Manda's Love

Manda's Love
Tiga Belas



Hari senin adalah hari paling dibenci oleh semua pelajar bahkan bagi pencari cuan pun demikian, di hari senin kita tidak bisa berleha-leha, di hari senin tidak bisa bangun siang dan di hari senin mau tak mau harus mengikuti upacara bendera atau sering disebut apel pagi yang membosankan dan panas.


Seperti pagi senin ini semua murid dan guru SMAN Impres sedang berpanas-panas ria di lapangan.


Namun, ada sebagian siswa yang terjebak di luar gerbang masuk sekolah, mereka berbaris tidak diperbolehkan masuk.


Kenapa?


Tentu saja karena mereka telat untuk mengikuti kegiatan rutin setiap senin pagi. Dan diantara mereka yang terlambat itu ada manda dan kevin yang sama-sama telat juga.


mereka yang telat hanya mengeluh, menggerutu sambil diawasi oleh OSIS yang bertugas sampai guru BK (Bagian Kedisiplinan) datang memberi hukuman.


Selain mengawasi siswa yang terlambat OSIS juga bertugas untuk mengecek area sekolah takutnya ada yang kabur membolos atau ada juga yang mencari jalan pintas untuk masuk ke area sekolah, contohnya memanjat tembok belakang sekolah.


 “man, kita harus bicara” kevin yang melihat manda langsung menghampirinya, ia merasa banyak hal yang perlu diomongin dengan manda tentang tuduhannya kemarin lusa.


Manda cuek saja tidak memperdulikan kevin, seolah-olah kevin adalah makhluk tak kasat mata. manda merasa Kepalanya cukup pusing dan dia tidak mau membuat kepalanya semakin pusing karena meladeni kevin.


Perlu dicatat, kejadian hari sabtu kemarin benar-benar membuat manda marah dan sampai sekarang ia masih kesal, melihat muka kevin saja bawaanya manda ingin menjambak rambut kevin sampai botak.


Kevin menggeram, tidak terima dengan sikap manda yang mengacuhkannya.


“Man…”


“waduh banyak juga yang telat ini, kenapa bisa pada telat?”


Sontak para OSIS yang bertugas langsung menyalami guru BK, kedatangan guru BK tandanya upacara sudah selesai dan sekarang waktunya menentukan hukuman bagi siswa yang terlambat.


Sedangkan yang siswa yang terlambat langsung menundukkan kepala mereka karena takut, kecuali kevin. Wajahnya justru terlihat kesal karena ucapannya terpotong.


Guru BK menggelengkan kepala melihat langganannya adanya.


“kevin..kevinn.. kamu lagi, kamu lagi, bosen bapak liat wajah kamu”


“yang lainnya kenapa kalian telat?”tanya guru BK dengan tegas, ia merasa kecolongan karena banyak muridnya yang telat pagi ini.


Yang ditanya hanya menundukkan kepala mereka tidak berani menjawab.


“dan kamu murid baru siapa Namanya?”


“s-saya pak?” tanya manda sambil menunjuk dirinya sendiri.


“iya kamu siapa lagi”


“ma-manda pak”


“baik manda, kamu itu belum lama sekolah disini, tapi kamu sudah berani datang terlambat, yang artinya kamu melanggar peraturan sekolah”


“maaf pak” ucap manda lirih, ia menyesal sekaligus malu secara bersamaan.


“mungkin ini efek karena kamu sering bergaul dengan anak badung model yang satu ini”


guru BK menunjuk kevin secara terang – terangan, sesekolahan tahu kalau manda sering terlibat dengan geng kevin belakangan ini.


“lah kenapa jadi saya pak?” protes kevin tidak terima.


Mengabaikan protesan kevin, guru BK kembali melanjutkan ucapannya, “memang benar berteman itu tidak boleh pilih-pilih, tapi jika membawa pengaruh buruk kepada kita harus dihindari, paham?”


“i-iya pak, paham” jawab manda


“yang lainnya paham?”


“paham...”


“baik, karena kalian sudah terlambat, hukuman untu kalian adalah membersihkan area sekolah, dan untuk tempat-tempat nya akan dibagikan perorangan”.



Manda dan kevin mendapata tugas membersihkan toilet di lantai satu, manda bagian toilet wanita dan kevin sebelahnya di bagian toilet pria.



Kevin mengikuti manda masuk kedalam toilet wanita.



“ngapain lo ngikutin gue?” manda menatap kevin nyalang, ‘mau apa lagi dia?’



*Brak*!



Manda terlonjak kaget, Kevin memojokkan manda ke tembok, manda pun beringsut takut namun mencoba menutupinya.



“lo bener-bener nantangin gue” posisi keduanya kini tidak menguntungkan bagi manda yang terpojokkan.



