MAGIC ACADEMY

MAGIC ACADEMY
Strange



Tubuhku ambruk, darah mengalir keluar melalui lubang perutku dan mulutku. Samar-samar aku melihat pria itu membuka topengnya, wanita yang tadi berbicara perlahan mendekat entah apa yang akan dia lakukan.


...***...


Aku terkejut dan terbangun dari tidurku. Keringat dingin memenuhi tubuhku. Mimpi itu terasa sangat nyata bahkan rasa sakitnya. Aku langsung berlari menuju cermin. Dan betapa terkejutnya aku ketika melihat mata kiri-ku menjadi lebih terang. Magic sign-ku tidak ada perubahan sama sekali. Bahu kananku dan perutku terasa pegal. Aku menyingsingkan lengan, disana terdapat sebuah luka bekas jahitan yang sudah lama. Seingatku aku tidak pernah mendapat jahitan pada bagian tubuhku. Aku menyingkap bajuku, di perutku juga terdapat bekas jahitan, tetapi bekas jahitannya seperti belum kering. Aneh, apakah mimpi tadi ada kaitannya dengan luka ini?. Semoga saja tidak ada yang menyadari tentang luka ini dan mata kiri-ku.


"Eh? Kamar Aiden?" Aku baru menyadari bahwa aku berada di kamar Aiden. Elvara tidur di ranjang, sedangkan Jesslyn di sofa? Aku langsung memindahkan Jesslyn ketempat tidur. Dan ini masih sangat pagi aku berusaha untuk tidur kembali tetapi tidak bisa. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke perpustakaan untuk mencari informasi. Pagi hari berkeliaran di istana memanglah sedikit mencurigakan. Kerap kali aku ditanyai oleh prajurit yang sedang berpatroli, untungnya karena identitas dan pangkat-ku yang sudah naik, aku tidak dicurigai oleh prajurit.


Akhirnya aku sampai di perpustakaan. Perpustakaan kerajaan agak berbeda dengan perpustakaan akademi. Perpustakaan kerajaan lebih didominasi dengan warna biru tua dan putih, memberikan kesan yang dingin. Aku mulai mencari buku tentang mimpi, bunga tidur, dan bahkan tentang amnesia, déjà vu, déjà vecu, dan bahkan déjà senti. Nihil, tidak ada yang berhubungan. Aku tidak merasa ada kesalahan dengan ingatanku. Ingatanku tidak mungkin salah. Ini sangat membingungkan. Berjam-jam aku didalam perpustakaan, hingga tak sadar waktu telah menunjukkan setengah pukul tujuh. Aku segera membereskan buku-buku yang menumpuk di mejaku, dan langsung kembali ke kamar Aiden agar Jesslyn dan Elvara tidak khawatir.


Elvara POV


Saat setengah sadar perutku terasa berat, seperti ada yang memelukku dari belakang. Aku mencoba memindahkan tangannya, untung saja berhasil. Ternyata Jesslyn, bukan Camlyn.


"Kebiasaan, tuh Camlyn, udah pergi sebelum yang lain bangun" keluhku pelan


Aku pergi ke kamar mandi Aiden. Warna putih memenuhi kamar mandi, bagian tepi langit-langit dihiasi ukiran berwarna emas. Bathtub yang cukup luas menyatu dengan dinding, wastafel yang terdapat ukiran tanaman rambat. Shower berwarna emas, kamar mandi ini terkesan mewah. Aku segera mengambil air untuk membasuh muka.


Saat aku membuka gorden kamar terdengar suara seseorang yang membuka pintu. Ternyata itu adalah Camlyn.


"Sudah sembuh kah?" kataku sambil mengikat gorden


"??? Memangnya aku kenapa?"


"Kau tidak ingat? kau pingsan, badanmu dingin, wajahmu pucat seperti mayat"


"Separah itu kah?"


"Eehem" kataku mengangguk


Camlyn berjalan mendekati Jesslyn yang masih tidur dan berusaha membangunkannya. Setelah Jesslyn bangun ia langsung menanyai keadaan Camlyn. Setelah itu Jesslyn pergi membasuh muka, sementara aku dan Jess membereskan tempat tidur.


