Manda's Love

Manda's Love
Dua



akhirnya bel tanda akhir pelajaran sekolah berbunyi, para murid berhamburan keluar kelas setelah bergelut dengan materi-materi pelajaran yang menguras otak.


Di gerbang sekolah kevin dan teman-temannya stand by nungguin manda muncul “s*al*n tuh cewek gak nongol nongol, dia sendiri yang bilang pas istirahat, eh ampe sekarang batang idungnya blom keliatan, sue kan jadinya” kevin benar benar kesal hari ini, ia gak kaya biasanya nungguin cewek kaya orang b*g* bahkan sekarang kesalnya semakin bertambah karena yang di tunggu belum ada tuh cewek harus di beri pelajaran pikirnya.


“udah deh vin, tuh cewek kalo keliatan jangan diberi ampun ntar ngelunjak” ucap indra


“eh vin, orang-orang dah pada gak ada, yang mana sih tuh cewek? Udah pulang kali” suara indra menghentikan kelakuan aneh kedua temannya.


“masa sih? Nahh, tuh dia ceweknya” dengan serempak aldi dan indra melihat kearah cewek yang ditunjuk oleh kevin.


***


“man gue duluan ya, jemputan gue dah dateng tuh, gapapakan?” pamit sasa pada manda, “ya sudah sana, gapapa gue mah, nih masih beresin buku” jawab manda


“oke deh, da-dah”


Akhirnya selesai juga gumam manda dalam hati, sekolah sudah mulai sepi tapi manda baru keluar kelas, dengan santai ia berjalan melewati koridor sekolah sambil lihat-lihat, ia baru sadar kalau dia belum melihat-lihat sekolah barunya itung-itung nunggu jemputan, setelah puas baru ia akan pulang.


Ketika mau melewati gerbang sekolah, tiba-tiba sosok cowok yang tadi pagi ia tabrak menghadang


“eitss, jangan kabur lo!”


“paan sih, emang siapa yang mau kabur, kabur dari siapa?” jawab manda jutek.


“wah pura-pura amnesia nih cewek” sela indra


“lo gak usah sok purgo deh, mana? Bayar kerugian gue sekarang!” kata kevin dengan sinis, alis manda mengkerut lucu.


“ah gue ingat!” kata manda tiba-tiba lalu melihat Kevin dari atas sampai bawah “eh, diliat dari manapun lo tuh baik-baik aja, lagian kapan gue janji ama lo” manda mengelak kalau ia menjanjikan sesuatu.


“janji gak janji lo tetep harus bayar kerugian”


“enak aja, gak mau gue, lagian gue udah bilang sory kalo lo lupa dan Lo juga sehat wal Afiat gak ada lecet-lecetnya”


Suara klakson mobil menghentikan mulut kevin saat akan menimpali ucapan manda, yes! selamat.. Batin manda. Tanpa kata manda langsung menghampiri mobil jemputan nya meninggalkan kevin dan teman-temannya yang belom siap dengan pergerakan manda yang tiba-tiba.


“heh, mau kemana lo?” teriak indra “gila tuh cewek, siapa sih dia?”


“tenang dra, masih ada hari esok”seringai kevin.


***


“kak, lo ngapain sih di gerbang sana? Lama banget” gerutu topan, manda hanya diam tak menanggapi menatap lurus ke depan mobil yang mulai bergerak.


“kak, tuli ya, atau jangan-jangan...” topan menghentikan kata-katanya dan tersenyum jahil.


“jangan-jangan apa heh?” tanya manda ketus mulai terpancing dengan ucapan topan.


“jangan-jangan kakak punya gebetan baru, ck ck padahal baru empat bulan di tinggal kak revan udah punya yang baru” suasana dalam mobil yang tadinya biasa-biasa saja berubah jadi suram, niatnya ingin bercanda, namun perubahan aura disekitarnya membuat topan sadar kalau perkataannya sudah di luar batas.


“topa!” peringat mama agak membentak, menyadari kesalahannya topan mulai meringsut di kursinya gak nyaman. “kak..” cicitnya “maaf ka, keceplosan”.


"hmm udah santuy aja" jawab manda kentara sekali kalau ia memaksakan tersenyum.


Sesampainya di rumah tanpa kata manda langsung ke kamarnya, sejak mendengar perkataan topan di mobil suasana hati manda jadi buruk, sangat buruk. Sekuat tenaga dari tadi ia menahan air matanya. Lalu ia menumpahkan semua air matanya di dalam kamar dengan menenggelamkan wajahnya di bantal agar meredam suara tangisnya.


“revan..maaf...” lirihnya disela isakan tangis.


CUT!


🌾🌾🌾


jangan lupa untuk jejaknya guysss, komen, like and vote. kalo bisa kasih tipnya ya....