love

Manda's Love
satu



sreeek...


sinar mentari pagi menerobos masuk kedalam kamar menyilaukan mata, pohon pohon bergoyang diterpa angin yang menyejukkan, disusul suara kicauan burung yang saling bersahutan, sungguh pagi yang indah untuk mengawali hidup yang baru. setelah menyiapkan kebutuhannya Manda segera turun untuk sarapan bersama.


kini Manda sedang sarapan bersama ibu dan adiknya, ayah? jangan bertanya tentang ayahnya, pertanyaan itu sangat sensitif. ok?


suara lembut dari seorang wanita paruh baya memecahkan keheningan "Manda ingat ya sayang, kamu harus memberikan kesan yang bagus di hari pertama kamu masuk sekolah di sekolah barumu". sementara yang diajak bicara hanya menganggukkan kepalanya sambil mengunyah sarapannya.


"kayanya gak mungkin deh mah, kakakkan selalu bikin masalah".


"heh..ngaca dong ngaca, nggak sadar apa siapa yang suka bolak-balik dipanggil sama guru BK"


"Manda..topan .." tegur sang mama, mengingatkan mereka kalau Sekarang masih di meja makan, artinya dilarang berbicara ketika sedang makan.


"tapi mah...mhpp" ucapan Manda terpotong oleh sepotong roti yang dijejalkan oleh mamanya. topan cekikikan melihatnya.


"udah, kalian jangan ribut, selesaikan sarapan kalian lalu langsung berangkat sekolah"


"iya ma.." sahut Manda dan topan bersamaan.


***


Manda berjalan tergesa-gesa mencari kelasnya 'ck, gara-gara macet gue jadi telat kan, gimana nihhh..' gumam Manda dalam hati.


Bugh! '****** guee'


tanpa Manda sadari ia menubruk seseorang hingga ia tersungkur dengan ****** mencium mesra lantai koridor sekolah disusul dengan suara kerincing uang receh yang teh milik siapa bergelinding ikut terjatuh.


mengusap p**ta* nya sebentar berharap mengurangi rasa ngilu, lalu berucap "so, sorry sorry, gue buru-buru" Manda hendak pergi meninggalkan orang tersebut, namun tangannya dicengkeram oleh si korban.


"sorry Lo bilang? enak banget abis nubruk kek banteng langsung cabut" damprat si korban yang ternyata seorang cowok.


"i,iya, kan gue tadi bilang maaf, so,ry! gue buru-buru bener nih, kalo mo minta ganti rugi nanti aja, oke? gua udah telat nih". Manda merasa greget sekaligus sebal kepada cowok itu, dasar sialnya gak bisa pilih-pilih waktu apa.


"eh banteng, Lo gak tau siapa gue?" tanya si cowok dengan sombongnya.


alis Manda saling bertautan lah apa hubungannya Sueb "ya Gak tau lah, emang wajib gitu hukumnya gue tau siapa elo? ada di soal ujian? kagak kan? dah ah minggir-minggir gue manusia sibuk lagi buru-buru" Manda mendorong si korban adat tak menghalangi jalannya sekaligus ia kasih bonus dengan menginjak kakinya agar mudah kabur.


"auw, s*al*n tuh cewek" rintih si cowok merasa sakit di kakinya "nj*r, dia gak tau siapa gue? cowok paling tampan sesekolah ini? liat aja, nyesel Lo berurusan sama gue".


sementara Manda yang sudah sampai di depan dengan ragu membuka pintu kelas.


cklek "permisi Bu"


semua mata tertuju padanya "kenapa kamu telat?" Bu guru langsung mengintrogasi nya, lalu matanya menyipit ketika sadar kalo murid yang baru masuk adalah murid baru nya "ah iya, kamu murid baru itu kan?" sini masuk lalu perkenalkan dirimu dulu" ucapnya ramah.


Dengan sedikit grogi Manda masuk kelas lalu mulai memperkenalkan dirinya. "perkenalkan nama saya Raisya Manda Tavari, biasa dipanggil Manda, pindahan dari SMA Bakti Nusa"


awalnya semua murid biasa saja namun setelah mendengar kata 'Bakti Nusa' semuanya langsung gaduh. ada yang salah?


hey bung siapa yang gak tau sekolah bakti Nusa yang terkenal sebagai sekolah elit, murid pintar-pintar, lah ni anak ngapain pindah kesini, sekolah negeri yang isinya otak rata-rata bahkan gak sedikit yang dibawah rata-rata, yang otaknya encer kehitung jari. Hinga bisik bisik mulai terdengar.


*pantes aja pakaiannya rapi, licin kek cilok


nj*ng ambigu wkwkwk


bolos maksudnya hehehe


sekarang kek anak alim ntar juga bar bar*


"sudah-sudah Manda kamu boleh duduk di bangku kosong sebelah Sasa" ucap Bu guru menghentikan kegaduhan sambil menunjuk bangku kosong samping seorang siswi yang bernama Sasa itu "baik Bu"


"ibu harap kalian bisa berteman dengan baik"


"yeahh.." balas murid-murid asal


***


Kevin memasuki kelasnya pelan-pelan agaar tak menimbulkan suara dan untungnya pak Hasan guru killer sekaligus wali kelasnya sedang menulis angka-angka di papan tulis sehingga otomatis sedang membelakangi dirinya. ia segera menuju tempat duduknya di pojokan belakang.


"stt.." Kevin mengisyaratkan pada teman-temannya yang hendak memanggil agar diam.


hampir saja pan**atnya menyentuh kursi, tiba-tiba ia dikagetkan oleh suara yang menggelegar "KEVIN! telat lagi kamu?"


Kevin berjengit kaget, saking kagetnya ia langsung berdiri tegak "i,iya pak ada apa?" seketika pecahlah tawa teman sekelasnya yang sedari tadi ditahan oleh mereka.


"Kevin, bapak gak habis pikir sama kamu, selalu saja telat Dimata pelajaran saya, kalau tidak telat pasti bolos, kamu itu tidak suka pelajaran saya atau saya?" tanya pak Hasan sekaligus menyindir.


"dua-duanya pak" jawab Kevin santai so polos, gelak tawa kembali terdengar termasuk Aldi dan Indra yang paling keras.


"murid luknut" ucap Indra disisa tawanya.


"diam semua!" seketika kembali hening meski masih ada beberapa yang cekikikan, siapa lagi kalo bukan Aldi dan Indra. "dan kamu Kevin, keluar dari kelas selama jam pelajaran saya berlangsung" daripada darah tinggi mending diusir.


"Yah pak, ko di usir pak? kan mau belajar, gak baik lohh mengusir murid yang lagi cari ilmu" sergah Kevin pura-pura memasang tak terima padahal di hatinya bersorak senang.


wajah pak Hasan memerah menahan kesal " KELUAR!" bentaknya


"i,iya pak, nih saya mau keluar, da~dah, don't Miss Miss me" teman sekelasnya yang sejak tadi menahan tawanya langsung meledak melihat wajah Kevin yang dikemayukan sambil melambaikan tangan.


pak Hasan melihat nya hanya bisa beristighfar ngelus dada.


"amit-amit, amit-amit"


***


**kon'nichiwa min'na ✋


sampai sini gimana? gaje ya...


maapkeun yang nulis masih bocah.


like, komen, vote kalo boleh and next**...