"Balik ke asrama yuk" ajak-ku


"Ayo" balas Camlyn


***


lorong kerajaan


Author POV


Mereka bertiga berjalan sejajar sambil berbincang tentang bagaimana Camlyn bisa sampai pingsan di kamar Aiden. Informasi yang Elvara temukan di perpustakaan, dan Jesslyn yang hampir seharian penuh di laboratorium. Ditengah perbincangan yang indah itu, Camlyn tiba-tiba merasakan sakit dibagian perutnya, karena tidak ingin merusak suasana Camlyn menahan rasa sakitnya sambil mengobatinya.


"Kau kenapa kok ngobatin perut hmm?" tanya Elvara yang sadar Camlyn mengeluarkan healing power


"Oh, biasa, taukan?" balas Camlyn nyengir "Maaf" batin Camlyn


Beberapa meter melangkah Camlyn merasakan tangannya basah, Camlyn sudah tidak dapat menahan rasa sakitnya.


"Eh aku ke toilet dulu ya, kalian lanjut jalan aja nanti aku nyusul" kata Camlyn terburu-buru


"Ok, jangan lama-lama" balas Jesslyn


toilet kerajaan


Camlyn pun langsung berlari menuju toilet terdekat. Setelah menemukan toilet ia langsung mencuci tangannya yang berlumuran darah. Dia menyingkap bajunya, luka yang ia dapatkan di perut terbuka. Camlyn berusaha menyembuhkan lukanya secepat yang dia bisa. Camlyn terduduk, dan sedikit berteriak kesakitan, dia mulai kehilangan banyak darah.


luar toilet yang sama


"Suara orang kesakitan?" batin Alteiro yang kebetulan lewat. Karena penasaran Alteiro mencari sumber suara tersebut. Alteiro sendiri sedikit ragu untuk memasuki toilet perempuan. Ia terkejut karena melihat Camlyn yang tergeletak dan berlumuran darah.


"Camlyn!?!" Panggil Namjoon terkejut. Tanpa pikir panjang Alteiro langsung membuka portal menuju ruang perawatan khusus, dia membopong Camlyn lalu memasuki portal. Beberapa detik kemudian Alteiro dan Camlyn sampai di ruang perawatan, Alteiro segera membaringkan Camlyn pada ranjang yang tersedia.


"Kumohon, jangan beritahu siapapun" kata Camlyn pada Alteiro lirih


Untungnya diruangan tersebut ada healer epic yang sedang berjaga, sehingga Camlyn bisa segera di tangani. Tiga puluh menit kemudian seorang healer keluar dari ruangan.


"Pangeran,,, lukanya terlalu dalam, tidak dapat disembuhkan begitu saja, sehingga kami perlu menjahitnya, dan untungnya pangeran langsung sigap membawanya kesini kalau tidak mungkin dia" kata healer begitu keluar ruangan


"Bolehkah aku masuk?" tanya Alteiro


"Silahkan" jawab si healer


.


.


.


"Camlyn? kau tak apa?" panggil Alteiro mendekati Camlyn


Camlyn hanya tersenyum dan mengangguk.


"Pangeran tidak memberi tahu siapapun kan?" tanya Camlyn


Alteiro menggelengkan kepalanya "Kau kenapa bisa sampai begini? Kau menusuk dirimu sendiri kah?"


"Tidak ada, jadi begini pangeran..." Camlyn pun menceritakan semua yang terjadi di mimpinya, mulai dari matanya, magic sign-nya, sampai luka yang ia dapatkan.


"Sampai bisa melukaimu? Kurasa pikiranmu sedang dimasuki oleh seseorang yang masih memiliki hubungan darah denganmu, tapi bisa juga kau sedang diawasi dari jauh, tentunya orang itu sangat mengenalmu, dan kemungkinan dia memiliki kemampuan yang hebat, tetapi jika tentang magic sing mu, aku tidak tahu mengapa bisa berubah kurasa itu berhubungan dengan mata kiri-mu" jelas Alteiro


"Saudara, keluarga? tapi siapa yang ingin mencelakai ku?"


