Manda's Love

Manda's Love
Prolog



“iya mah, manda udah beli barangnya ko” ucap seorang gadis, tangannya terlihat penuh dengan paper bag belanjaannya. Karena lapar ia memutuskan menuju food area untuk mengisi perutnya terlebih dahulu sebelum pulang.


Namu terpaksa manda harus menghentikan langkahnya tatkala matanya melihat sesuatu yang menyakitkan. Di Sana, tepat didepan matanya ia melihat orang yang paling ia kasihi tengah berpelukan dengan wanita lain.


Tidak man lo jangan nethink dulu, siapa tau perempuan itu saudaranya batinnya, tapi ia kembali meringis mengingat kekasihnya anak tunggal.


No mandaa please jangan mikir yang aneh-aneh bisa saja dia teman lamanya lagi-lagi manda mencoba menghilangkan prasangka buruknya. Lalu manda memutuskan untuk mendekati mereka, tetap saja ia merasa penasaran.


Samar-samar ia mendengar percakapan mereka


“revan aku kangen banget sama kamu, kamu kenapa akhir-akhir ini susah dihubungi sih” manjanya dengan tiba-tiba memeluk revan mesra.


Revan yang kaget mencoba melepaskan pelukan wanita itu “apa-apaan sih lo?! Inikan tempat umum” ucap revan yang merasa risih dengan kelakuannya.


“ih kok kamu gitu sihh...” cemberutnya sambil memasang wajah imutnya “kitakan udah lama gak ketemu, kamunya juga gak pernah datang ke apartemen mana susah dihubungi lagi” wanita itu kembali memeluk revan erat, Ia benar-benar rindu revan setalah seminggu lebih tak bertemu.


“ah...jangan-jangan kamu beneran suka sama bocah itu?” tudingnya “kamu jahat revan, bukannya kamu bilang Cuma nganggap dia sebagai adik” wanita itu terus bicara tanpa memberi kesempatan buat revan berbicara.


Manda memejamkan matanya menghalau air matanya agar tidak jatuh, 'liar' umpatnya dalam hati. Ia melanjutkan langkahnya melewati mereka begitu saja.


Revan yang menyadari kehadiran manda terkejut bukan main, ia bertanya-tanya apakah manda mendengarkan percakapan mereka? Dengan sekali sentak ia melepaskan pelukan wanita itu.


“dengar! Dari dulu hubungan kita sudah berakhir, sadarlah!” sentaknya keras “gue cinta sama manda? Ya , gue cinta, banget malah dan kita udah tunangan sejak lam. So please jangan ganggu gue lagi” revan meninggalkannya, pergi mengejar manda berharap tunangannya itu belum terlalu jauh.


“MAN...MANDA...TUNGGU!” revan berteriak ketika matanya berhasil melihat keberadaan manda.


Menyadari revan mengejarnya, manda mempercepat jalannya bahkan hampir berlari. Namun revan berhasil menjajarinya dan mencengkram lengan manda.


“udahlah kak, gak usah dijelasin kuping gue masih normal” dengan gemetar ia melepas cincin di jari manisnya “nih kak gue balikin, gue gak pantas jadi tunangan buat lo yang sudah dewasa sedangkan gue Cuma bocah SMA yang kekanakan beda dengan cewek tadi”.


Revan tertegun dengan apa yang dikatakan manda, ia tidak menyangka perbuatan bejatnya akan berakhir seperti ini, andai saja ia tidak pernah tergoda, andai saja main-main dengan wanita lain ketika ia sedang terikat dengan wanita lainnya yaitu manda terlebih ia mencintainya sangat. Tidak, sekarang bukan waktunya berandai-andai.


“sayangg, denger dulu ya, aku belum jelasin apapun, kamu jangan salah...” lagi-lagi ucapannya ter potong.


“udah ya ka” setelah itu manda berlari sekencang mungkin dengan lelehan air mata di pipinya. ia terus berlari sampai menyebrang jalan menuju halte bus sebrang mall, manda tidak diijinkan memakai kendaraan pribadi, motor sekalipun.


“jangan lari man! Aku gak mau pertunangan kita batal, aku cinta kamu man!” teriak revan sambil berusaha mengejar manda. ****! Umpatnya ia lupa kalau manda seorang atlit pantas saja jika larinya kencang.


Ketika revan lari menyebrangi jalan tidak menyadari ada sebuah mobil melaju kencang siap menerkam nyawanya, padahal lampu lalu lintas berwarna merah menandakan berhenti buat pengendara kendaran. Dan...


Braakk!


Tubuh revan terpelanting mengenaskan. Manda yang melihatnya berteriak kesetanan


“REVAAANN!"


CUT!🎬


kon'nichiwa, min'na


jangan lupa tinggalkan jejaknya yaa, follow, like, kalo bisa boleh dong hadiahnya🌝


see you😚