Manda's Love

Manda's Love
Sepuluh



Keluar dari kelasnya kevin, manda terus menggerutu tidak jelas sepanjang jalan, ia berencana menghampiri sasa di tempat dia sedang ekskul untuk menggibahi kejadian tadi, sebelum ia pulang karena ekskul voli selesai lebih cepat dari ekskul yang lain. Btw, sasa mengikuti ekskul tata boga.


“gila, gila, dasar cowok edan! Seneng banget ngerjain orang, gua sumpahin lo jatuh masuk got” sumpah serapah terus keluar dari bibir tipis manda. Gak kebayang betapa malu dan kesalnya dia.


Drrt..drrt…


Getaran hp di saku celana olahraganya menghentikan gerutuan unfaedah manda.


‘siapa sih?’


Bruk! Prakk!


Ketika hendak merogoh sakunya untuk mengambil hp-nya, manda jadi tidak fokus ke depan sehingga ia tidak sengaja menabrak seorang siswi.


Karena kurang siap dan cekatan hp manda juga jadi korban, hp-nya terpental dan menubruk lantai dengan keras.


Yahhh….. hp gue ucap manda dalam hati, miris melihat Nasib hp-nya yang kemungkinan pecah parah.


“maaf ya, gue gak sengaja” ucap manda meminta maaf kepada siswi yang ia tabrak dengan penuh sesal, ia sadar ia salah karena tidak memperhatikan jalan dan sepertinya siswi itu anak kelas IPS.


Setelah mengucapkan maaf manda hendak mengambil hp-nya, namun malah didorong oleh orang yang ia tabrak.


“elo Berani banget nabrak gue hah! Liat, baju mahal gue jadi kusut” sentak siswi itu menyeprot manda dengan marah. Hal itu cukup menarik perhatian siswa-siswi disana.


“hah?” manda menatap tak percaya pada orang di depannya itu.


Hahh gilaaa songong banget, satu lagi orang gak waras, keluh manda dalam hati gak berani menyuarakannya, memang benar dia salah apa perlu harus mendorong juga? hahhh lebih baik ia mengalah biar cepat selesai, ia males berantem yang bisa menarik perhatian orang-orang sekolahan.


“sorry, sorry, gue bener gak sengaja” manda kembali mau mengambil hp-nya.


“gak sengaja?” orang itu dengan sengaja menginjak, ditekannya keras-keras hp manda yang belum sempat diambilnya.


“upss sorry, kayanya hp butut lo udah gak guna lagi deh”


Prak! dengan entengnya orang itu menendang hp-manda seolah-olah hp itu adalah bola sepak.


Mata manda melotot melihatnya “apa apaan maksud lo hah?” teriak manda marah. Ia hendak menerjang wanita sinting itu tapi malah ditahan oleh dua siswi yang sepertinya teman-temannya.


“lepas!, cih, cupu lo pada main keroyokan” manda berontak tidak terima, matanya menatap tajam wanita di depannya.


Sementara wanita itu terkekeh merendahkan manda, ia menatap penampilan manda dari bawah ke atas, merendahkan manda secara terang-terangan.


“hemm nothing special”


Wanita itu berbisik di depan wajah manda, “lo tau salah lo apa?” dia mundur selangkah,


“lo jangan so kecentilan kalo mau tenang sekolah disini! Gue peringatin, lo jauhin kevin!” ucap Wanita itu sambil menoyor jidat manda berkali-kali tak peduli dengan tatapan tajam manda menahan amarah, tangannya mengepal erat.


“kalo lo sadar diri, harusnya sih lo ngerti sama apa yang gue omongin, yuk cabut” setelah mengatakan serentetan kalimat itu, kedua temannya melepaskan manda.


“cantikan juga gue” guman Wanita itu merendahkan manda lalu pergi meninggalkan manda dengan diikuti kedua temannya.


Sedangkan manda menatap punggung ketiga Wanita itu dengan amarah yang bergemuruh di dadanya.


‘jauhi kevin? hahhh’


Manda benar-benar gak habis pikir, ia merasa berhubungan dengan kevin bukan lah hal yang baik baginya.


Baru beberapa hari menjadi siswi baru di sekolah ini sudah mempunyai daftar musuh. ingin mengamuk tapi ia tidak seberani itu, yang ada manda akan menjadi buah bibir seluruh anak sekolahan. membayangkannya saja manda merasa sesak, ia tidak ingin merasakan Kembali masa-masa itu.


Manda mengambil hp-nya yang sudah pasti rusak parah, layarnya pecah dan keadaanya mati total, mata manda berkaca-kaca melihat Nasib hp-nya itu.


Memang hp-nya bukan hp keluaran terbaru justru type yang sudah jarang dipakai.


Bukan karena lebay atau apa, tapi hp itu sangat penting baginya.


Bukan juga karena tidak mampu membeli yang baru lagi, tapi hp itu adalah hadiah terakhir dari ayahnya sebelum kejadian naas itu menimpa keluarganya.


Menengadahkan kepala agar air matanya tidak jatuh, manda segera pergi dari tempatnya berdiri itu, ia tidak mau menarik perhatian lebih jika sampai menangis di tempat kerumunan.


Pulang adalah pilihannya saat itu, lagian jam ekskulnya sudah selesai sejak berakhirnya tes tim inti voly.


Sasa? Mungkin ia akan memberikan penjelasannya mengapa ia tidak jadi menghampiri sasa di tempat ekskulnya nanti senin pekan depan sekalian bertanya barangkali sasa tahu siapa orang yang memusuhinya tadi.


