
Di kelas sasa dan manda langsung membuka sesi ghibah mereka, yang dighibahin tentu saja si korban yaitu kevin.
“Man kevin itu cucu dari pemilik Yayasan sekolah ini tau, kelas XI IPS B orangnya juga pintar dan satu lagi” sasa sengaja memotong ucapannya.
“apa sa?” tanya manda penasaran.
Sasa tersenyum sok misterius “kak kevin itu….”
Manda mendengus kesal “apaan? Sok misterius lo siti”,
sasa menoyor manda kala Namanya dipanggil siti, “dia itu ditakutin sama anak-anak sekolahan”
“kenapa harus takut sama dia? Kan kita sama-sama makan nasi, kalo dia makan peses baru gue ngeri” sahut manda sambil bergidig sendiri membayangkannya.
“ck, jorok lu man, pokonya gue dah ngasih tau lu jangan sampai lu berurusan sama kevin lebih jauh lagi kalo lu masih mau sekolah disini dengan damai” peringat sasa.
Manda hanya mengangguk sebagai tanda ia mendengarkan ucapan sahabatnya itu.
Drtt..drtt
“eh bentar sa nyokap gue nelpon” dengan cepat manda merogoh sakunya lalu mengangkat panggilan itu.
“hal…”
“manda sayang kamu nanti pulang naik ojol aja ya sayang, pak dede gak bisa jemput kamu, ingat hati-hati, jangan sampe nunggu sendirian, minta temenin ketemen kamu ya. Udah mama lagi buru-buru..tut.tut..”
Manda terbengong dengan ucapan mamanya yang sudah seperti kereta express dan mengakhiri panggilannya begitu saja.
“ada apa man?” tanya sasa melihat ekspresi manda yang menurutnya lucu.
“ga ada apa apa Cuman disuruh balik sendiri” yup, semenjak manda pindah sekolah mama manda menjadi lebih protektif dan kalau bisa diantar jemput supir karena alasan tertentu.
“ya elah man, kek gak ada kendaraan laen aja, noh angkot banyak”
“hmm”
Merasa keluar dari topik awal, sasa kembali mengingatkan manda perihal kevin, mau bagaimana pun berurusan dengan kevin bukanlah hal yang bagus.
“iya iya tar gue minta maaf sama si kevin” yahh emang dari awal manda yang bikin idung kevin berdarah, jadi manda sendiri yang harus minta maaf.
“good girl”
Tak terasa jam pelaran pun berakhir. Seperti biasa sasa pulang lebih dulu dan manda pulang paling santai apalagi sekarang dia pulang sendiri.
Dug dug dug
Ketika berjalan di koridor utama sekolah, Manda mendengar sura pantulan bola basket di arah lapangan, matanya langsung tertuju pada orang yang sedang asik mendribel bola sendirian.
Sungguh lincah sekali pergerakannya
“cih, keren juga dia kalo lagi main basket” eh?
Teringat dengan percakapannya dengan sasa di kelas tadi, manda melangkahkan kakinya berjalan menuju lapangan, berniat untuk meminta maaf, ya mau bagaimanapun mandalah yang salah dengan sembarang menendang bola.
Namun setibanya di pinggir lapang, manda mulai ragu, takutnya bukan baikan yang ada malah Kembali ribut.
“duh samperin gk ya?” gumamnya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal “next time deh”
Kevin yang sadar dengan kehadiran manda pun menghampirinya
“Ngapain lo?” tanya kevin tiba-tiba menghentikan kegundahan manda,
“anu..itu.. apa sih, lupa gue” jawab manda kebingungan sendiri, sedangkan kevin malah menyilang kedua tangannya di depan dada menunggu manda melanjutkan omongannya.
“itu...idung lo gak papakan? gak sampe patahkan? Maafin gue ya, gue gak sengaja, sumpah” sambil mengacungkan dua jarinya.
“minta maaf juga lo, tadi kemana aja neng?” sindir kevin pedas.
“ya maaf” cicit manda
“ya maaf” cibir kevin seolah mengejek,
tak terima dengan sikap kevin, mandapun terpancing emosinya.
“dih setan rawa, gue udah minta maaf baik-baik lo malah dibikin bercanda”
Mata kevin melotot mendapat julukan nyeleneh itu menoyor kepala manda, “eh lo yang punya dosa ege! Jadi setannya elo bukan gue, emang rada-rada nih anak satu”
“Kevinnn!!” teriak manda sebal, seenaknya saja noyor kepala orang tanpa permisi.