"Sudahlah tidak pernah dipikirkan, kau fokus saja dengan penyembuhan lukamu" kata Alteiro menghela nafas.


"Pangeran tolong jangan beritahu siapapun, janji?" Camlyn mengacungkan jari kelingkingnya


"Yaa, aku janji" kata Alteiro tersenyum. Mereka berdua saling mengaitkan jari kelingking dan menyatukan ibu jari mereka. "Aku pergi dulu" setelah itu Alteiro pergi keluar ruangan.


"Ahh...your dimple...." kata Camlyn antara terpesona dan iri. "Jika aku obati terus-menerus mungkinkah luka ini akan lebih cepat kering? Hmm~ i don't know, apa salahnya mencoba" tanya Camlyn pada dirinya sendiri.


***


Hari-hari kian berlalu, para korban sudah mulai pulih, begitupun Camlyn. Rencana penangkapan terhadap tahanan yang kabur tersebut pun semakin matang. Sementara itu akademi masih tetap diliburkan. Jesslyn dan Camlyn juga masih menjalankan pelatihan khususnya. Setelah semua korban pulih tibalah saat pengumuman hasil test kemarin.


ruang pengumuman


Ruangan sudah cukup sepi karena mereka bertiga sengaja datang lebih lambat, karena mereka tahu jika datang lebih awal maka akan sangat sesak.


[papan pengumuman]


...[RANKING UMUM]...


[1.ALTEIRO CROWNWELL] [16. MATTEO CROWNWELL]


[2. CAMLYN RAVENALA ] [17. ELVAN CROWNWELL ]


[3. AIDEN CROWNWELL ] [18. SAVIAN CROWNWELL ]


[4. EDZARD CROWNWELL] [19. CHOI ARA ]


[5.FREDELLE CROWNWELL] [20. ALBERT CLARKE ]


[6.ALETHA BAILEY ] [21. ....]


[7.ELVARA COSTA ] [22. .....]


[8.JESSLYN RAVENALA ] •


[9.AYDIN CROWNWELL ] •


[10. ROSÈANNE SMITH ] •


[11. LACERTA HELICONIA] •


[12. STELLA BAILEY ] •


[13. LALISA MARCELLA ]


[14. ALEXANDRE BALL ]


[15. ALFRED ATKINSON ]


...~·o0o·~...


...[RANKING HEALER]...


...1} CAMLYN RAVENALA {1...


...2} AYDIN CROWNWELL {2...


...3} STELLA BAILEY {3...


...4} SAVIAN CROWNWELL {4...


...5} ROSÈANNE SMITH {5...


...6} KANG HANA {6...


...7} DANIEL BELL {7...


...8} AGATHA LAWRENCE {8...


...9} AINSLEY GRAHAM {9...


...10} NICHOLAS ELLIOT {10...


...|\=-\=|...


...[RANKING CONCOCTION]...


...¹EDZARD CROWNWELL¹...


...²FREDELLE CROWNWELL²...


...³JESSLYN CROWNWELL³...


...⁴LALISA MARCELLA⁴...


...⁵ALETHA BAILEY⁵...


...⁶MATTEO CROWNWELL⁶...


...⁷AIDEN CROWNWELL⁷...


...⁸LACERTA HELICONIA⁸...


...⁹ALBERT CLARKE⁹...


...¹⁰ALEXANDRE BALL¹⁰...


***


Papan pengumuman menunjukkan peringkat para murid berdasarkan beberapa kategori.


"Wahhh...kau memang yang terbaik" kata Jesslyn takjub


"Iyalah aku gitu lohh..." balas Camlyn menyombongkan diri


Mereka bertiga puas dengan hasil yang mereka dapatkan.


...***...


Tbc.


Jangan lupa like, comment, share, add to favorites. Kalo mau vote juga boleh banget ko :)


Borahae 💜