Akhhh!!!



Di depan gerbang sekolah manda berteriak kencang membuat orang-orang melihat kearahnya. Tak peduli dengan sekitarnya Manda jongkok sambil mengacak rambutnya frustasi.



‘*gue bener-bener sial hari ini*’



Setelah membuat keputusan untuk pulang, manda sungguh-sungguh dengan keputusannya itu. Namun, manda lupa jika hp miliknya rusak total gak bisa digunakan, yang artinya dia tidak bisa memesan jasa ojol dan dia juga tidak berani naik angkot (angkutan umum), lagian kalaupun naik angkot manda tidak punya uang cash.



Emang ada angkot yang bayarnya pake e-wallet dan Qris?



Pada akhirnya manda duduk di bangku pos satpan menunggu topan datang menjemputnya sekitar satujam lagi sesuai dengan ucapan topan kemarin yang bakal antar jemput dirinya.



“kopi neng?” tawa mang Dede satpam sekolah.



“gak usah mang” tolak manda gak enak



“ya udahh..mamang tinggal ya mau cek gedung” manda mengangguk mempersilahkan.




“man, ngapain lo disini?” tanya seseorang.



Manda meliriknya sekilas enggan menjawab, tenaganya terasa terkuras habis.



Aldo sendiri tersenyum tidak merasa tersinggung dengan sikap manda padanya.



“nungguin kevin?”



“dih, ngapain” ujar manda sewot, dari sekian banyaknya orang ngapain dia harus menunggu biang masalah di sekolah ini?.



Aldo terkekeh melihat respon manda yang terlihat bete mendengar nama kevin.



“terus ngapain disini? Gantiin mang dede jaga sekolah?”



Manda menatap tajam aldo, moodnya yang buru menjadi semakin buruk mendengar ocehan aldo yang gak lucu sama sekali baginya. Yang ada ucapannya terdengar seperti ejekan yang menjengkelkan di telinganya.



“oke-oke gue diem” ujar aldo, tangannya bergerak melintang depan mulutnya seolah sedang menguncinya.



Manda melihat jam tangannya sekilas, sebentar lagi topan dating menjemputnya. Lalu manda berdiri pergi menuju luar gerbang sekolah meninggalkan aldo begitu saja.



Melihatnya aldo hanya menggelengkan kepala merasa lucu dengan tingkah manda yang jutek bahkan malah terlihat imut di matanya.



Siapapun yang melihatnya pasti langsung sadar kalau mood manda sangat buruk.



‘*mungkin lagi PMS*’ gumam aldo sok tahu.



“MANDA!”



Hahh…rasanya ingin menghilang sekarang juga.



Kevin terus memperhatikan hp-nya, berkali-kali mengecek notif dari aplikasi warna hijau. Setengah jam setelah mengirim chatt kepada manda, sampai sekarang belum juga ada balasan darinya. Jangankan balasan dibaca pun tidak, bahkan sekarang status wa-nya malah non aktif, kevin merasa kesal dibuatnya.


‘segitu gak maunya gue chat sampe di non aktifin wa-nya’ gumam kevin bersuudzon kepada manda.


“kenapa lo vin? Mantengin hp mulu perasaan” tanya indra yang mulai menyadari tingkah tak biasa dari kevin, pertanyaan itu diangguki aldi penasaran.


Tak menghiraukan kedua sahabatnya kevin malah pergi meninggalkan keduanya.


“gue cabut duluan”


Indra dan aldi saling pandang, “kenapa tuh?”


“gak tau, biarin udah biasa ini, paling juga nyamperin babunya”


Kevin mencari manda ketempat ekskulnya latihan dilapangan indoor tapi yang dicari tidak ada malahan sepi. Jangan tanya bagaimana dan dari mana kevin bisa tahu ekskulnya manda. Informasi kecil semua orang bisa dengan mudah mengaksesnya.


Di tempat ekskul sasa pun tidak ada, gak tahu kenapa kevin mulai merasa kesal tidak seperti dirinya yang biasa.


‘masa iya gue suka sama tuh cewek’


Kevin menggelengkan kepalanya tidak mungkin, manda tidak masuk dalam kategori cewek tipe yang dia sukai. Yahhh meski jomblo dari lahir kevin yakin dengan asumsinya itu, manda terlalu galak dan judes baginya.


Tapi cantikkannn, jangan lupa lesung pipinya yang imut...setan laknat dengan jailnya membisik di telinga kevin


Iya sih...


kevin mulai membayangkan manda yang imut ketika sedang kesal dan menggerutu, apalagi ketika semangat bercerita dengan temannya yang namanya sasa mungkin?


Aishhh..


kevin kembali menggelengkan kepalanya merasa stress sendiri dibuatnya.


Karena gak tahu harus nyari kemana lagi, kevin pun bertujuan mencarinya di sekitar gerbang keluar sekolah, bisa jadikan manda membaca pesannya melalui notiftanpa membuka aplikasi hijau itu?


Dari kejauhan kevin melihat manda sedang duduk di bangku pos satpam dengan aldo. Dari sudut pandangnya, kevin melihat manda dan aldo sedang asik mengobrol dengan intens, padahal kenyataanya tidak bigitu.


Entah kenapa melihat mereka berdua duduk berdekatan sambil mengobrol membuat kevin semakin kesal, hatinya mendidih tidak jelas kenapa.


‘awas aja lo’


“MANDA!”