
Dannn.... bommmm.... ledakan begitu besar terjadi, Lynx mati secara mengenaskan.
...***...
Seluruh murid yang terluka langsung dipindahkan ke ruang pengobatan akademi. Begitupun Jesslyn dan Camlyn, Aiden langsung diobati oleh healer peringkat master di kamar-nya. Camlyn yang saat itu sudah selesai diobati langsung mengajak Jesslyn yang sudah sedikit pulih ke tempat Aiden. Dikamar Aiden terdapat saudaranya dan Axelle beserta istrinya. Camlyn berlari menuju kamar Aiden, dia tiba-tiba berhenti di depan pintu kamar Aiden karena melihat Axelle.
"Yang Mulia, saya meminta maaf karena telah melukai pangeran ke tujuh, saya pantas untuk dibunuh Yang Mulia" kata Camlyn bersujud di depan Axelle, Jesslyn yang masih pucat dan saudara Aiden saat itu kaget mendengar perkataan Camlyn, tubuh Jesslyn bertambah lemas hampir tidak kuat untuk berdiri.
"Peraturan memang mengatakan bahwa seseorang yang telah melukai keluarga kerajaan tidak pantas untuk dimaafkan. Tetapi kau tidak berhak untuk itu" kata Axelle dengan tatapan kosong
"Saat peperangan kau sudah menolong banyak orang, jadi kau masih berhak untuk hidup, bangunlah" sambung Gracia. Camlyn pun berdiri, langsung dipeluk oleh Gracia "Kau murid yang berprestasi kau tidak boleh mengatakan hal seperti itu lagi, mengerti (?)"
Camlyn hanya mengangguk menahan tangis. Axelle dan istrinya setelah itu pergi meninggalkan kamar Aiden, Camlyn dan Jesslyn saling menghampiri dan berpelukan. Camlyn dengan tatapan lega-nya menangis di pelukan Jesslyn. Putri mahkota Fredelle menghampiri mereka berdua lalu menyentuh punggung Camlyn dengan tangan yang diselimuti cahaya hijau. Tenang. Itu yang dirasakan Camlyn setelah disentuh oleh Putri mahkota Fredelle.
"Putri mahkota, saya meminta maaf atas kesalahan saya" Camlyn melepaskan pelukan Jesslyn dan langsung membungkuk kepada Putri mahkota
"Tidak apa kau sudah melakukan hal yang benar, kau telah berani menghadapi musuh, dan menyelamatkan puluhan orang" kata Putri mahkota sambil mengusap pundak Camlyn
"Pangeran mohon maafkan saya" Camlyn mengubah posisinya menjadi menghadap para pangeran
"Hei, siapa yang menyuruhmu menunduk dihadapan-ku" kata Aydin
"Jika kau menunduk seperti itu dihadapan Aydin yang sedang terbaring, kau memperlakukan-nya seperti orang yang sudah meninggal" sambung Elvan
tok tok tok
"Permisi, Camlyn Ravenala, Pangeran ke lima, Putra mahkota, dan Pangeran ke dua, dipanggil untuk pergi ke epic healing room, saya permisi dulu" sela Stella
"Saya permisi dulu" kata Camlyn berpamitan lalu berjalan menuntun Jesslyn sambil menggunakan healing power-nya keluar kamar
"Jesslyn, are you okay?" kata Camlyn lirih
"Eungg" balas Jesslyn lirih
Edzard menghampiri Jesslyn untuk membantu.
"Kak Edzard~ jangan ngambil kesempatan...." kata Matteo menggoda
"Apaan sih" Jawab Edzard cuek
"Dah la, cepatlah" kata Savian
ditengah perjalanan
"Camlyn kau tidak perlu lagi mengeluarkan healing-mu aku sudah merasa baikan"
"Beneran ???" tanya Camlyn memastikan "Kalau begitu kau langsung kembali ke asrama saja"
"Ok..."
***
"Syukurlah kalian datang cepat, mmmm Putra mahkota anda bisa langsung pergi menuju ruang perawatan 8, langsung berikan penawar pada korban yang terkena racun" kata ketua healer epic
"Ahh... baiklah" balas Edzard mengerti dan langsung menuju ruang perawatan
"Seperti yang kalian ketahui sebagian healing team terkena serangan saat mengobati di medan perang, kita membutuhkan healer yang dapat bekerja dengan baik dan cepat, pangeran kemampuan kalian setara dengan healer elite, sedangkan kau Camlyn kau mendapatkan peringkat pertama ujian healing kemarin, ngomong-ngomong aku salut padamu, healing power-mu menyamai milik kami para healer epic, selamat" kata ketua healer epic "Baiklah, Camlyn kau di ruang perawatan enam dan tujuh, disana sudah ada Aletha yang akan membantumu membuat obat, Pangeran ke lima ke ruangan delapan, and last Pangeran ke dua anda ke ruangan 9 dan 10"
"Baiklah!" kata mereka mengerti
Mereka berempat akhirnya berjalan menuju ruangan perawatan.