“lo bisa main basket kan?” tanya kevin tiba-tiba
Alis manda mengkerut mendapat pertanyaan itu *apa hubungannya*?
“ bisa sih, cumann...” belum selesai bicara kevin melemparkan bola basket yang sejak tadi ia injak dengan sebelah kakinya ke arah manda. Untung saja refleks manda cukup bagus sehingga bisa menangkap bola tersebut dengan cepet sebelum menimpuk dirinya.
“kalo lo menang ngelawan gue, gue gak akan memperpanjang masalah hidung gue, tapi..” kevin menjeda perkataanya “kalo lo kalah, lo harus jadi babu gue di sekolah selama seminggu gimana?”
“ohh gitu, gimana kalo besok lo dapet surat peringatan dari kepala sekolah, hem?”
*\*\*\*\*! lupa, padahal sasa sudah ngasih tau tadi di kelas. Bisa gawat kalau mama tau gue bermasalah di sekolah*. Batin manda
“lo ngancem gue?”
“ya kalo Lo mikirnya gitu sih...bisa jadi” kevin tersenyum tipis meremehkan gadis di depannya.
Manda terlihat berpikir sebentar sebelum menyetujuinya.
“berapa putaran?” tanya manda tanda menyetujui tantangan dari setan rawa versinya.
Kevin tersenyum puas “tiga putaran”
“deal”
Manda dan kevin terus bermain sambil menikmatinya, lagi dan lagi kevin memasukan bola keranjang dan manda terus menghela nafasnya frustasi, maklum saja dari segi fisik dan kemampuan mereka berbeda jauh, apalagi kevin yang tinggi memudahkannya merebut bola dari tangan manda yang sedang mendrible bola dengan lincahnya.
Kevin akui manda bermain cukup ahli dan lincah, namun bukan berarti bisa mengalahkannya.
Hosh..hosh..
“udah cukup hah..hah..capek, gue nyerah” ucap manda menghentikan permainannya yang belum mencapai dua putaran, Saking capeknya manda langsung selonjoran gak peduli kalau seragamnya akan kotor.
“gue gak kuat lagihh”
Kevin tersenyum puas saat manda menyerah, “cih lemah” sindir kevin pura-pura kesal. Padahal hatinya senang.
“bodo amat setan rawa, gue capek”
sepertinya manda benar-benar capek, kevin pun hanya mengangguk saja sambil berkata,
“oke, jangan lupa mulai besok lo jadi babu gue”
“hemm” jawab manda dengan wajah kusut, pengennya sih berkata kasar.
Kevin menjulurkan tangan kanannya “gue kevin sebelas IPS B, lo?”
Dengan enggan manda menyambut uluran tangan itu sebentar, “manda Sebelas IPA C” setelah itu manda berdiri, merapikan pakaiannya,
“udah kan? Gue mau balik, tapi Lo harus temenin gue nunggu ojol”
"hah?"
Manda langsung menarik tangan Kevin, Manda emang tidak mudah takut sama siapapun, tapi kalau bersangkutan dengan ibunya, ia gak akan pernah membantah perintahnya.
Kevin melemparkan tasnya sembarang, lalu menghempaskan tubuhnya ke kasurnya yang empuk, setelah capek seharian di sekolah nikmat apalagi selain rebahan?
Saat memejamkan matanya mencoba untuk tidur, tiba-tiba bayangan manda yang sedang main basket dengan lincahnya terlintas dipikirannya.
Tanpa ia sadari bibirnya tersenyum “cantiknya”
Kevin langsung bangun terkejut dengan ucapannya sendiri, “udah gila nih gue” kevin bergidig sendiri
“tapi emang cantik, gak salah gue, dah lah” Kembali menjatuhkan tubuhnya ke Kasur, kali ini benar-benar tertidur.
“kok, lo telat pulang ka? Tar kena omel mamah loh” tegur topan saat manda melewati ruang keluarga rumah namun tetap focus pada game ditangannya,
“iya nih, gegara kena godaan setan rawa nih” gerutu manda.
Topan langsung menghentikan gamenya “hah? Maksudnya?” tanyanya bingung
“gak, awas jangan cepu lo!” ancam manda.
“hem”
Sampai disini gimana menurut kalian?
satu kata untuk part ini.