“padahal gue udah berusaha baik sama lo, tapi lo? Hah.... bisa gila gue” sejak kemarin kevin memikirkan perseteruan mereka kemarin lusa, memikirkan siapa pria yang datang menjemput manda dan kesal karena manda tidak membalas semua chatt darinya.



kevin mencengkram pundak manda kuat membuat manda meringis kesakitan. “denger! Mulai sekarang jangan pernah berpikir bakal lepas dari gue, gue pastiin lo gak bakal tenang sekolah disini,”



manda bergetar melihat sorot mata kevin yang tajam ada kilatan amarah di dalamnya, berbeda dengan biasa yang manda lihat seminggu kebelakang, sedikit kasar kevin melepaskan cengkeramannya.



“bersihin sekalian toilet samping, yang bersih gue, tunggu di luar”



Tubuh manda terasa lema setelah punggung kevin menghilang dibalik pintu, tangannya masih terasa bergetar, entah kenapa melihat ekspresi kevin manda benar – benar merasa takut.



Apa ini sifat kevin yang sebenarnya?




“anemia sialan, seharusnya gue gak usah masuk aja tadi” gumam manda menyesal tidak menuruti usulan mamahnya untuk beristirahat sehari lag. Derita punya Riwayat darah rendah, dikit – dikit pusing. lain kali gak akan sok rajin maksain masuk sekolah.



Sedangkan diluar toilet, kevin merutuk dirinya yang tidak bisa mengendalikan dirinya. Selama ini tidak pernah ada yang berani membantah, menolak atau melawannya. Jadi ketika manda melawannya ia tidak bisa mengendalikan emosinya. Manda mengabaikannya saja membuat emosinya meluap-luap apalagi ketika melihatnya dengan lelaki lain.



“sial” sepertinya kevin benar – benar menyukai manda, hanya saja tidak tahu bagaimana harus mengekspresikannya.



*Ceklek*!



Tidak sampai sejam, manda sudah selesai membersihkan toilet plus bagian kevin di bagian toilet pria.



“beres?”



“hem” manda tidak berani menatap kevin.



Merasa sudah selesai mengerjakan hukumannya manda langsung menuju kelasnya, sebentar lagi kelas dimulai.



Karena pusing jalan manda menjadi agak sempoyongan dan pandangannya agak buram, berkali – kali manda mengeluh dalam hatinya.



Melihat pergerakan manda yang sempoyongan, kevin merasa aneh.



“man lo gapapa kan?”



Kevin menarik lengan manda hingga manda menghadapnya.



“vin,, please” kepala manda semakin berdenyut pusing.



Tanpa diduga kevin menempelkan tangannya di dahi manda.



“’lo sakit? Kita ke UKS sekarang”



apa yang dilakukan Kevin cukup membuat Manda gugup.



“gak, gue gak sakit, mau ke kelas” manda Kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas membuat kevin menghela nafasnya,



‘*batu ni bocah*’



Karena khawatir kevin membuntuti manda samapai ke kelasnya, manda pun menyadari hal itu tapi tetap diam, dia tidak mau memancing lagi amarah kevin yang tidak stabil menurutnya.



Setelah memastikan manda baik – baik saja, baru kevin cabut menuju kantin berniat membolos. Perutnya sudah keroncongan sejak tadi, baginya urusan perut lebih utama daripada masuk kelas.



Manda bersyukur ternyata pembelajarannya belum dimulai dan kabar baiknya gurunya sedang halangan jadi dua jam ke depan kosong sampai jam istirahat, jadi dia tidak perlu mendapat teguran apalagi sampai harus dihukum untuk kedua kalinya di hari yang sama. Denyutan di kepalanya juga sudah tidak terlalu sakit.


“manda, sini cepet!” panggil sasa melambaikan tangannya agar manda segera menghampirinya, disana sasa sedang berkumpul dengan siswi lainnya.


Suasana kelas memang tidak kondusip menjadi beberapa kelompok, ada yang cewek sibuk berkumpul ada yang lagi make up-an, ada yang sibuk berkumpul ngebasah sana – sini. Sedangkan cowok mojok paling belakan pada main game, sisanya entah pada kemana.


“bentar” manda menghampiri tempat duduknya lalu mengambil botol minum miliknya. Dia Menenggak air dalam botol itu sampai habis setengahnya. Ya, sebelum menjalankan hukuman, manda sempat menitipkan tasnya ke indah teman sekelasnya yang kebetulan lewat.


‘ah.. lega’ ternyata dari tadi dia menahan rasa haus.


“rakus amat minumnya kek lagi di gurun sahara” ledek reza ketua kelasnya.


“heem haus nih abis kena hukuman”


“wkwkwk sini kumpulin tugas minggu kemaren, jangan bilang lupa”


“ngak lah, nih tugas gue” manda pun menyerahkan tugasnya, lalu menghampiri sasa dan yang lainnya.


“ada apa nih?” tanya manda.


“sa, lo gapapa kan?” tanya sasa.


“maksud lo?” manda bingung dengan pertanyaan dari sasa, orang dia baik-baik saja.


“….” Sasa menceritakan kalau salah satu dari teman sekelasnya melihat apa yang menimpa manda sabtu kemarin, dan dari ceritanya lah manda tahu siapa yang merundungnya kemarin.


‘Evelyn’