***
diruangan 7
"Aissshhh... kenapa dia harus menggunakan banyak racun sih, kan ribet bikin penawar-nya harus banyak" kataku Aletha sambil membuat penawar
"Ok bagus sekarang aku mulai kekurangan bahan 😒" Aletha berkata pada dirinya sendiri "Males ah ke ruangan potion supplies jauh, ruangan sebelah ada kali ya?"
ruang perawatan 8
tok tok tok....
Aletha mengetuk pintu ruangan sebelah walaupun dalam keadaan terbuka, dan langsung memasukinya begitu saja.
"Siapa???" kata Seokjin yang masih sibuk menangani murid yang terluka tanpa melihat Aletha
"Saya petugas dari kamar sebelah"
"Aletha ya?" balas Edzard yang lagi-lagi tak melihat Aletha, Edzard dapat mengenalinya melalui suaranya karena mereka sering bertemu dalam kelas treatment, yah walaupun mereka jarang berinteraksi
"What!? Putra mahkota!, kalo gitu mendingan tadi aku ke ruang 6 aja, ya udah. Udah terlanjur ga apa-apa, tetep rileks jangan kaya orang salting ok?" batin Aletha
"Iya... aku ingin mengambil beberapa bahan boleh-kan ?" kata Aletha sambil memandangi bahan ramuan yang terletak di meja
"Yaaa... terserah kau" balas Edzard enteng
"Terima kasih, selamat menjalankan tugas..." kata Aletha sambil membawa beberapa stoples
ruangan 7
"Huh... untung tadi Putra mahkota lagi sibuk, jadi ngga terlalu perhatiin aku" kata Jisoo lega
"Pupil membesar, denyut jantung melemah, keringat berlebih,,,, pasti terkena racun bunga Belladona" kataku "Gadis beracun yaa, dia memakai berbagai jenis racun bunga" kataku pada diriku sendiri
"Kak Edzard,,, apa tugasku" kata Savian yang tiba-tiba datang
"Kau tinggal mengeluarkan sisa-sisa racun yang ada di tubuh mereka, kalau racunnya tidak bisa bersih katakan padaku, akan ku catat" jelasku
"Hhmmm, ok.ok"
***
selesai menangani murid yang terluka
"Kak Edzard, kenapa di tubuh mereka ada racun padahal luka mereka hanya berupa goresan saja" tanya Jimin
"Yaa... justru karena itu dia memasukkan racun memiliki berbagai racun dalam serangannya, racun itu berada di tubuh Lynx, racun itu tidak berpengaruh terhadap Lynx-" kataku terpotong
"Kenapa tidak berpengaruh?"
"Kau tau magic sign-nya ?" tanyaku
"Mmmm, demon girl ?" balas Savian ragu
"Ya, dia memiliki ketahanan iblis"
Camlyn POV
tok tok tok....
mengetuk pintu ruangan 6
"Kau Camlyn Ravenala??" tanya Aletha
"Iya, kau Aletha?" tanyaku balik
"Salken..." kata Aletha menjabat tanganku "Kau bisa langsung mulai terserah dari mana, nanti kalau ada racun yang tidak bisa netral tolong katakan padaku ok?"
"Hmm...aku mengerti"
***
selesai mengobati murid di ruangan 6 dan 7
Aku langsung duduk disebelah Aletha.
"Bagaimana apa ada yang racunnya masih tersisa??" tanya Aletha
"Ahh.. tidak aku bisa membersihkan-nya semua" kataku lelah
"Waaaah....Hebatt!!!"
"Ah itu biasa saja..." balasku *menyandar ke kursi sambil memejamkan mata
"Lelah?" tanya Aletha
"Lumayan" jawabku sambil memberi senyum simpul
Tiba-tiba Aletha memberikan sebuah botol.
"Minumlah, rasa lelah-mu akan berkurang"
"Thanks" kataku menerima botol dan meminumnya "Ngomong-ngomong Lynx itu menurutku gadis yang beracun, karena tadi waktu menetralkan racun setiap anak racunnya berbeda-beda"
"Yaa begitulah, waktu aku duduk dibelakangnya selalu tercium bau bunga, dan... aku mencium bau bunga yang berbeda-beda" kata Aletha
Tiba-tiba ada 2 capung yang masuk keruang perawatan 6, capung itu hinggap dipundak kami berdua.
"Sepertinya kita mendapat panggilan" kata Aletha
Kami akhirnya mengikuti kedua capung tersebut.
***
Sekedar informasi :
Bunga Belladona
Dikenal dengan nama dalos beris, bunga beracun ini merupakan bagian dari family selena seae dan asli Eropa, Afrika utara dan Asia barat ini tidak bisa dianggap enteng.
Seluruh bagian tanaman ini beracun, belladonna mengandung treae alkaloid yang berpotensi mematikan. Seluruh bagian ini berbahaya dengan bagian yang paling beracun adalah buahnya.
Bentuknya yang seperti buah berry memang tertarik untuk dimakan terutama oleh anak-anak. Gejala yang terjadi pada racun bunga ini adalah pupil mata membesar, penglihatan kabur, sakit kepala, berhalusinasi, dan kegilaan.
Racun bunga ini juga dapat mengganggu sistem syaraf menyebabkan gangguan pernafasan, keringat berlebih dan mengganggu detak jantung.
sumber : pitujuh.com >bunga-cantik-beracun
Tbc.
Jangan lupa like, comment, vote, and share.💜