MAGIC ACADEMY

MAGIC ACADEMY
Thought



Tiba-tiba ada 2 capung yang masuk keruang perawatan 6, capung itu hinggap dipundak kami berdua.


"Sepertinya kita mendapat panggilan" kata Aletha


Kami akhirnya mengikuti kedua capung tersebut.


...***...


Author POV


lorong kerajaan


"Ternyata cuma kita yang dipanggil" ucap Aletha


"Yah... kurasa begitu" balas Camlyn


Mereka berdua dituntun menuju ruang pertemuan kerajaan.


royal meeting room


cklekkk....


"*membuka pintu dengan halus" Camlyn


"Kirain cuma kita yang dipanggil" batin Aletha


Mereka berdua langsung duduk bersebelahan. Di bagian depan ada Edzard, Savian, Aydin. Healer epic langsung menjelaskan mengenai Lynx.


"Langsung saja to the point, menurut laporan para healer yang mengobati korban mereka menemukan banyak jenis racun entah itu racun dari tanaman atau hewan" jelas ketua healer belum selesai


"Tapi bagaimana dia bisa menyimpan berbagai jenis racun di dalam tubuhnya, sedangkan jika dilihat dia tidak seperti ular, kalajengking maupun katak, sistem tubuhnya normal seperti kita" tanya Stella yang juga healer


"Pertanyaan yang bagus, ada satu dari dua strategi dasar yang digunakan hewan untuk bertahan dari racunnya sendiri yaitu, menyimpan senyawa tersebut dengan aman atau mengembangkan resistansi terhadap racun tersebut. Kumbang pengebom menggunakan cara pertama. Mereka menyimpan senyawa untuk racunnya dalam dua tempat yang terpisah. Cara yang sama juga dilakukan oleh Lynx, yang menyimpan racunnya secara aman di tubuh demon-nya, bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla"


Penjelasan ketua healer berlanjut panjang dan ditutup dengan memerintah para concoction agar membuat obat dari racun-racun tersebut dalam jumlah banyak. Para concoction pun langsung melaksanakan perintah ketua, sedangkan para healer boleh beristirahat. Saat Camlyn ingin keluar dari ruangan ada yang menghampirinya, tetapi Camlyn tidak tahu siapa dia.


"Camlyn kan ?" tanya orang itu


"Iy, kau?" balas Camlyn tetap berjalan dan keep cool


"Oh kenali, aku Stella Bailey temen sekamarnya Aletha, ke kantin yuk"


"Ok" jawab Camlyn mulai akrab. Bagi Camlyn jika orang yang menurutnya tidak berbahaya maka dia akan menerima orang itu dengan cepat.


...***...


kantin


Mereka berdua langsung menuju pojok kantin.


"Makan apa?" tanya Stella


"Nggg samain aja"


"Ok tunggu bentar"


Jennie pun pergi untuk mengambil makanan, sedangkan Camlyn masih memikirkan kondisi Aiden yang terluka karenanya. Tak lama Stella kembali dengan nampan yang berisi makanan, dan langsung duduk didepan Camlyn.


"Nih, katanya samain kan??" tanya Stella


"Hey... Hello..."


"*tak ada respon"


"*Menjentikkan jari didepan muka Camlyn"


"Eh iya, maaf" Kata Camlyn sadar "Terimakasih"


Mereka berdua berbincang-bincang mengenai kehidupan mereka sebelum bersekolah di akademi Malachite, Camlyn sedikit tidak fokus dengan pembicaraan karena di terus memikirkan keadaan Aiden. Mereka berdua akhirnya selesai makan dan langsung memutuskan untuk kembali ke asrama.


...***...


keesokan harinya


Hari ini kelas diliburkan karena banyak siswa yang masih memerlukan perawatan. Saat Camlyn membuka mata Elvara dan Jesslyn tidak ada di tempat tidurnya mereka sudah pergi meninggalkan kamar. Karena bingung ingin pergi ke mana Camlyn pun memutuskan untuk mandi, lalu kekantin dan setelah itu pergi ke kamar Aiden.


Sebelum memasuki lorong kamar Aiden berada ada dua penjaga yang secara khusus ditugaskan untuk menjaga Aiden, mereka menanyakan identitas Camlyn. Camlyn pun menunjukkan kartu identitasnya yang merupakan siswi sekaligus healer epic, kedua penjaga tersebut memperbolehkan Camlyn untuk masuk.


"Pangeran, kumohon maafkan saya..." kata Camlyn yang duduk disebelah tempat tidur


Tanpa berpikir panjang Camlyn langsung mengobati Aiden sekuat tenaga, keringat bercucuran di wajahnya, semakin lama cahaya yang keluar dari tangannya semakin terang, perlahan magic sign-nya berubah menjadi putih, karena ketulusannya untuk mengobati Aiden, lama-kelamaan wajahnya menjadi sangat pucat, cahayanya semakin redup, akhirnya dia pingsan karena kelelahan energinya berkurang banyak. Beberapa menit kemudian Aiden pun sadar, dia langsung mengambil posisi duduk ia sedikit kaget melihat Camlyn yang tiba-tiba ada disebelahnya dan wajahnya yang pucat pasi.


"Nona ???" panggil Aiden berusaha membangunkan Camlyn "Badannya dingin..."


Aiden langsung membaringkan Camlyn di tempat tidurnya.


"Thanks, Camlyn" kata Aiden sambil menyelimuti Camlyn


Aiden pun keluar meninggalkan Hwa-Young. Ia langsung menuju ke kantor ibunya untuk memberi tahu bahwa dia tidak apa-apa.


...***...


Sesampainya di depan pintu kantor ibunya Aiden langsung membuka pintunya.


"Ibu?" panggil Aiden "Huh? Kosong?"


Jungkook kembali menutup pintunya, lalu pergi menuju kantor ayah-nya, tetapi sama saja ayah-nya tidak di kantornya, ia pergi menuju kamar kakak-nya, kosong juga, lalu kekamar Edzard dan lagi-lagi kosong, akhirnya ia memutuskan pergi ke ruang keluarga kerajaan.


Cklek.... *Pintu ruang keluarga kerajaan terbuka


"Aiden?!" teriak keluarga Aiden serentak


"Kau sudah sadar nak? kapan?" tanya ibunya sambil memeluk Aiden


"Sudah dari tadi ibu"


"Duduklah" suruh Axelle


Aiden pun duduk. Mereka pun melanjutkan diskusi tentang rencana penangkapan tahanan yang kabur. Saat mendengar bahwa tahanan kabur para pangeran dan putri sangat terkejut karena tahanan itu bukan tahanan biasa.


...~•0•~...


Tbc.


Jangan lupa like, comment, vote, and tambah ke favorit. 💜


Maafkan author ini yang tiba-tiba menghilang berminggu-minggu tanpa jejak ಥ‿ಥ